http://jurnal.stkipbima.ac.id/index.php/GW/issue/feed GUIDING WORLD (BIMBINGAN DAN KONSELING) 2025-12-07T10:48:45+00:00 Faijin faijin479@gmail.com Open Journal Systems <p>Guiding World : Jurnal Bimbingan dan Konseling sebagai media publikasi ilmiah dalam pengkajian dan pengembangan Ilmu Bimbingan dan Konseling. Guiding World : Jurnal <br> Bimbingan dan Konseling memuat tulisan ilmiah berupa artikel konseptual, hasil penelitian maupun isu-isu aktual yang relevan dalam Bimbingan dan Konseling.<br> Setiap manuskrip yang dikirimkan akan ditinjau oleh setidaknya dua peer-reviewer menggunakan metode double-blind review. Guiding World : Jurnal Bimbingan dan Konseling diterbitkan dua kali dalam setahun (Mei dan November) oleh Program Studi Bimbingan dan Konseling Universitas Nggusuwaru Bima. Jurnal ini terdaftar di sistem <a href="http://jurnal.stkipbima.ac.id/index._php/GW/index">http://jurnal.stkipbima.ac.id/index._php/GW/index</a> dengan prefiks Digital Object Identifier (DOI) 10.33627. Guiding World : Jurnal Bimbingan dan Konseling&nbsp;menerbitkan artikel tentang praktik, teori, dan penelitian di semua bidang Bimbingan dan Konseling juga pendidikan terkait Bimbingan dan Konseling.</p> http://jurnal.stkipbima.ac.id/index.php/GW/article/view/3987 Pengaruh Keseimbangan Emosional dan Kontrol Diri Terhadap Kecenderungan Perilaku Cyberbullying Pada Siswa di SMAN 19 Makassar 2025-11-01T14:52:49+00:00 Aura Syahriani aurasyahriani17@gmail.com Abdullah Pandang aurasyahriani17@gmail.com Zulfikri Zulfikri aurasyahriani17@gmail.com <p><em>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh keseimbangan emosional dan kontrol diri terhadap kecenderungan perilaku cyberbullying pada siswa di SMAN 19 Makassar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Populasi penelitian adalah 420 siswa, sedangkan pengambilan sampel ditentukan menggunakan tabel Isaac dan Michael dengan sampel penelitian sebanyak 191 siswa. Instrumen penelitian berupa skala keseimbangan emosional, skala kontrol diri, serta skala kecenderungan perilaku cyberbullying yang telah melalui uji validitas dan reliabilitas. Analisis data dilakukan dengan uji regresi berganda untuk mengetahui pengaruh antar variabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Keseimbangan emosional siswa berada pada kategori sedang, kontrol diri berada pada kategori sedang, dan kecenderungan perilaku cyberbullying juga tergolong sedang. 2) Keseimbangan emosional dan kontrol diri secara simultan memberikan pengaruh signifikan terhadap kecenderungan perilaku cyberbullying. Hal ini berarti semakin tinggi keseimbangan emosional dan kontrol diri siswa, maka semakin rendah kecenderungan mereka melakukan cyberbullying.</em></p> 2025-11-01T00:00:00+00:00 ##submission.copyrightStatement## http://jurnal.stkipbima.ac.id/index.php/GW/article/view/3979 Penerapan Bimbingan Klasikal Berbasis Nilai-nilai Kalindaqdaq Pepaturu Untuk Meningkatkan Empati Murid MAN 1 Majene 2025-11-02T16:39:36+00:00 M. Junaid junaidapisindica@gmail.com Suciani Latif junaidapisindica@gmail.com Aswar Aswar junaidapisindica@gmail.com <p><em>Penelitian ini mengkaji tentang penerapan bimbingan klasikal berbasis nilai-nilai Kalindaqdaq Pepaturu untuk meningkatkan empati Murid MAN 1 Majene. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) Mengetahui gambaran empati Murid sebelum dan sesudah penerapan bimbingan klasikal berbasis nilai-nilai Kalindaqdaq Pepaturu; 2) Mengetahui gambaran pelaksanaan bimbingan klasikal berbasis nilai-nilai Kalindaqdaq Pepaturu; 3) Mengetahui pengaruh bimbingan klasikal berbasis nilai-nilai Kalindaqdaq Pepaturu terhadap peningkatan empati Murid. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian quasi-experimental design. Desain penelitian ini menggunakan pretest-posttest, non-equivalent control group design. Populasi penelitian ini adalah Murid kelas X MAN 1 Majene yang teridentifikasi memiliki empati rendah sebanyak 80 Murid. Teknik pengambilan sampel menggunakan proportional random sampling sehingga diperoleh 40 Murid yang terbagi menjadi dua kelompok, yaitu kelompok eksperimen (20 Murid) dan kelompok kontrol (20 Murid). Teknik pengumpulan data menggunakan skala empati berbasis aspek perspective taking, fantasy, emphatic concern, dan personal distress. Analisis data menggunakan uji hipotesis independent sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Tingkat empati Murid MAN 1 Majene pada kelompok eksperimen sebelum diberikan perlakuan berada pada kategori rendah dengan nilai mean 71,2, dan setelah diberikan perlakuan meningkat ke kategori tinggi dengan nilai mean 109,2; 2) Pelaksanaan bimbingan klasikal dilakukan dalam tiga tahap, yaitu: a) Tahap Pendahuluan (orientasi dan penjelasan tujuan), b) Tahap Inti (pemaparan materi nilai-nilai Kalindaqdaq Pepaturu, diskusi, dan refleksi), c) Tahap Penutup (evaluasi dan penguatan nilai); 3) Hasil uji independent sample t-test menunjukkan nilai p = 0,000, di mana p &lt; α 0,05, sehingga Ho ditolak dan Ha diterima. Dengan demikian, terdapat pengaruh signifikan penerapan bimbingan klasikal berbasis nilai-nilai Kalindaqdaq Pepaturu terhadap peningkatan empati Murid. Penelitian ini memberikan kontribusi dalam pengembangan layanan bimbingan dan konseling berbasis kearifan lokal untuk membentuk karakter empatik Murid serta memperkuat nilai-nilai sosial budaya dalam lingkungan pendidikan.</em></p> 2025-11-02T16:39:36+00:00 ##submission.copyrightStatement## http://jurnal.stkipbima.ac.id/index.php/GW/article/view/3978 Penerapan Teknik Role Playing Berbasis Budaya Tabe’ Untuk Meningkatkan Etika Komunikasi Murid 2025-11-03T10:18:23+00:00 Amanda Puspita Sari amandapuspitasari83746@gmail.com Suciani Latif amandapuspitasari83746@gmail.com Fitriana Fitriana amandapuspitasari83746@gmail.com <p><em>Fenomena rendahnya etika komunikasi masih banyak ditemui di lingkungan pendidikan, termasuk di SMK Negeri 10 Makassar. Murid sering berbicara tanpa sopan santun, kurang menghargai orang lain, serta minim menerapkan nilai budaya tabe’ dalam interaksi sehari-hari. Kondisi ini berdampak pada lemahnya keterampilan komunikasi etis yang penting sebagai bekal menghadapi dunia industri. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui gambaran etika komunikasi murid; (2) mendeskripsikan pelaksanaan teknik role playing berbasis budaya tabe’; serta (3) menguji pengaruh penerapan teknik tersebut terhadap peningkatan etika komunikasi. Jenis penelitian yang digunakan adalah kuasi eksperimen dengan desain non-equivalent control group. Populasi penelitian berjumlah 48 murid kelas XI SMK Negeri 10 Makassar tahun ajaran 2024/2025. Dari populasi tersebut dipilih sampel sebanyak 24 murid, terdiri dari 12 murid kelompok eksperimen dan 12 murid kelompok kontrol. Data dikumpulkan melalui skala etika komunikasi dan observasi, kemudian dianalisis menggunakan uji independent sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa etika komunikasi murid kelompok eksperimen sebelum perlakuan berada pada kategori rendah, namun meningkat signifikan ke kategori tinggi setelah intervensi. Sebaliknya, kelompok kontrol tidak mengalami perubahan berarti. Pelaksanaan role playing berbasis budaya tabe’ dilakukan dalam delapan kali pertemuan melalui tahap pendahuluan, pelaksanaan, dan pengakhiran. Uji hipotesis menghasilkan nilai p &lt; 0,001 sehingga H₀ ditolak dan H₁ diterima. Dengan demikian, penerapan teknik role playing berbasis budaya tabe’ terbukti efektif meningkatkan etika komunikasi murid SMK Negeri 10 Makassar.</em></p> 2025-11-03T10:18:21+00:00 ##submission.copyrightStatement## http://jurnal.stkipbima.ac.id/index.php/GW/article/view/3973 Penerapan Teknik Mindfulness Dalam Konseling Untuk Mengurangi Perilaku Self-Harm Murid MTS Madani Gowa The Application Of Mindfulness Techniques In Conseling To Reduce Self-Harm Behavior Among MTS Madani Gowa Students 2025-11-03T11:42:00+00:00 Puput Armycha andipuputtt19@gmail.com Sahril Buchori andipuputtt19@gmail.com Zulfikri Zulfikri andipuputtt19@gmail.com <p><em>Self-Harm adalah perilaku melukai diri sendiri yang dilakukan secara sengaja untuk mengatasi perasaan stress, cemas, dan depresi. Fenomena Self-Harm yang didapatkan seperti memukul, mencubit, menarik rambut, mencacimaki diri, membenturkan kepala, menggaruk badan hingga luka, membakar, menghisap tangan hingga memerah, menggigit, dan membiarkan diri kelaparan. Penelitian ini bertujuan mengurangi perilaku Self-Harm murid di MTS Madani melalui konseling individual dengan menggunakan Teknik Mindfulness. Desain penelitian ini adalah Single Subject Research (SSR) dengan desain A-B-A, yang terdiri dari pengukuran kondisi awal (baseline A1), pengukuran intervensi berupa Teknik Mindfulness (B), serta pengukuran kembali setelah intervensi (baseline A2) yang melibatkan 2 murid. Data dikumpulkan melalui observasi dan wawancara, kemudian dianalisis menggunakan analisis deskriptif kuantitatif dengan perhitungan mean, persentase, serta analisis visual grafik untuk melihat perubahan kecenderungan arah, stabilitas, dan level data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum diberikan intervensi, kedua subjek berada pada kategori tingkat perilaku Self-Harm yang tinggi. Setelah penerapan Teknik Mindfulness, terjadi penurunan singnifikan pada frekuensi perilaku Self-Harm, ditunjukkan dengan kecenderungan arah data yang menurun dan stabil pada fase baseline A2. Kesimpulan dari penelitian ini adalah penerapan Teknik Mindfulness dalam konseling terbukti efektif dalam membantu mengurangi perilaku Self-Harm murid di MTS Madani gowa.</em></p> 2025-11-03T11:41:59+00:00 ##submission.copyrightStatement## http://jurnal.stkipbima.ac.id/index.php/GW/article/view/3968 Gambaran Umum Hubungan Self Compassion Terhadap Ketangguhan Akademik Siswa 2025-11-04T04:28:47+00:00 Wulandari Wulandari wulanshn91@gmail.com Feida Noor Laila Isti’adah wulanshn91@gmail.com Rikha Surtika Dewi wulanshn91@gmail.com <p><em>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara self-compassion dengan ketangguhan akademik siswa SMPN 1 Taraju. