GUIDING WORLD (BIMBINGAN DAN KONSELING)
http://jurnal.stkipbima.ac.id/index.php/GW
<p>Guiding World : Jurnal Bimbingan dan Konseling sebagai media publikasi ilmiah dalam pengkajian dan pengembangan Ilmu Bimbingan dan Konseling. Guiding World : Jurnal <br> Bimbingan dan Konseling memuat tulisan ilmiah berupa artikel konseptual, hasil penelitian maupun isu-isu aktual yang relevan dalam Bimbingan dan Konseling.<br> Setiap manuskrip yang dikirimkan akan ditinjau oleh setidaknya dua peer-reviewer menggunakan metode double-blind review. Guiding World : Jurnal Bimbingan dan Konseling diterbitkan dua kali dalam setahun (Mei dan November) oleh Program Studi Bimbingan dan Konseling Universitas Nggusuwaru Bima. Jurnal ini terdaftar di sistem <a href="http://jurnal.stkipbima.ac.id/index._php/GW/index">http://jurnal.stkipbima.ac.id/index._php/GW/index</a> dengan prefiks Digital Object Identifier (DOI) 10.33627. Guiding World : Jurnal Bimbingan dan Konseling menerbitkan artikel tentang praktik, teori, dan penelitian di semua bidang Bimbingan dan Konseling juga pendidikan terkait Bimbingan dan Konseling.</p>Program Studi Bimbingan dan Konselingen-USGUIDING WORLD (BIMBINGAN DAN KONSELING)2614-3585Penerapan Project-based Assessment Berbasis Pohon Media Bimbingan dan Konseling untuk Meningkatkan Student Engagement Mahasiswa Universitas Nggusuwaru
http://jurnal.stkipbima.ac.id/index.php/GW/article/view/4361
<p>Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan project-based assessment berbasis pohon media bimbingan dan konseling sebagai upaya meningkatkan student engagement mahasiswa pada mata kuliah media bimbingan dan konseling semester 3 di Universitas Nggusuwaru. Rendahnya student engagement mahasiswa terlihat pada ketidakhadiran, sering terlambat, dan kurangnya antusias saat pembelajaran. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan project-based assessment berupa pembuatan produk pohon media bimbingan dan konseling mampu meningkatkan student engagement secara behavioral, kognitif, dan emosional. Kebebasan memilih topik dan berkereasi dalam pembuatan pohon media bimbingan dan konseling, mendorong mahasiswa menjadi aktif dalam pembelajaran.</p> <p>Kata Kunci: project-based assessment, pohon media bimbingan dan konseling, student engagement</p>ulfatul mutahidahFaijin FaijinNur Syariful AminIrham IrhamMuhamadiah Muhamadiah
##submission.copyrightStatement##
2026-05-022026-05-02911710.33627/gw.v9i1.4361Implementasi Trait and Factor dalam Bimbingan Kelompok Kelas XII MAN 2 Brebes
http://jurnal.stkipbima.ac.id/index.php/GW/article/view/4324
<p>Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan penggunaan pendekatan Trait and Factor dalam layanan bimbingan kelompok dengan tujuan membantu siswa kelas XII di MAN 2 Brebes dalam meningkatkan kemampuan merencanakan serta mengambil keputusan mengenai karier mereka. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif. Subjek penelitian terdiri dari delapan siswa yang dipilih menggunakan teknik sampling purposive berdasarkan kebutuhan akan layanan perencanaan karir. Data dikumpulkan dengan cara observasi partisipatif, wawancara semi-terstruktur, serta dokumentasi. Layanan dilaksanakan dalam dua sesi dengan menerapkan teknik Lima Jari dan Pohon Harapan, yang dirancang berdasarkan prinsip kecocokan antara karakteristik individu dan tuntutan lingkungan karir. Analisis data dilakukan dengan menggunakan model interaktif yang mencakup proses reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan analisis tersebut diuji melalui triangulasi sumber dan metode. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum pelayanan diberikan, beberapa siswa belum mampu mengenali secara jelas minat, bakat, dan kemampuan mereka serta masih meragukan dalam memutuskan jurusan studi lanjut. Setelah menggunakan layanan tersebut, para siswa menunjukkan perbaikan dalam memahami diri sendiri, kemampuan menghubungkan potensi pribadi dengan pilihan jurusan, dan peningkatan rasa percaya diri dalam menjaga keputusan karir yang telah dipilih. Temuan tersebut menunjukkan bahwa keberhasilan layanan tidak secara otomatis diwujudkan melalui perubahan jurusan yang dilakukan, tetapi lebih terlihat dari peningkatan kemantapan dan kematangan dalam proses pengambilan keputusan karir. Pendekatan Trait and Factor melalui bimbingan kelompok telah terbukti relevan diterapkan dalam konteks madrasah aliyah guna mendukung persiapan siswa dalam menghadapi perpindahan ke pendidikan tinggi.</p>Felicia Dwi AndiniNur Azizah