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan populasi sebanyak 226 siswa, dan pengambilan sampel dilakukan dengan teknik probability sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa koefisien korelasi antara self-compassion dengan ketangguhan akademik sebesar 0,348 dengan signifikansi 0,000 (p &lt; 0,01). Hal ini menunjukkan adanya hubungan positif yang signifikan antara self-compassion dengan ketangguhan akademik siswa. Kontribusi self-compassion terhadap ketangguhan akademik diketahui melalui koefisien determinasi sebesar 12,1%.</em></p> 2025-11-04T04:28:46+00:00 ##submission.copyrightStatement## http://jurnal.stkipbima.ac.id/index.php/GW/article/view/3946 Pengaruh Teknik Roleplay dalam Layanan Bimbingan Kelompok terhadap Regulasi Emosi Negatif Remaja Perempuan 2025-11-04T06:42:50+00:00 Desti Lawulan Sa'bani 2285210014@untirta.ac.id Rochani Rochani rochani1966@untirta.ac.id Raudah Zaimah Dalimunthe raudah@untirta.ac.id <p>Regulasi emosi merupakan proses individu dalam mengelola, merasakan, dan mengekspresikan emosi secara adaptif. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan profil regulasi emosi negatif peserta didik perempuan kelas X sebelum intervensi, serta menganalisis pengaruh teknik <em>roleplay</em> dengan media <em>hand puppet</em> terhadap kemampuan regulasi emosi negatif mereka di MAN 1 Kota Serang. Metode yang digunakan adalah kuasi eksperimen dengan desain <em>nonequivalent control group</em>. Subjek penelitian terdiri dari 20 peserta didik perempuan dengan skor <em>pretest</em> rendah, dibagi menjadi dua kelompok, yaitu eksperimen dan kontrol. Kelompok eksperimen mendapat intervensi <em>roleplay</em> dengan <em>hand puppet</em>, sedangkan kelompok kontrol mengikuti layanan bimbingan kelompok. Data dikumpulkan melalui angket regulasi emosi yang telah teruji validitas dan reliabilitasnya, dan dianalisis menggunakan uji Mann-Whitney. Hasil analisis menunjukkan perbedaan signifikan antara kedua kelompok, sehingga teknik <em>roleplay</em> dengan media <em>hand puppet</em> terbukti berpengaruh terhadap kemampuan regulasi emosi negatif remaja perempuan. Teknik ini diharapkan dapat dikembangkan lebih luas.</p> 2025-11-04T06:42:47+00:00 ##submission.copyrightStatement## http://jurnal.stkipbima.ac.id/index.php/GW/article/view/3937 Efektivitas Bimbingan Kelompok Dengan Teknik Relaksasi Untuk Meningkatkan Konsentrasi Belajar Siswa Kelas IX SMP Negeri 22 Samarinda 2025-11-04T07:21:18+00:00 Devi Saputri devisaputri859@gmail.com Rury Muslifar rury.muslifar@fkip.unmul.ac.id <p><em><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">Penelitian ini dilaksanakan berdasarkan data yang diperoleh melalui studi pendahuluan peserta didik SMP Negeri 22 Samarinda yang menunjukkan adanya tingkat konsentrasi belajar yang rendah dengan gejala yang tampak tidak fokus dalam pembelajaran berlangsung seperti bermain handphone dan mengganggu teman pada saat pembelajaran. Peneliti ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas bimbingan kelompok teknik relaksasi untuk meningkatkan konsentrasi belajar. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Pre-Eksperimental dengan desain One-grup Pretest-posttest. Populasi siswa kelas IX dengan jumlah 31 siswa dan sampel sebanyak 7 siswa yang terindetifikasi memiliki konsentrasi belajar yang rendah. Teknik pengambilan sampel yang digunakan yaitu dengan teknik Purposive Sampling. Teknik analisis data pada penelitian ini adalah statistik parametik uji berpasangan t test atau uji t berpasangan dan Uji N Gain Score dengan perangkat SPSS 25. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa nilai thitung lebih besar dari pada ttabel maka sebagaimana pengambilan dasar keputusan dapat disimpulkan bahwa Ha diterima dan Ho ditolak terdapat perbedaan rata-rata antara skor pretest 65,5 dan skor posttest 165,14. Uji Hipotesis menunjukkan nilai signifikan 0,000 &lt; 0,05 dan pada hasil uji N-Gain Score diperoleh menunjukkan nilai 156,01%, menandakan teknik relaksasi berpengaruh terhadap peningkatan konsentrasi belajar siswa kelas IX SMP Negeri 22 Samarinda.</span></span></em><strong><em>&nbsp;</em></strong></p> 2025-11-04T07:21:17+00:00 ##submission.copyrightStatement## http://jurnal.stkipbima.ac.id/index.php/GW/article/view/3852 Penerapan Teknik Cognitive Restructuring Untuk Mereduksi Kecemasan Sosial Pada Siswa SMKN 7 Makassar 2025-11-28T11:10:27+00:00 Risnawati Aris risnawatiaris32@gmail.com Abdullah Sinring risnawatiaris32@gmail.com Aswar Aswar risnawatiaris32@gmail.com <p><em>Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa efektif teknik cognitive restructuring dalam mereduksi kecemasan sosial pada siswa di SMKN 7 Makassar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif, jenis penelitian quasi eksperimen dengan desain pretest-posttest control grup. 12 siswa yang terlibat dalam penelitian dipilih secara proportional random sampling, kemudian dibagi masing-masing 6 siswa kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Teknik pengumpulan data yang digunakan yakni skala kecemasan sosial dan observasi dengan teknik analisis data uji Mann-Whitney U. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kecemasan sosial siswa kelompok eksperimen dan kelompok kontrol sebelum diberika tratement berada pada kategori tinggi dan sangat tinggi, setelah diberikan treatment kecemasan sosial siswa kelompok eksperimen berada pada kategori rendah dan sangat rendah. Sebaliknya, tidak ada perubahan yang signifikan dalam kelompok kontrol. Analisis statistic menunjukkan nilai signifikansi 0,004 yang menandakan adanya perbedaan nyata antara kedua kelompok. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa penerapan konseling kelompok dengan teknik cognitive restructuring berpengaruh signifikan dalam menurunkan tingkat kecemasan sosial siswa.</em></p> 2025-11-04T12:20:08+00:00 ##submission.copyrightStatement## http://jurnal.stkipbima.ac.id/index.php/GW/article/view/3707 Pendekatan Experiential Learning dalam Layanan Bimbingan Klasikal: Studi Literatur 2025-11-04T13:02:20+00:00 Muhammad Naufal Luthfi 2285190027@untirta.ac.id Shinta Rahmah Wardani peserta.04146@ppg.belajar.id Siti Sundari peserta.03129@ppg.belajar.id Vina Febrian peserta.04732@ppg.belajar.id Alfiandy Warih Handoyo alfiandywh@untirta.ac.id <p><em>Penelitian ini merupakan studi literatur yang sumber datanya diperoleh dari buku, artikel, jurnal, dan prosiding yang membahas tentang pendekatan experiential learning pada layanan bimbingan dan konseling khususnya layanan bimbingan klasikal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan layanan bimbingan klasikal dengan menggunakan pendekatan experiential learning menunjukkan adanya dampak yang positif pada beberapa aspek, yaitu membangkitkan motivasi dan keterlibatan belajar peserta didik. Selain berdampak positif pada peningkatan motivasi dan keaktifan peserta didik, pendekatan experiential learning ini juga berdampak pada aspek sosial emosional, akademik dan kognitif, serta berdampak sangat besar pada aspek pembentukkan karakter dan pengembangan diri peserta didik. Penerapan experiential learning dalam layanan bimbingan klasikal ini menimbulkan kebermanfaatan yang dirasakan bagi praktisi bimbingan dan konseling serta peserta didik, karena dapat memberikan pengalaman belajar yang baru dan positif. Namun, dalam menciptakan pengalaman belajar yang positif tersebut juga perlu adanya peran yang besar dari guru bimbingan dan konseling sebagai fasilitator dalam layanan bimbingan klasikal, guna menciptakan rancangan layanan yang sesuai dengan kebutuhan peserta didik, melaksanakan proses layanan dengan baik, serta menciptakan suasana belajar yang aman dan nyaman bagi peserta didik.</em></p> 2025-11-04T13:02:18+00:00 ##submission.copyrightStatement## http://jurnal.stkipbima.ac.id/index.php/GW/article/view/3734 Analisis Dampak Fatherless Pada Perempuan Dewasa Awal Terhadap Perilaku Pengambilan Keputusan Dalam Memilih Pasangan 2025-11-04T15:06:34+00:00 Uswatun Hasanah uswahasanah0510@gmail.com Putri Pratiwi Krisna putripratiwikr@gmail.com Novia Fajriati Nufus novianufuss@gmail.com Lilian Agustiana lilianagustiana123@gmail.com Evi Afiati eviafiati@untirta.ac.id <p>Fenomena anak yang tidak memiliki ayah (fatherless) semakin banyak dibicarakan dalam studi tentang psikologi keluarga dan konseling. Tidak adanya figur ayah, baik karena cerai, meninggal, atau faktor lainnya, ternyata memberikan dampak besar terhadap pertumbuhan psikologis dan perilaku sosial anak, terutama perempuan ketika memasuki masa remaja akhir. Tulisan ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana kondisi tidak memiliki ayah (fatherless) memengaruhi cara perempuan memilih pasangan hidup, berdasarkan tinjauan dari berbagai penelitian yang sudah ada. Melalui kajian literatur yang kami lakukan, menunjukkan bahwa perempuan yang tidak memiliki ayah mengalami proses yang kompleks dalam memahami hubungan romantis dan pernikahan. Beberapa dampak yang muncul antara lain kurangnya rasa percaya diri, kesulitan mempercayai pria, cenderung mencari pasangan yang bisa mengisi kekosongan emosional, serta lebih memilih pasangan yang memiliki latar belakang sosial-ekonomi, nilai moral, dan agama yang sama. Namun, penelitian juga menunjukkan adanya kemampuan sosial dan ketangguhan, yaitu sebagian perempuan tetap memiliki harapan positif untuk membangun pernikahan yang harmonis. Dengan demikian, kondisi tidak memiliki sosok ayah (fatherless) bukanlah sesuatu yang pasti menentukan, melainkan dipengaruhi oleh hubungan sosial, pengalaman masa lalu, serta sistem dukungan yang dimiliki seseorang. Temuan ini memberi kontribusi penting dalam bidang konseling keluarga dan pernikahan, terutama dalam merancang bantuan yang bisa meningkatkan kepercayaan diri, mengelola luka emosional, serta membangun kemampuan dalam memilih pasangan secara sehat.</p> <p>&nbsp;</p> 2025-11-04T15:06:33+00:00 ##submission.copyrightStatement## http://jurnal.stkipbima.ac.id/index.php/GW/article/view/3682 Penerapan Teknik Assertive Training untuk Mengurangi Perilaku Konformitas Negatif Siswa SMA Nasional Makassar 2025-11-05T17:38:54+00:00 Nur Maqfira nurmaqfira21@gmail.com Nur Fadhilah Umar nurmaqfira21@gmail.com Zulfikri Zulfikri nurmaqfira21@gmail.com <p><em>Penelitian ini membahas tentang Penerapan teknik assertivetraining dalam mengurangi perilaku konformitas negatif siswa SMA Nasional Makassar, tujuannya adalah (1) Mengetahui tingkat perilaku konformitas negatif siswa, (2) Pelaksanaan teknik assertive training dalam mengurangi perilaku konformitas negatif (3) Teknik assertive training dapat mengurangi perilaku konformitas negatif siswa. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan jenis penelitian eksperimental design. Penarikan sampel dengan teknik proportional random sampling. Data dikumpulkan melalui observasi dan skala perilaku konformitas negatif. Kemudian diAnalisis secara deskriptif dan inferensial menggunakan uji-t berbantuan IBM SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum diberikan perlakuan, Tingkat perilaku konformitas negatif siswa berada pada kategori tinggi dengan nilai mean 101,7. dan setelah perlakuan, tingkat perilaku konformitas negatif siswa berada pada kategori rendah dengan nilai mean 70,8. Pelaksanaan assertive training dilakukan sesuai dengan prosedur yang sudah dirancang melalui 7 kali pertemuan Selama pelaksanaan teknik assertive training siswa menunjukkan tingkat partisipasi yang tinggi dan sangat tinggi. Hasil uji independent sample t-test diperoleh p = 0,000 dan 0,000 &lt; a 0,05, maka Ho ditolak dan Ha diterima dengan demikian, terdapat pengaruh penerapan teknik assertive training dalam mengurangi perilaku konformitas negatif siswa di SMA Nasional Makassar.</em></p> 2025-11-05T17:38:53+00:00 ##submission.copyrightStatement## http://jurnal.stkipbima.ac.id/index.php/GW/article/view/3658 Penerapan Teknik Sosiodrama Berbasis Budaya Tabe' Dalam Meningkatkan Keterampilan Sosial Siswa Di SMPN 20 Makassar 2025-11-06T01:29:06+00:00 Susi Saputri susisaputri837@gmail.com Suciani Latif susisaputri837@gmail.com Fitriana Fitriana susisaputri837@gmail.com <p><em>Keterampilan sosial merupakan kemampuan individu dalam berinteraksi dengan orang lain dengan baik, yang mencakup keterampilan asertif, kerja sama, empati, dan kontrol diri. Fenomena rendahnya keterampilan sosial ditemukan di SMPN 20 Makassar, hal ini terlihat siswa tidak mampu menunjukkan empati pada orang lain, tidak mampu terlibat aktif dalam tugas kelompok, tidak mampu menyampaikan penolakan, dan tidak mampu mengendalikan emosi. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan sosial siswa kelas VIII di SMPN 20 Makassar melalui bimbingan kelompok dengan teknik sosiodrama berbasis budaya tabe’. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian quasi eksperimental dengan model pretest-posttest control group design. Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik propotional randim sampling berjumlah 20 yang terbagi menjadi dua yaitu 10 untuk kelompok eksperimen dan 10 untuk kelompok kontrol. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan observasi dan angket keterampilan sosial berbasis budaya tabe’, serta analisis data menggunakan uji hipotesis independent sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa skor rata-rata (Mean) sebelum perlakuan adalah 50,2, dan setelah perlakuan meningkat menjadi 61,6.</em> <em>Hasil uji independent sample t-test menunjukkan p= 0.000 dan 0.000 yang berarti nilai siknifikansi hitung 0,000 dan 0,000 &lt; α 0,05, maka Ho ditolak dan Ha diterima, yang&nbsp;menyatakan bahwa teknik sosiodrama berbasis budaya tabe’ efektif dalam meningkatkan keterampilan sosial. Sehingga dapat ditarik kesimpulan bahwa penerapan teknik sosiodrama berbasis budaya tabe’ terbukti efektif dalam meningkatkan keterampilan sosial siswa di SMPN 20 Makassar. </em></p> 2025-11-06T01:29:04+00:00 ##submission.copyrightStatement## http://jurnal.stkipbima.ac.id/index.php/GW/article/view/3641 Penerapan Restrukturisasi Kognitif untuk Mereduksi Perilaku Trash Talking di SMP Negeri 18 Makassar 2025-11-06T03:29:50+00:00 Muh. Nur Fajar Eka Putra muhnurfajar024@gmail.com Abdul Saman muhnurfajar024@gmail.com Fitriana Fitriana muhnurfajar024@gmail.com <p><em>Penelitian ini mengkaji intervensi teknik restrukturisasi kognitif untuk mereduksi perilaku trash talking pada siswa SMP Negeri 18 Makassar. Tujuan penelitian adalah: (1) mengetahui gambaran perilaku trash talking siswa, (2) mendeskripsikan penerapan teknik restrukturisasi kognitif, dan (3) menganalisis pengaruh teknik tersebut dalam mereduksi perilaku trash talking. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain quasi-experimental nonequivalent control group design. Sampel penelitian berjumlah 20 siswa yang dipilih melalui teknik purposive sampling dan dibagi menjadi dua kelompok, yaitu kelompok eksperimen (10 siswa) dan kelompok kontrol (10 siswa). Teknik pengumpulan data dilakukan melalui skala perilaku trash talking dan observasi, sedangkan analisis data menggunakan uji paired sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perilaku trash talking pada kelompok eksperimen sebelum diberikan intervensi berada pada kategori tinggi dengan nilai mean 85,20, dan setelah intervensi menurun ke kategori sedang dengan nilai mean 63,40. Pelaksanaan teknik restrukturisasi kognitif dilakukan melalui enam tahapan, yakni rasionalisasi, analisis terhadap pikiran konseli, pengenalan dan tindakan coping thought, peralihan dari pikiran negatif ke coping thought, pengenalan serta penguatan positif, dan pemberian tugas rumah serta tindak lanjut. Uji paired sample t-test menghasilkan nilai signifikansi p = 0,000 (&lt; 0,05) yang menegaskan bahwa teknik restrukturisasi kognitif efektif dalam mereduksi perilaku trash talking siswa SMP Negeri&nbsp;18&nbsp;Makassar.</em></p> 2025-11-06T03:29:49+00:00 ##submission.copyrightStatement## http://jurnal.stkipbima.ac.id/index.php/GW/article/view/3631 Efektifitas Model Pembelajaran Window Shopping untuk Meningkatkan Motivasi Belajar Mahasiswa Program Studi Bimbingan dan Konseling Universitas Nggusuwaru Bima 2025-11-06T04:09:17+00:00 Ulfatul Mutahidah ulfatulmutahidahbk@gmail.com Faijin Faijin ulfatulmutahidahbk@gmail.com Nurhayati Nurhayati ulfatulmutahidahbk@gmail.com Amiruddin Amiruddin ulfatulmutahidahbk@gmail.com Juanda Juanda ulfatulmutahidahbk@gmail.com Muhamadiah Muhamadiah ulfatulmutahidahbk@gmail.com <p><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji efektivitas metode Window Shopping dalam meningkatkan motivasi belajar mahasiswa Program Studi Bimbingan dan Konseling Universitas Nggusuwaru Bima semester II. Latar belakang penelitian ini adalah rendahnya motivasi siswa yang disebabkan oleh pembelajaran konvensional yang monoton dan pasif. Dengan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Metode ini diimplementasikan dalam tiga kali pertemuan. Siswa bagian menjadi lima kelompok, termasuk lima orang guru PAUD yang juga menjadi siswa aktif. Setiap kelompok ditugaskan untuk membuat materi visual yang kemudian dipamerkan. Mahasiswa lain bergiliran mengunjungi pameran tersebut untuk berinteraksi dan mengumpulkan informasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode Window Shopping mempunyai dampak positif yang signifikan. Siswa menjadi lebih aktif, tepat waktu, dan antusias. Suasana kelas berubah menjadi dinamis, interaktif, dan kolaboratif, yang secara substansial meningkatkan motivasi belajar. Selain itu, metode ini juga memperkuat keterampilan sosial, komunikasi, dan kerja sama siswa. Peran dosen sebagai fasilitator juga ikut mendorong iklim belajar yang lebih terbuka. Dengan demikian, Window Shopping dinilai sebagai strategi pembelajaran inovatif yang efektif dan layak untuk dikembangkan.</span></span></p> 2025-11-06T04:09:17+00:00 ##submission.copyrightStatement## http://jurnal.stkipbima.ac.id/index.php/GW/article/view/3613 Gambaran Perilaku Fear Of Missing Out (FOMO) Pada Siswa Penggemar K-Pop Di SMKN 7 Makassar 2025-11-06T04:56:03+00:00 Sri Rahmadani srirahmadani841@gmail.com Sahril Buchori sahril.buchori@unm.ac.id Zulfikri Zulfikri zulfikri@unm.ac.id <p><em>Fear of Missing Out</em> atau biasa dikenal dengan istilah FOMO adalah perasaan gelisah, cemas, dan takut kehilangan peristiwa tertentu yang ditandai dengan keinginan selalu mengecek media sosialnya. <em>Fear of Missing Out</em> ini merupakan permasalahan yang menyerang mental seorang individu. Kemudian seiring berjalannya waktu, <em>Fear of Missing Out</em> telah berkembang menjadi fenomena yang berdampak pada kehidupan sosial masyarakat. Belakangan ini, fenomena FOMO seringkali dijumpai dalam kehidupan sehari-hari dan menjadi tren, terutama di kalangan anak muda.</p> <p>Remaja yang seharusnya menghabiskan waktunya untuk banyak mempelajari hal-hal baru, mencoba hal-hal baru, meningkatkan potensi diri, dan melakukan hal-hal lain yang akan membantu mereka mencapai impian masa depannya, namun sekarang lebih mementingkan hiburan semata-mata, seperti menonton drama Korea tanpa batas waktu, membeli album yang mahal dan tidak memiliki investasi, serta keborosan lain yang biasanya dilakukan oleh penggemar K-Pop yang tidak dapat mengontrol diri dan berdampak negatif.</p> <p>Di SMKN 7 Makassar, ditemukan siswa yang mengalami FOMO pada K-Pop dengan tingkat yang tinggi yaitu siswa yang berinisial NNA dan NU, dari siswa tersebut ditemukan bahwasanya bentuk perilaku yang dilakukan yaitu menghabiskan waktu 6-7 jam/hari hanya untuk mencari tahu kabar idolanya. Dan juga perilaku <em>cyberbulying</em> yang dilakukan oleh siswa di media sosial yaitu weverse. Selain itu, siswa juga mengalami kesedihan yang berlebihan yang menyangkut idolanya karena timbulnya pikiran yang berlebihan dan perasaan cemas saat idolnay dirundung di media sosial.</p> <p>Hal ini diperkuat oleh penelitian yang dilakukan oleh [1], yang menyatakan bahwa penggemar K-Pop menjadi sulit menyeimbangkan kehidupan di dunia nyata dengan kegiatan pada dunia K-Pop. Hal ini dapat berdampak pada aktivitas akademik, pekerjaan, dan sosial para penggemar K-Pop.