##submission.copyrightStatement##
2026-05-022026-05-029181610.33627/gw.v9i1.4324Pengaruh Konseling Kelompok CBT Dengan Teknik Self-Monitoring Untuk Mengurangi Impulsive Buying Pada Siswa SMP
http://jurnal.stkipbima.ac.id/index.php/GW/article/view/4350
<p><em>Fenomena impulsive buying pada siswa sekolah menengah pertama semakin meningkat akibat paparan media sosial dan pengaruh teman sebaya yang mendorong pembelian spontan tanpa pertimbangan rasional. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh teknik self-monitoring dalam konseling kelompok Cognitive Behavioral Therapy (CBT) terhadap perilaku impulsive buying pada siswa SMP.Penelitian ini menggunakan metode quasi-eksperimen dengan desain One Group Pretest-Posttest. Subjek penelitian berjumlah lima siswa kelas VIII SMP Negeri 12 Kota Bengkulu yang memiliki tingkat impulsive buying tinggi dan dipilih melalui teknik purposive sampling. Instrumen yang digunakan adalah skala impulsive buying yang dikembangkan oleh Rook dan Fisher (1995) dengan reliabilitas α = 0.88. Data dianalisis menggunakan uji Paired Sample t-test dengan bantuan SPSS versi 25. Hasil penelitian menunjukkan adanya penurunan signifikan skor impulsive buying setelah intervensi, dari rata-rata 37.00 pada pretest menjadi 19.00 pada posttest, dengan selisih 18.00 poin. Uji paired sample t-test menunjukkan perbedaan yang signifikan (t = 5.779; df = 4; p = 0.004; p < 0.05).Temuan ini menunjukkan bahwa konseling kelompok CBT dengan teknik self-monitoring efektif dalam mengurangi perilaku impulsive buying serta membantu siswa meningkatkan kesadaran diri, pengendalian diri, dan pengambilan keputusan yang lebih rasional dalam situasi konsumsi.</em></p>Soneta SitohangArsyadani MishbahuddinMayang T Afriwilda
##submission.copyrightStatement##
2026-05-022026-05-0291172610.33627/gw.v9i1.4350Efektivitas Konseling Kelompok Berbasis Art Therapy Untu Meningkatkan Forgiveness Pada Siswa Broken Home
http://jurnal.stkipbima.ac.id/index.php/GW/article/view/4381
<p>Fenomena <em>broken home</em> dapat berdampak pada kondisi emosional siswa, salah satunya rendahnya kemampuan memaafkan (<em>forgiveness</em>). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas konseling kelompok berbasis <em>art therapy</em> dalam meningkatkan <em>forgiveness</em> pada siswa <em>broken home</em> di salah satu SMP Negeri di Kota Bengkulu. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain eksperimen semu (<em>one group pretest–posttest design</em>). Partisipan penelitian berjumlah lima siswa yang dipilih menggunakan teknik <em>purposive sampling.</em> Instrumen penelitian menggunakan skala <em>forgiveness</em> berdasarkan teori McCullough yang telah diadaptasi serta divalidasi ke dalam konteks Indonesia oleh Ivan Muhammad Agung dengan reliabilitas 0,87. Intervensi dilaksanakan dalam lima sesi konseling kelompok dengan memanfaatkan kegiatan seni sebagai media ekspresi emosi. Hasil analisis menunjukkan adanya peningkatan skor <em>forgiveness</em> setelah mengikuti konseling kelompok berbasis art therapy. Hasil uji paired sample t-test menunjukkan perbedaan yang signifikan antara skor <em>pretest</em> dan <em>posttest</em> (p < 0,05. Temuan ini menunjukkan bahwa konseling kelompok berbasis <em>art therapy</em> efektif dalam membantu siswa mengekspresikan emosi, mengembangkan empati, serta meningkatkan kemampuan memaafkan. Dengan demikian, pendekatan ini dapat menjadi alternatif layanan bimbingan dan konseling untuk mendukung perkembangan emosional siswa yang berasal dari keluarga <em>broken home</em></p>Muliati Br S MelialaArsyadani MishbahuddinMayang T Afriwilda