</p> <p>FOMO menjadi sebuah masalah sosial karena dianggap dapat merugikan seseorang, sejalan dengan penelitian [2] yang meneliti mengenai dampak FOMO pada individu yaitu salah satunya selalu ingin terhubung dengan media sosial, sehingga mereka menghabiskan banyak waktu di media sosial hanya untuk mengetahui aktivitas orang lain, seolah-olah mereka harus tahu semua hal yang dilakukan oleh orang lain. Hal ini juga berlaku pada penggemar idol grup K-Pop yang takut kehilangan informasi tentang apa yang dilakukan oleh idolanya. Media sosial banyak digunakan pada kalangan penggemar idol K-Pop untuk dijadikan tempat berkomunikasi dengan satu sama lain penggemar K-Pop dan dengan selebriti idolanya [3]</p> 2025-11-06T04:56:02+00:00 ##submission.copyrightStatement## http://jurnal.stkipbima.ac.id/index.php/GW/article/view/3571 Studi Deskriptif Mengenai Psychological Well Being Guru Bimbingan dan Konseling di Kota Makassar 2025-11-06T05:51:49+00:00 Norhafizah Sakir norhafizahsakir04092000@gmail.com Farida Aryani norhafizahsakir04092000@gmail.com Fitriana Fitriana norhafizahsakir04092000@gmail.com <p>Penelitian ini mengkaji tentang gambaran <em>psychological well being </em>guru Bimbingan dan Konseling di Kota Makassar. Penelitian ini bertujuan untuk : 1) Mengetahui gambaran <em>psychological well being </em>guru Bimbingan dan Konseling di Kota Makassar; 2) Mengetahui faktor yang mempengaruhi <em>psychological well being </em>guru Bimbingan dan Konseling di Kota Makassar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian deskriptif kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 331 guru Bimbingan dan Konseling di Kota Makassar. Pengambilan sampel menggunakan teknik <em>stratified random sampling</em> dengan sampel penelitian sebanyak 181 yang terdiri SMP 92 Guru Bimbingan dan Konseling, SMA 58 Guru Bimbingan dan Konseling, dan SMK 31 Guru Bimbingan dan Konseling di Kota Makassar. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan skala <em>psychological well being</em>. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: 1) <em>Psychological well being </em>guru Bimbingan dan Konseling di Kota Makassar berada pada Kategori sedang dengan rata-rata 110, didapatkan bahwa aspek penguasaan lingkungan dan penerimaan diri berada pada kategori tinggi sedangkan dimensi yang masih rendah dan memerlukan perhatian lebih adalah otonomi serta tujuan hidup ; 2) Hasil uji <em>independent sampel t-test </em>dan <em>Analysis of varians</em>, didapatkan faktor status pendidikan terakhir berpengaruh signifikan terhadap <em>psyhcological well being </em>guru Bimbingan dan Konseling di Kota Makassar</p> 2025-11-06T05:51:47+00:00 ##submission.copyrightStatement## http://jurnal.stkipbima.ac.id/index.php/GW/article/view/3568 Pelaksanaan Konseling Person Centered Bagi Siswa Slow Learner di SMA Negeri 10 Semarang 2025-11-06T12:43:14+00:00 Tunggul Sembodo tunggulsmbd305@gmail.com Siti Fitriana tunggulsmbd305@gmail.com MA Primaningrum Dian M tunggulsmbd305@gmail.com <p><em>Penelitian ini dilatar belakangi masalah&nbsp; adalah bahwa siswa slow learner seperti kemampuan kecerdasan rendah/ di bawah rata-rata, perhatian dan konsentrasinya terbatas, terbatasnya kemampuan untuk mengarahkan diri bahkan beberpa siswa tersebut tidak tahu arah karier mereka untuk masa depan. Adapun tujuan penelitian ini adalah&nbsp; untuk mendeskripsikan pelaksanaan konseling individual dengan pendekatan Person Centered bagi siswa slow leaner di SMA N 10 Semarang. Subjek penelitian guru Bk serta siswa slow learner yang berjumlah tiga siswa dengan nilai IQ rendah UNH 65, SW 65, dan AR 58. Data penelitian ini diperoleh melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan evaluasi pelaksanaan konseling oleh guru BK dengan pendekatan person centered : (1) Siswa tampak lebih terbuka dalam mengungkapkan perasaan dan permasalahannya, (2) Konselor berhasil menciptakan suasana aman dan nyaman selama sesi berlangsung, (3) Siswa menunjukkan peningkatan dalam mengenali diri sendiri, termasuk pemahaman terhadap minat, emosi, dan potensi pribadi, (4) Siswa mampu mengidentifikasi langkah-langkah awal untuk mengatasi permasalahannya dalam cara belajarnya serta dalam menentukan karirnya. Sedangkan dari ketiga siswa slow learner yang sudah mengikuti pelaksanaan konseling person centered mampu menyelesaikan permasalahan dalam aspek belajarnya serta pilihan karir setelah lulus dari SMA N 10 Semarang.</em></p> 2025-11-06T12:43:13+00:00 ##submission.copyrightStatement## http://jurnal.stkipbima.ac.id/index.php/GW/article/view/3561 Efektivitas Layanan Bimbingan Kelompok Dengan Teknik Sosiodrama Untuk Mengembangkan Perilaku Asertif Siswa Kelas XI Di SMA N 1 Tayu 2025-11-06T13:20:25+00:00 Sevira Resiyanti resiyantisevira@gmail.com Eka Sari Setianingsih resiyantisevira@gmail.com Primaningrum Dian resiyantisevira@gmail.com <p><em>Penelitian ini bertujuan menetahui apakah layanan bimbingan kelompok dengan teknik sosiodrama efektif dalam mengembangkan perilaku asertif siswa kelas XI di SMA N 1 Tayu. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan metode pre-experimental design one-group pretest-posttest design. Teknik pengumpulan data yang digunakan penulis yaitu&nbsp; berupa angket, wawancara&nbsp; dan observasi dengan teknik analisis datanya menggunakan uji Kolmogorov-Smirnov dan uji Shapiro-Wilk. Populasi pada penelitian ini berjumlah 396 siswa dari kelas XI 1 - XI 11. Instrument yang digunakan berupa skala likert. Hasil dari penelitian ini terdapat perbedaan skor pada saat sebelum diberi perlakuan (pretest) dan sesudah diberi perlakuan (posttest). Hal ini dibuktikan dengan hasil presentase membandingkan nilai rata-rata pretest sebesar 70,5 dan nilai rata-rata posttest sebesar 97,2. Hasil uji hipotesis menunjukkan nilai signifikansi (2-tailed) 0,000 &lt; 0,05, yang berarti layanan bimbingan kelompok dengan teknik sosiodrama efektif untuk mengembangkan perilaku asertif.</em></p> 2025-11-06T13:20:21+00:00 ##submission.copyrightStatement## http://jurnal.stkipbima.ac.id/index.php/GW/article/view/3562 Keefektifan Program Mentor Sebaya Dalam Meningkatkan Komunikasi Positif Siswa Di SMA Negeri 3 Makassar 2025-11-06T15:26:47+00:00 Nurlayli Nurlayli laylinur34@gmail.com Abdullah Pandang laylinur34@gmail.com Nur Fadhilah Umar laylinur34@gmail.com <p><em>Ditengah gempuran teknologi yang semakin berkembang di era sekarang, membuat remaja semakin dekat dengan yang namanya sistem informasi. </em><em>Adanya informasi yang mudah diakses di media sosial membuat dinamika baru dalam berkomunikasi. Tujuan penelitian ini Adalah untuk mengetahui keefektifan program mentor sebaya dalam meningkatkan komunikasi positif siswa SMA Negeri 3 Makassar. Pendekatan penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah penelitian deskriptif kuantitatif dengan jenis penelitian yaitu Penelitian Tindakan Kelas Bimbingan dan Konseling (PTBK). Pada metode penelitian PTK-BK desain penelitian yang digunakan adalah model spiral dari Kemmis dan Taggart. Populasi dalam penelitain ini sebanyak 20 siswa SMA Negeri 3 Makassar yang teridentifikasi mengalami komunikasi positif yang rendah. Pengambilan sampel menggunakan teknik purpossive sample. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, kuesioner, dan dokumentasi, yang kemudian dianalisis menggunakan aplikasi </em><em>JASP for windows</em><em>. Analisis data menggunakan uji paired sample t-test Hasil responden menunjukkan bahwa: 1) Komunikasi positif pada pre-test dominan berada pada kategori cukup positif sebanyak 85% sedangkan pada post-test dominan berada pada kategori sangat positif sebanyak 60%; 2) Gambaran pelaksanaan program mentor sebaya dilakukan dengan 2 siklus; 3) Hasil uji paired sample t-test yaitu nilai probability sig. = &lt;0,001 yang artinya lebih kecil dari a (0,05) sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat ditarik sebuah kesimpulan bahwa terdapat pengaruh penerapan program mentor sebaya dalam meningkatkan komunikasi positif siswa di SMA Negeri 3 Makassar.</em></p> 2025-11-06T15:26:46+00:00 ##submission.copyrightStatement## http://jurnal.stkipbima.ac.id/index.php/GW/article/view/3559 Optimalisasi Upaya Pembimbing Kemasyarakatan Dalam Mengurangi Resiko Residivis Klien Dewasa Kasus Narkotika Di Balai Pemasyarakatan Kelas I Serang 2025-11-06T16:09:09+00:00 Hilal Khabib As Sulthon hilalkhabib22@gmail.com Budi Priyatmono budi.prym@gmail.com <p><em>Residivisme pada kasus narkotika menjadi masalah serius yang menghambat proses reintegrasi sosial klien pemasyarakatan. Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas I Serang berperan penting dalam mengurangi risiko tersebut melalui peran Pembimbing Kemasyarakatan (PK). Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan upaya optimalisasi PK dalam menangani klien dewasa kasus narkotika, serta faktor-faktor yang menghambat dan mendukungnya. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi terhadap PK dan klien di Bapas Serang. Penelitian ini didasari oleh teori sosial kognitif Albert Bandura dan teori peran sosial George Herbert Mead untuk memahami perubahan perilaku klien. Hasil penelitian menunjukkan bahwa upaya PK telah dilakukan melalui asesmen, litmas, pembinaan keterampilan, dan pendampingan psikososial. Hambatan yang dihadapi antara lain beban kerja tinggi dan minimnya sarana. Sementara itu, dukungan keluarga dan mitra kerja menjadi faktor pendukung keberhasilan. Dapat disimpulkan bahwa optimalisasi peran PK sangat penting dalam menekan angka residivisme. Diperlukan penguatan peran, peningkatan SDM, serta kerja sama lintas sektor untuk memaksimalkan keberhasilan pembimbingan</em></p> 2025-11-06T16:09:08+00:00 ##submission.copyrightStatement## http://jurnal.stkipbima.ac.id/index.php/GW/article/view/3542 Model Outcome-Based Evaluation Pada Program Rehabilitasi Sosial Narapidana Narkotika Di Lembaga Pemasyarakatan Narkotika Kelas IIA Tanjung Pinang 2025-11-06T17:07:24+00:00 Yeremia Zalukhu yeremiazalukhu@gmail.com Wido Cepaka Warih wido.cepaka@gmail.com <p><em>Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi program rehabilitasi sosial bagi narapidana narkotika di Lembaga Pemasyarakatan Narkotika Kelas IIA Tanjung Pinang menggunakan model Outcome-Based Evaluation (OBE). Latar belakang penelitian ini adalah pentingnya evaluasi berbasis hasil untuk meningkatkan efektivitas program rehabilitasi sosial, mengingat tantangan dalam reintegrasi sosial narapidana pasca-pembebasan. Rumusan masalah yang diajukan adalah bagaimana evaluasi program rehabilitasi sosial menggunakan model OBE dan faktor penghambatnya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus, data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi dengan narapidana, petugas pemasyarakatan, dan konselor adiksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program rehabilitasi sosial di Lapas Narkotika Kelas IIA Tanjung Pinang berhasil memberikan dampak positif dalam meningkatkan keterampilan sosial dan mental narapidana, meskipun terdapat beberapa kendala terkait dengan keterbatasan sumber daya dan fasilitas. Kesimpulannya, penerapan model OBE memberikan gambaran yang jelas mengenai keberhasilan dan tantangan dalam program rehabilitasi sosial, dan disarankan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia, fasilitas, serta dukungan pasca-rehabilitasi untuk mencapai hasil yang lebih optimal.</em></p> 2025-11-06T17:07:24+00:00 ##submission.copyrightStatement## http://jurnal.stkipbima.ac.id/index.php/GW/article/view/3522 Profil Conduct Disorder Pada Siswa Sekolah Menengah Atas 2025-11-07T09:00:19+00:00 Cantika Cantika cantikaa561@gmail.com Cucu Arumsari cantikaa561@gmail.com Rikha Surtika Dewi cantikaa561@gmail.com <p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil conduct disorder siswa di SMAN 1 Cikatomas berdasarkan pengkategorian, aspek dan berdasarkan tingkatan kelas. Penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif kuantitatif untuk mengungkap profil conduct disorder pada siswa sekolah menengah atas. Populasi dalam penelitian ini siswa kelas X dan XI SMAN 1 Cikatomas yang terdiri dari beberapa kelas. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 320 siswa di SMAN 1 Cikatomas, yang diambil dengan teknik incidental sampling. Hasil penelitian secara umum gambaran conduct disorder berada pada kategori conduct disorder rendah sebesar 72,50% (232 siswa). Aspek tertinggi adalah agresif terhadap fisik orang lain dan hewan. Berdasarkan tingkatan kelas sebagian siswa terdapat pada kelas XI dan sebagian siswa lain berada pada kelas X.</p> 2025-11-07T09:00:19+00:00 ##submission.copyrightStatement## http://jurnal.stkipbima.ac.id/index.php/GW/article/view/3494 Pengembangan BOOKLET Program Studi Bimbingan dan Konseling Sebagai Media Layanan Informasi Studi Lanjut Bagi Siswa Kelas XII Di SMK N 2 Kota Jambi 2025-11-07T09:08:32+00:00 sherly Angriani sherlanggraini936@gmail.com Akmal Sutja sherlanggraini936@gmail.com Freddi Sarman sherlanggraini936@gmail.com <p>This research developed a booklet as one of the information sources that can be utilized by students in selecting a study program. The aim of this study is to produce a booklet as a medium for choosing a university major in Guidance and Counseling. This research is a type of Research and Development (R&amp;D). The research subjects were 12th-grade students at SMK N 2 Kota Jambi. Data collection in this study used questionnaires. The data analysis technique combined qualitative and quantitative data analysis. The research and development process was carried out in five stages, namely: (1) Preliminary Study, (2) Product Development, (3) Product Validation and Revision, (4) Limited Trial and Revision, and (5) Standardization and Publication. The results of this research and development showed that the feasibility of the booklet media for the Guidance and Counseling Study Program, based on validation from material experts, media experts, and guidance and counseling practitioners/teachers, falls into the good and feasible category with improvements according to suggestions. Furthermore, the response from 12th-grade students to the booklet media product for the Guidance and Counseling Study Program obtained a percentage of 85.17% from students of Class XII Accounting 3 at SMK N 2 Kota Jambi. This percentage falls into the “Good” category, and the product can be used as a medium for selecting a university major in Guidance and Counseling by 12th-grade students at senior high schools/vocational high schools/Islamic senior high schools or equivalent.</p> 2025-11-07T09:08:31+00:00 ##submission.copyrightStatement## http://jurnal.stkipbima.ac.id/index.php/GW/article/view/3492 Development of Werewolf Game Media To Improve Students' Social Skills 2025-11-07T09:23:18+00:00 Wanda Afiffah wandaa.afiffahh@gmail.com Raudah Zaimah Dalimunthe wandaa.afiffahh@gmail.com Meilla Dwi Nurmala wandaa.afiffahh@gmail.com <p><em>The research is based on the low social skills of students, especially at SMAN 4 Kota Serang, as found that students only socialize with their group friends, are passive when discussing, passive when friends need help and do not accept reprimands from friends. Efforts made to improve students' social skills include playing games. One of the potential games to utilize is the werewolf game. This study, therefore, aims to enhance social skill through the development of werewolf game-based media. The research employs a research and development (R&amp;D) approach, using the Thiagarajan 4D model, which includes the stages of define, design, develop, and dissemination. The results of the study obtained from the product feasibility test obtained an average score of 86% with the category "Very Eligible". Then continued with a limited trial to 10 students of class XI SMAN 4 Kota Serang who have low social skills and are willing. The average score results from the limited trial were 81% in the category "Very Eligible". In addition, the media developed from pre-test and post-test score data. The N-Gain score results obtained on the werewolf game media to improve social skills were 57,9% which means that the media developed is in the moderate or quite effective category. It can be concluded that the development of werewolf games to improve social skills can be an innovation in Guidance and Counseling media that can be implemented by Guidance and Counseling teachers in school.</em></p> 2025-11-07T09:23:18+00:00 ##submission.copyrightStatement## http://jurnal.stkipbima.ac.id/index.php/GW/article/view/3491 Profil Perilaku Prososial Antar Teman Sebaya di SMAN 94 Jakarta 2025-11-07T10:14:14+00:00 Rahmania Miftahul Jannah 2001rahmania@gmail.com Alfiandy Warih Handoyo 2001rahmania@gmail.com Putri Dian Dia Conia 2001rahmania@gmail.com <p><em>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran perilaku prososial siswa di SMAN 94 Jakarta. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah penelitian deskriptif kuantitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan pada penelitian ini menggunakan angket perilaku prososial antar teman sebaya. Partisipan pada penelitian ini yaitu seluruh siswa di SMAN 94 Jakarta yang berjumlah 630 siswa. Hasil penelitian menunjukan bahwa gambaran perilaku prososial siswa terbagi menjadi tiga kategorisasi, yaitu tinggi dengan jumlah presentase 42,5%, kategori sedang dengan presentase 57,5%, dan kategori rendah dengan jumlah presentase 0%. Berdasarkan hasil penelitian yang telah didapatkan diperlukan adanya upaya untuk lebih meningkatkan perilaku prososial bagi siswa yang masuk dalam kategori sedang. Upaya tersebut akan diimplikasikan dalam pembuatan layanan program BK pribadi-sosial untuk meningkatkan perilaku prososial siswa.</em></p> 2025-11-07T10:14:14+00:00 ##submission.copyrightStatement## http://jurnal.stkipbima.ac.id/index.php/GW/article/view/3463 Hubungan Intimate Friendship dengan Self Disclosure pada Remaja 2025-11-07T10:23:34+00:00 Gahara Kusuma Salsabila gaharakusumasalsabila@gmail.com Evi Afiati gaharakusumasalsabila@gmail.com Putri Dian Dia Conia gaharakusumasalsabila@gmail.com <p>This study aims to determine whether there is a relationship between the intimate friendship variable and the self-disclosure variable in adolescents at SMAN 2 Kota Serang. The method used is a quantitative approach with correlational techniques. Data were collected through a questionnaire based on eight dimensions of intimate friendship according to Sharabany (2008) and five aspects of self-disclosure according to Devito (2011, in Eka, 2024). A total of 240 students were randomly selected using random sampling techniques. The results of the analysis showed a correlation of 0.784 between intimate friendship and self-disclosure, and a significance level &lt; 0.05 is 0.000. So it can be indicated that there is a strong relationship in the interpretation of the r value, meaning that the relationship is positive and significant between the two variables, which is 78.4%.</p> 2025-11-07T10:23:34+00:00 ##submission.copyrightStatement## http://jurnal.stkipbima.ac.id/index.php/GW/article/view/3317 Peran Pencak Silat dalam Membentuk Karakter Disiplin Siswa Thai Assa-Adah Narathiwat 2025-11-07T10:54:15+00:00 Adi Nur Ali adiali1207@gmail.com Muhammad Bahrul Ulum Mubarok adiali1207@gmail.com <p><em>This study examines the role of pencak silat in shaping the character of discipline of students at Madrasah Assa-Adah, Narathiwat, Thailand, through a humanistic education perspective. Using a qualitative phenomenological method, this study involved participant observation, in-depth interviews, and document analysis. The informants in this study were 5 active students, 2 pencak silat trainers, and 3 assistant teachers. Observations were conducted for four weeks in stages. The results of the study indicate that pencak silat fosters discipline not only through structured physical training, but also through consistent reinforcement of moral values ​​such as responsibility, respect, and self-control. This training encourages students' punctuality, perseverance, and commitment, which translates into improved academic and social behavior. In addition, pencak silat fosters emotional intelligence and cooperation, providing space for self-actualization and character building in line with humanistic theory. These results confirm that pencak silat is not only a physical activity but a holistic educational tool that effectively internalizes discipline and moral development in the school environment. This study contributes to strengthening the theory of character building through non-formal education and local culture approaches. These findings indicate that pencak silat as a cultural heritage not only functions as physical exercise, but also as a natural medium to internalize values. The results of this study can be a reference for educational policies and programs in Islamic boarding schools and schools, especially in strengthening students' character education through physical-cultural activities.</em></p> 2025-11-07T10:54:15+00:00 ##submission.copyrightStatement## http://jurnal.stkipbima.ac.id/index.php/GW/article/view/2340 Pengaruh Bimbingan Kelompok dengan Teknik Self Management Terhadap Kecanduan Game Online Siswa Kelas XII MAN 1 Kota Semarang 2025-11-07T11:07:23+00:00 Khoirunniswah Khoirunniswah khoirunniswah88@gmail.com Siti Fitriana sitifitriana@upgris.ac.id Ismah Ismah khoirunniswah64@gmail.com <p><em>Latar belakang yang mendorong penelitian ini adalah banyaknya siswa yang bermain game online dimanapun dan kapanpun bahkan saat di dalam kelas sekalipun. Permasalahan dalam penelitian ini adalan apakah bimbingan kelompok dengan teknik self management berpengaruh terhadap kecanduan game online pada siswa?. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dalam bentuk true eksperimental design dengan desain penelitian pre-test post-test control group design. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas XII MAN 1 Kota Semarang, dan sampel yang diambil sebanyak 36 siswa dari kelas XII MIPA 4 dengan menggunakan teknik random sampling berbentuk cluster random sampling. Data dalam penelitian ini diperoleh melalui pre-test, post-test, dan observasi Hasil analisis angket kecanduan game online berdasarkan uji hipotesis diketahui bahwa 0.000 &lt; 0,05 maka ada pengaruh bimbingan kelompok teknik self management terhadap kecanduan game online siswa kelas XII MAN 1 Kota Semarang.</em></p> 2025-11-07T11:07:23+00:00 ##submission.copyrightStatement## http://jurnal.stkipbima.ac.id/index.php/GW/article/view/3993 Implementation of multicultural counseling as effort to prevent social conflict at SMAN 1 Tuntang 2025-11-07T11:14:38+00:00 Melina Widyawati melinawidya24@gmail.com Niken Ayu Syaharani melinawidyawati24@gmail.com Mashlihatul Umami melinawidya24@gmail.com <p><em>Studi ini meneliti bagaimana konseling multikultural digunakan untuk mencegah konflik sosial di SMAN 1 Tuntang. Latar belakang penelitian ini adalah keanekaragaman budaya dan agama siswa serta guru, yang dapat memberikan peluang dan hambatan untuk penyediaan layanan konseling di sekolah. Studi ini menggunakan metodologi kualitatif deskriptif. Metode purposive sampling digunakan untuk mendapatkan sumber data dari tiga guru Bimbingan dan Konseling. Setelah melakukan wawancara mendalam, data dikumpulkan dan dianalisis secara deskriptif untuk menentukan bagaimana nilai multikultural diterapkan dalam layanan konseling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa layanan konseling multikultural belum sepenuhnya diterapkan di SMAN 1 Tuntang. Namun, penggunaan &nbsp;strategi yang menghargai keragaman, menumbuhkan empati, dan memahami perbedaan budaya sudah dilakukan selama proses konseling berlangsung. Keberagaman budaya siswa dapat membantu meningkatkan toleransi dan sikap saling menghormati. Namun, itu juga menjadi tantangan bagi konselor karena memerlukan penyesuaian pendekatan terhadap perbedaan latar belakang dan nilai siswa. Pengaplikasian konseling multikultural sangat penting untuk mencegah konflik sosial di lingkungan sekolah karena membangun nilai empati dan penghargaan terhadap perbedaan. Diharapkan bahwa penelitian ini akan berfungsi sebagai referensi untuk mengembangkan layanan konseling yang adil dan inklusif di sekolah yang memiliki berbagai jenis siswa.</em></p> 2025-11-07T11:14:38+00:00 ##submission.copyrightStatement## http://jurnal.stkipbima.ac.id/index.php/GW/article/view/3988 The Forgiveness Process for Students Who Were Victims of Bullying at SMP Negeri 1 Mangunreja 2025-11-07T11:54:13+00:00 Cucu Arumsari fauziahgunawanhilma@gmail.com Dewang Sulistiana fauziahgunawanhilma@gmail.com Hilma Fauziah G fauziahgunawanhilma@gmail.com <p><em>This study aims to understand the process of forgiveness among students who have experienced bullying at SMP Negeri 1 Mangunreja. Forgiveness is an essential aspect of emotional recovery, which helps reduce anger and hatred while rebuilding the individual’s psychological balance. This research employed a qualitative narrative approach to explore the subjective experiences of students in forgiving their bullies. Data were collected through in-depth interviews with a primary participant (the bullying victim) and two supporting informants: a guidance and counseling teacher and a close friend. The data analysis involved three stages: data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings reveal that the process of forgiveness occurs through four main stages: (1) emotional wounds and psychological impacts of bullying; (2) self-reflection and awareness of the meaning of forgiveness; (3) social support as a factor of recovery; and (4) forgiveness as a form of growth and inner peace. These stages describe a complex emotional journey toward acceptance and self-healing. Forgiveness emerges as an act of self-empowerment influenced by social support, spiritual values, and counseling guidance. This study contributes to the field of guidance and counseling by highlighting forgiveness-based counseling as an effective intervention strategy for students who experience bullying.</em></p> 2025-11-07T11:54:13+00:00 ##submission.copyrightStatement## http://jurnal.stkipbima.ac.id/index.php/GW/article/view/4013 Bimbingan Klasikal Dalam Meningkatkan Pemahaman Dampak Handphone Pada Siswa Kelas VIII 2025-11-07T12:06:32+00:00 Angelaria Safira Densy safiradensi@gmail.com Stefanus Lio liostef@yahoo.com <p><em>Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas layanan bimbingan klasikal dalam meningkatkan pemahaman siswa terhadap dampak penggunaan handphone. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian lapangan (field research) dengan rancangan deskriptif kualitatif. Peneliti berperan langsung sebagai pelaksana layanan informasi sekaligus sebagai instrumen utama penelitian (human instrument). Subjek penelitian terdiri atas 28 siswa kelas VIII. Teknik pengumpulan data meliputi observasi langsung terhadap aktivitas siswa selama pelaksanaan layanan, serta dokumentasi yang mencakup media layanan seperti PowerPoint (PPT), gambar, video, lembar kerja peserta didik (LKPD), dan instrumen evaluasi hasil maupun proses. Analisis data dilakukan secara deskriptif melalui tiga tahapan, yaitu: (1) reduksi data, yakni memilah dan menyeleksi informasi penting dari hasil observasi; (2) penyajian data, yaitu menyusun data ke dalam uraian naratif sesuai tahapan layanan; dan (3) penarikan kesimpulan berdasarkan pola dan temuan yang muncul selama kegiatan berlangsung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa layanan bimbingan klasikal efektif dalam meningkatkan pemahaman siswa kelas VIII mengenai dampak positif dan negatif penggunaan handphone, sekaligus menumbuhkan sikap bijak dalam pemanfaatannya. Melalui pendekatan partisipatif yang melibatkan penggunaan media visual, diskusi kelompok, dan refleksi pribadi, siswa menunjukkan antusiasme tinggi dengan tingkat partisipasi aktif mencapai 82%, serta peningkatan pemahaman konsep hingga 85% berdasarkan hasil evaluas.</em></p> 2025-11-07T12:06:32+00:00 ##submission.copyrightStatement## http://jurnal.stkipbima.ac.id/index.php/GW/article/view/4052 Layanan Konseling Kelompok Islami Berbasis Pendekatan Cognitive Behavioral Therapy 2025-11-14T10:21:02+00:00 Ade Rovita Nora adenora71@guru.smp.belajar.id Darimis Darimis adenora71@guru.smp.belajar.id <p><em>Artikel ini merupakan pengembangan model layanan konseling kelompok Islami berbasis Cognitive Behavioral Therapy (CBT) sebagai upaya integratif antara pendekatan psikologis dan nilai-nilai spiritual Islam. Melalui metode studi kepustakaan, penelitian ini menelaah berbagai sumber ilmiah, Al-Qur’an, dan hadis untuk merumuskan kerangka teoritis yang holistik. Hasil kajian menunjukkan bahwa </em><em>penggabungan nilai-nilai Islam seperti tawakkul, sabr, syukur, husnuzan, dan muhasabah dalam teknik-teknik CBT mampu memperkuat perubahan pikiran, perilaku, dan spiritual individu. Layanan ini dilaksanakan melalui lima tahapan utama—pra kelompok, transisi, kerja, konsolidasi, dan terminasi dengan penerapan teknik seperti Cognitive Restructuring berbasis tauhid dan Mindfulness berbasis dzikir. Integrasi ini menjadikan konseling lebih bermakna, kontekstual, dan sesuai fitrah manusia, karena tidak hanya membantu individu mengatasi masalah psikologis, tetapi juga menumbuhkan kesadaran spiritual menuju kesejahteraan mental dan kedekatan dengan Allah SWT.</em></p> 2025-11-14T10:21:01+00:00 ##submission.copyrightStatement## http://jurnal.stkipbima.ac.id/index.php/GW/article/view/4049 Peran Musik Relaksasi sebagai Intervensi Psikoedukatif dalam Regulasi Emosi Siswa di Era Digital 2025-11-14T10:36:31+00:00 Silvanna Glory Samaliwu 250015301018@student.unm.ac.id Nabilah Nurul Inayah 250015301018@student.unm.ac.id Agus Qomaruzzaman 250015301018@student.unm.ac.id Nurhikmah H 250015301018@student.unm.ac.id Citra Prasiska Puspita Tohamba 250015301018@student.unm.ac.id Abdul Hakim 250015301018@student.unm.ac.id <p>Perkembangan teknologi digital berdampak signifikan terhadap kesejahteraan emosional siswa yang menghadapi tekanan akademik dan sosial. Regulasi emosi menjadi keterampilan penting untuk menjaga keseimbangan psikologis di tengah pembelajaran digital. Penelitian ini bertujuan menelaah peran musik relaksasi sebagai intervensi psikoedukatif dalam meningkatkan regulasi emosi siswa di era digital. Metode penelitian menggunakan <em>Systematic Literature Review</em> (SLR) dengan analisis isi berdasarkan panduan PRISMA. Hasil kajian menunjukkan bahwa musik relaksasi efektif sebagai strategi psikoedukatif untuk membantu siswa mengelola emosi, menurunkan stres, serta meningkatkan kesadaran diri dan empati. Musik bertempo lambat terbukti menstabilkan kondisi fisiologis dan psikologis, sementara penerapan melalui platform digital memperluas akses intervensi bagi siswa generasi modern. Dengan demikian, musik relaksasi berfungsi tidak hanya sebagai sarana terapeutik, tetapi juga sebagai media pembelajaran emosional berbasis teknologi yang adaptif dan menarik. Penelitian ini merekomendasikan pengembangan model psikoedukatif berbasis musik relaksasi yang sesuai dengan karakteristik siswa digital serta budaya sekolah Indonesia.</p> 2025-11-14T10:36:31+00:00 ##submission.copyrightStatement## http://jurnal.stkipbima.ac.id/index.php/GW/article/view/4041 Dampak Penggunaan Media Sosial Terhadap Perilaku Remaja Di Desa Nunggi Kac.Wera 2025-11-14T11:49:19+00:00 Nur Syariful Amin nursyarifulamin_bk@stkipbima.ac.id Sarbudin Sarbudin amin.stkipbima@gmail.com Muhamadiah Muhamadiah amin.stkipbima@gmail.com Sulistia Indah amin.stkipbima@gmail.com Israfil Israfil amin.stkipbima@gmail.com <p style="text-align: justify;"><em>Perkembangan teknologi informasi telah membawa perubahan besar terhadap pola komunikasi dan interaksi sosial remaja, terutama melalui penggunaan media sosial. Media sosial yang awalnya berfungsi sebagai sarana komunikasi dan berbagi informasi, kini juga memengaruhi perilaku, moral, serta kedisiplinan remaja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak penggunaan media sosial terhadap perilaku remaja di Desa Nunggi Kecamatan Wera Kabupaten Bima NTB. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi terhadap remaja, orang tua, dan tokoh masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar remaja menggunakan media sosial seperti Facebook, WhatsApp, dan Instagram selama lebih dari empat jam per hari. Media sosial memberikan dampak positif berupa peningkatan wawasan, kemampuan komunikasi, dan akses informasi, namun juga menimbulkan dampak negatif seperti penurunan motivasi belajar, lemahnya kedisiplinan ibadah, serta munculnya perilaku konsumtif dan ketergantungan digital. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa dampak media sosial bersifat dua arah, bergantung pada tingkat kontrol diri, bimbingan keluarga, dan lingkungan sosial yang mendukung penggunaan media secara bijak.</em></p> 2025-11-14T11:49:19+00:00 ##submission.copyrightStatement## http://jurnal.stkipbima.ac.id/index.php/GW/article/view/4080 Analisis Potensi Diri Melalui Tes Bakat Dan Tes Minat Siswa SMA Negeri 1 Kota Bima Tahun 2025 2025-11-20T16:57:36+00:00 Juanda Juanda Juandamansyur707@gmail.com Ulfatul Mutahidah Juandamansyur707@gmail.com <p><em>Dalam rangka penjurusan siswa di sekolah, tes bakat dan tes Minat Jabatan siswa berperan penting. Namun mayoritas siswa bahkan pihak sekolah belum memahami fungsi memaksimalkan potensi melalui tes untuk mengidentifikasi bakat dan potensi siswa agar penempatan siswa sesuai dengan kemampuan dan minatnya masing-masing. Kegiatan tes minat dan bakat ini dilakukan di SMA negeri 1 Kota Bima sebagai salah satu sekolah yang rutin menyelenggarakan tes minat dan bakat untuk penempatan siswa pada jurusan IPA, IPS dan Bahasa serta untuk menentukan siswa pada kelas akselerasi /Kelas SKS dan kelas Unggulan. Data hasil tes ini adalah untuk memberikan pemahaman siswa terkait bakat dsn minat yang dimiliki serta melihat deskripsi potensi jurusan sesuai minat dan bakat siswa. Hasil tes minat-bakat yang telah dilakukan menunjukkan gambaran yang normatif, artinya deskripsi bakat- minat siswa sesuai dengan teori dan kemampuan siswa. Taraf potensi umum para siswa di SMA Negeri 1 Kota Bima, juga menunjukkan taraf yang cukup memadai dan sesuai dengan pilihan jurusan yang diinginkan sehingga para siswa dan orangtua&nbsp; mengetahui profil putra dan putrinya untuk melanjutkan ke tingkat pendidikan tinggi (akademi/universitas) sesuai dengan minat dan bakat (kemampuan hususnya).</em><em>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </em></p> 2025-11-20T16:57:36+00:00 ##submission.copyrightStatement## http://jurnal.stkipbima.ac.id/index.php/GW/article/view/4065 Pengaruh Kualitas Tidur Terhadap Prestasi Akademik Siswa Kelas XI MA NU Mranggen 2025-11-26T15:56:45+00:00 Ananda Cahyanie Nugraheni anandacahyanienugraheni@gmail.com Eka Sari Setianingsih anandacahyanienugraheni@gmail.com Primaningrum Dian anandacahyanienugraheni@gmail.com <p><em>Latar belakang yang mendorong penelitian ini adalah ditemukannya permasalahan pada siswa kelas XI MA NU Mranggen, di mana sebagian besar siswa mengaku sering mengalami kelelahan fisik akibat kurang tidur yang berdampak pada penurunan konsentrasi. Berdasarkan survei awal terhadap 155 siswa, ditemukan 109 siswa mengalami gangguan tidur dan 94 siswa menyatakan ketidakpuasan terhadap hasil belajar. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh kualitas tidur terhadap prestasi akademik siswa kelas XI di MA NU Mranggen. Metode penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain ex post facto korelasional. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas XI MA NU Mranggen yang berjumlah 155 siswa, dengan sampel 80 siswa diambil menggunakan Stratified Random Sampling. Data dalam penelitian ini diperoleh melalui angket (kuesioner) dan dianalisis menggunakan analisis korelasi product moment serta regresi linier sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas siswa memiliki kualitas tidur kategori tinggi (61,3%) dan prestasi akademik kategori tinggi (57,5%). Hasil analisis korelasi memperoleh nilai r = 0,507 (p = 0,000 &lt; 0,05), menunjukkan hubungan positif dan signifikan. Uji regresi menghasilkan persamaan Y = 43.524 + 0.618X. Kesimpulannya, terdapat pengaruh positif dan signifikan (p = 0,000). Kualitas tidur berkontribusi sebesar 25,7% terhadap prestasi akademik, dan sisanya 74,3% dipengaruhi faktor lain.</em></p> 2025-11-26T15:56:45+00:00 ##submission.copyrightStatement## http://jurnal.stkipbima.ac.id/index.php/GW/article/view/3995 Layanan Informasi Untuk Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa Kelas XI-G Sma Katolik Giovani Kupang 2025-11-27T07:49:53+00:00 Maria Fransiska Ola mariafransiska256@gmail.com Kristianus Sembiring mariafransiska256@gmail.com Juliani Enni Seran mariafransiska256@gmail.com <p><em>Penelitian ini berfokus pada rendahnya motivasi belajar siswa kelas XI-G di SMA Katolik Giovani Kupang, yang dipengaruhi oleh berbagai faktor internal dan eksternal. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis peran layanan informasi dalam bimbingan dan konseling untuk meningkatkan motivasi belajar siswa. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif, melibatkan 36 siswa, serta pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa layanan informasi secara signifikan meningkatkan motivasi belajar siswa. Siswa merasa lebih memahami tipe gaya belajar mereka dan strategi yang sesuai, yang menyebabkan peningkatan minat dan kemandirian belajar. Selain itu, interaksi positif antara guru dan siswa juga meningkat. Layanan informasi terbukti efektif dalam membantu siswa mengatasi kesulitan belajar dan merencanakan strategi belajar yang lebih baik. Dengan demikian, penelitian ini menyimpulkan bahwa layanan informasi merupakan strategi penting untuk meningkatkan motivasi dan prestasi akademik siswa di SMA Katolik Giovani Kupang.</em></p> 2025-11-27T07:49:53+00:00 ##submission.copyrightStatement## http://jurnal.stkipbima.ac.id/index.php/GW/article/view/4089 Sinergi Administrasi dan Supervisi Pendidikan untuk Meningkatkan Mutu Sekolah Islami di Era Transformasi Digital 2025-12-07T10:48:45+00:00 Mulyadin Mulyadin mande.mulyadin@gmail.com Saifudin Saifudin mande.mulyadin@gmail.com Siti Patimah siti.patimah@uinbanten.ac.id Andi Warisno mande.mulyadin@gmail.com Nurul Hidayati Murtafiah mande.mulyadin@gmail.com A. Gani mande.mulyadin@gmail.com <p><em>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep dan pentingnya sinergi administrasi dan supervisi pendidikan dalam meningkatkan mutu sekolah Islami, mengidentifikasi tantangan dan peluang implementasi di era transformasi digital, merumuskan strategi pengembangan berbasis teknologi digital yang sesuai dengan karakteristik sekolah Islami, serta memberikan rekomendasi praktis bagi pengelola dan pemangku kepentingan sekolah Islami. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus yang dilaksanakan di tiga sekolah Islami terpilih selama enam bulan. Instrumen penelitian meliputi pedoman wawancara mendalam, lembar observasi partisipatif, panduan focus group discussion (FGD), lembar dokumentasi, alat perekam audio-visual, serta catatan lapangan, dengan peneliti sebagai instrumen utama (human instrument). Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam kepada kepala sekolah, wakil kepala sekolah, pengawas, guru, staf administrasi, dan pengelola yayasan, observasi langsung terhadap praktik administrasi dan supervisi, FGD dengan berbagai stakeholder, serta studi dokumentasi terhadap arsip dan dokumen sekolah. Analisis data menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldana meliputi kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dengan verifikasi melalui triangulasi sumber, teknik, dan waktu, member checking, peer debriefing, dan audit trail. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi sinergi administrasi dan supervisi berbasis digital berhasil meningkatkan nilai rata-rata ujian siswa sebesar 8,5%, ketepatan administrasi sebesar 27%, kepuasan guru sebesar 19%, kepuasan orang tua sebesar 18%, dan menghemat waktu administrasi hingga 23%. Tantangan utama yang dihadapi meliputi kesenjangan literasi digital SDM terutama guru senior, keterbatasan infrastruktur dan pendanaan khususnya di daerah suburban dan rural, resistensi terhadap perubahan, kesulitan integrasi sistem, dan keamanan data. Strategi pengembangan yang efektif mencakup pelatihan SDM berkelanjutan, pengembangan SOP digital, kolaborasi dengan stakeholder, monitoring dan evaluasi berkala, upgrade infrastruktur bertahap, serta customisasi platform sesuai kebutuhan Islam. Keunikan sekolah Islami terletak pada integrasi nilai-nilai keislaman dalam sistem digital meliputi konten pembelajaran Islam, reminder ibadah, monitoring hafalan Qur'an, filter konten syariah, dan penerapan adab digital Islami, yang menjadikan teknologi tidak hanya alat efisiensi administratif tetapi juga media penguatan identitas keislaman dan pembentukan karakter Islami siswa.</em></p> 2025-12-07T10:48:45+00:00 ##submission.copyrightStatement## http://jurnal.stkipbima.ac.id/index.php/GW/article/view/4101 Sintesis Model Bimbingan dan Konseling: Mengatasi Kesenjangan Metakognitif untuk Penguatan Self-Regulated Learning. 2025-11-27T08:00:20+00:00 Meita Sulistiyo meitasulistiyo@upi.edu Anerfa Keisya Alifia anerfakei@upi.edu Fauzah Tasyah Junita fauzahtasyaaa@upi.edu Nisrina Nurul Hadi nisrinaninis@upi.edu Zalfa Imtinan zalfaimtinan@upi.edu Ahman Ahman ahman@upi.edu Ibrahim Al Hakim ibrahimalhakim@upi.edu <p>Pembelajaran merupakan proses kompleks yang menghasilkan perubahan perilaku dan pengetahuan melalui interaksi peserta didik, pendidik, lingkungan, serta unsur manusiawi dan material. Abad-21 menuntut kecakapan 6C yang dapat diperkuat melalui Self-Regulated Learning (SRL) dan Metakognisi sebagai fondasi kemandirian belajar. Penelitian ini menggunakan metode systematic literature review untuk menghimpun, menilai, dan mensintesis temuan mengenai peran Metakognisi dalam menggerakkan SRL serta implikasinya bagi pengembangan layanan Bimbingan dan Konseling (BK). Analisis dilakukan terhadap kajian ilmiah berupa buku dan artikel terakreditasi dari berbagai bank data seperti SINTA, ResearchGate, PubMed, Scopus, dan Google Books. Hasil kajian menunjukkan bahwa Metakognisi berperan sentral dalam siklus Self-Regulated Learning: Forethought, Performance, dan Reflection yang mendukung motivasi, kesadaran diri, pemantauan belajar, dan refleksi siswa. Berdasarkan sintesis tersebut, dikonstruksi Model Layanan Bimbingan dan Konseling berbasis Self-Regulated Learning berbasis yang mengintegrasikan layanan klasikal, kelompok, dan individual secara sistematis. Model ini bersifat proaktif, kontekstual, dan dirancang untuk menguatkan metakognisi serta keterampilan sosial-emosional, sehingga mampu mendukung pendidikan holistik, pengambilan keputusan matang, dan keberhasilan belajar siswa secara berkelanjutan.</p> 2025-11-27T08:00:20+00:00 ##submission.copyrightStatement## http://jurnal.stkipbima.ac.id/index.php/GW/article/view/4105 Penggunaan Konseling Cognitive Behavioral Therapy (CBT) Teknik Self Instructions Untuk Mengurangi Kejenuhan Belajar Peserta didik di SMAN 1 Sanggar 2025-11-27T08:07:45+00:00 Atiatun Rahmania atiatunrhmniaaa@gmail.com Nasution Nasution atiatunrhmniaaa@gmail.com Nurhayati Nurhayati atiatunrhmniaaa@gmail.com Nurrahmania Nurrahmania atiatunrhmniaaa@gmail.com Israfil Israfil atiatunrhmniaaa@gmail.com Irham Irham atiatunrhmniaaa@gmail.com <p><em>Kondisi remaja era sekarang yang gandrung menggunakan media sosial telah menyita waktu dan energi. Kondisi tersebut juga menimbulkan kelelahan fisik dan psikis sehingga berdampak pada jenuh dalam kegiatan belaja. Penelitian ini bertujuan membantu menurunkan kejenuhan belajar peserta didik menggunakan CBT teknik self-instructions. Teknik ini, melatih peserta didik untuk mengenali dan menantang pikiran-pikiran yang merugikan, dan menggantinya dengan pernyataan yang lebih konstruktif dan memberdayakan. Tujuan dari penerapan teknik self-instructions adalah untuk meningkatkan motivasi, memperbaiki pola pikir, dan mengurangi perasaan kejenuhan yang dialami selama proses belajar. Kejenuhan belajar adalah kondisi psikologis yang ditandai oleh kebosanan, kehilangan minat, dan penurunan motivasi belajar</em><em>. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif teknik single subject design, dengan sampel 10 peserta didik yang di pilih melalui purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner penilaian diri untuk mengukur tingkat kejenuhan belajar sebelum dan sesudah intervensi. Intervensi dilakukan selama enam sesi, di mana peserta didik untuk mengelola pikiran negatif dan meningkatkan motivasi belajar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi penurunan signifikan dalam tingkat kejenuhan belajar peserta didik setelah penerapan teknik self-instructions. Rata-rata skor kejenuhan sebelum intervensi adalah 33,4, sedangkan setelah intervensi menurun menjadi 28,8. Hasil analisis statistik menggunakan uji t menunjukkan nilai t sebesar 5,225 dengan p-value &lt; 0,001, yang mengindikasikan bahwa teknik self-instructions efektif untuk mengurangi kejenuhan belajar</em><em>.</em></p> 2025-11-27T08:07:45+00:00 ##submission.copyrightStatement## http://jurnal.stkipbima.ac.id/index.php/GW/article/view/4114 Efektivitas Teknik Journaling Dalam Mereduksi Perasaan Kesepian (Loneliness) Pada Anak Tunggal Usia Remaja Di Sma Negeri 1 Kabupaten Tangerang 2025-12-01T10:03:34+00:00 Yohana Tiofani Limbong tifannyohana@gmail.com Siti Muhibah tifannyohana@gmail.com Alfiandy Warih Handoyo tifannyohana@gmail.com <p><em>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas teknik journaling dalam mereduksi perasaan kesepian pada anak tunggal usia remaja di SMA Negeri 1 Kabupaten Tangerang. Latar belakang penelitian ini didasari oleh tingginya kecenderungan kesepian pada anak tunggal akibat keterbatasan hubungan sosial dengan saudara kandung. Teknik journaling digunakan sebagai bentuk intervensi ekspresif untuk membantu individu mengenali, mengekspresikan, dan mengelola emosi secara adaptif. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan Single Subject Research (SSR) desain A-B-A, melibatkan lima siswa anak tunggal yang dipilih melalui purposive sampling. Instrumen yang digunakan ialah UCLA Loneliness Scale berdasarkan teori Russell (1996). Intervensi dilakukan melalui tujuh sesi journaling yang mencakup refleksi diri, afirmasi positif, dan rasa syukur. Hasil penelitian menunjukkan adanya penurunan signifikan tingkat kesepian setelah penerapan teknik journaling. Peserta menunjukkan peningkatan kesadaran diri, kemampuan mengelola emosi, dan hubungan sosial yang lebih positif. Dengan demikian, journaling terbukti efektif sebagai teknik konseling untuk mereduksi perasaan kesepian pada anak tunggal remaja, serta dapat dijadikan alternatif intervensi dalam layanan bimbingan dan konseling di sekolah.</em></p> 2025-12-01T10:03:34+00:00 ##submission.copyrightStatement## http://jurnal.stkipbima.ac.id/index.php/GW/article/view/4109 Pengaruh Kelekatan Orang Tua Terhadap Self Efficacy Siswa SMAN Kota Banjar 2025-12-01T10:14:06+00:00 Silmi Rifdatul Jahra silmirifdatul08@gmail.com Cucu Arumsari maulidaawalia217@gmail.com Agung Nugraha maulidaawalia217@gmail.com <p><em>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan kelekatan orang tua dan self-efficacy berdasarkan jenis kelamin. pada siswa kelas XI SMA Negeri di Kota Banjar tahun ajaran 2024/2025.Pendekatan kuantitatif Korelasional Determinasi digunakan dengan sampel 280 siswa yang dipilih melalui teknik simple random sampling dari populasi 939 siswa. Data dikumpulkan menggunakan dua angket (masing-masing 25 aitem): skala kelekatan orang tua (adaptasi IPPA Armsden &amp; Greenberg, 1987 serta Firdausya Rahmatika) dan skala self-efficacy (adopsi Maria Illena Karrel, 2023 serta panduan Bandura, 2006). Analisis dilakukan menggunakan statistik deskriptif, korelasi Pearson, dan regresi linier sederhana. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan positif signifikan antara kelekatan orang tua dan self-efficacy, meskipun tingkat pengaruhnya tergolong rendah. Temuan ini menegaskan bahwa relasi emosional dalam keluarga tetap berperan dalam membangun keyakinan diri remaja, namun faktor lain di luar keluarga juga perlu dipertimbangkan. &nbsp;Direkomendasikan layanan bimbingan konseling berbasis Cognitive Behavioral Therapy (CBT) yang melibatkan keluarga.</em></p> 2025-12-01T10:14:06+00:00 ##submission.copyrightStatement## http://jurnal.stkipbima.ac.id/index.php/GW/article/view/4108 Pengaruh Growth Mindset Terhadap Efikasi Diri Mahasiswa Bimbingan dan Konseling UMTAS 2025-12-01T10:24:32+00:00 Maulida Awalia maulidaawalia1904@gmail.com Dewang Sulistiana maulidaawalia217@gmail.com Agung Nugraha maulidaawalia217@gmail.com <p><em>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh growth mindset terhadap efikasi diri pada mahasiswa Bimbingan dan Konseling di Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain determinasi. Populasi pada penelitian ini 378 mahasiswa, sementara pengambilan sampel menggunakan random sampling menggunakan rumus slovin untuk menentukan jumlah sampel, yaitu berjumlah 194 mahasiswa. Instrumen penelitian berupa skala guttman untuk mengukur sikap dan skala likert untuk mengukur persepsi mahasiswa Bimbingan dan Konseling. Analisis data dilakukan dengan uji regresi sederhana untuk mengetahui pengaruh dari kedua variabel. Hasil penelitian menunjukan bahwa; Adanya pengaruh growth mindset terhadap efikasi diri, terdapat perbedaan kedua variabel dari masing masing kriteria &nbsp;jenis kelamin, adanya hubungan signifikan dari kedua variabel tersebut. Artinya semakin tinggi growth mindset paa mahasiswa, semakin meningkat pula efikasi diri </em></p> 2025-12-01T10:24:32+00:00 ##submission.copyrightStatement##