##submission.copyrightStatement##
2026-05-022026-05-0291273510.33627/gw.v9i1.4381Korelasi Dukungan Keluarga Dan Keterlibatan Orangtua Dengan Perilaku Ketidakhadiran Siswa
http://jurnal.stkipbima.ac.id/index.php/GW/article/view/4356
<p>Perilaku ketidakhadiran sekolah pada siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) merupakan permasalahan pendidikan yang berkaitan dengan faktor keluarga dan karakteristik individu serta berimplikasi pada keterlibatan belajar, kedisiplinan, dan keberlanjutan pendidikan siswa. Penelitian ini bertujuan menguji hubungan dukungan keluarga dan keterlibatan orang tua dengan perilaku ketidakhadiran sekolah pada siswa SMK dengan mengontrol usia dan jenis kelamin. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Sampel penelitian berjumlah 282 siswa dari empat SMK di Kecamatan Candisari, Kota Semarang, yang dipilih menggunakan teknik proportionate stratified random sampling. Data dikumpulkan menggunakan skala dukungan keluarga, skala keterlibatan orang tua, dan skala ketidakhadiran sekolah yang telah diadaptasi sesuai konteks sampel di Indonesia. Data dianalisis menggunakan regresi hierarkis setelah memenuhi asumsi analisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa usia dan jenis kelamin memiliki peran signifikan terhadap perilaku ketidakhadiran sekolah. Setelah variabel demografis dikontrol, dukungan keluarga memberikan kontribusi tambahan yang signifikan terhadap penjelasan varians ketidakhadiran sekolah sebesar 12% (R = 0,57; p < 0,01). Secara spesifik, dukungan keluarga inti, keluarga besar, serta organisasi atau komunitas sosial berkaitan dengan tingkat ketidakhadiran sekolah yang lebih rendah, sedangkan dukungan informal dari teman sebaya berkaitan dengan tingkat ketidakhadiran sekolah yang lebih tinggi. Sebaliknya, keterlibatan orang tua tidak menunjukkan hubungan yang signifikan dengan perilaku ketidakhadiran sekolah. Temuan ini menegaskan pentingnya penguatan dukungan keluarga yang hangat, dekat, dan konsisten sebagai faktor protektif dalam menekan perilaku ketidakhadiran sekolah pada siswa SMK.</p> <p> </p>Siti Nur AzizahSunawan Sunawan
##submission.copyrightStatement##
2026-05-022026-05-0291364710.33627/gw.v9i1.4356Efektivitas Konseling Person Centered Expressive Art Therapy Terhadap Kesejahteraan Emosional Santri
http://jurnal.stkipbima.ac.id/index.php/GW/article/view/4358
<p><em>This study aimed to examine the effectiveness of Person-Centered Expressive Art Therapy (PCEAT) counseling in improving the emotional well-being of students. Emotional well-being refers to individuals’ affective evaluation of their lives, consisting of positiveaffect and negative affect dimensions. The study employed a quantitative approach using a Single Subject Research (SSR) experimental design with an A-B-A pattern. The participants consisted of three students identified as having low levels of emotional well-being based on the Emotional Well-Being Scale (EWBS) developed by Şimşek (2011). The intervention was conducted through five counseling sessions based on expressive art activities to facilitate the expression and understanding of emotional experiences. Data were analyzed using visual analysis and the Percentage of Non-Overlapping Data (PND) technique to examine changes across baseline and intervention phases. The results indicated an increase in emotional well-being scores among all participants after the intervention. These findings suggest that Person-Centered Expressive Art Therapy is effective in enhancing students’ emotional well-being and can serve as an alternative counseling approach in Islamic boarding school settings. </em></p>Zulfa Nadia Ar-RidlwanyFeida Noor Laila Isti’adahGian Sugiana Sugara
##submission.copyrightStatement##
2026-05-022026-05-0291485610.33627/gw.v9i1.4358Bimbingan Kelompok Menggunakan Teknik Diskusi Sebagai Upaya Meningkatkan Pemahaman Siswa Terhadap Pemanfaatan Gadget Di SMP Negeri 1 Wagir
http://jurnal.stkipbima.ac.id/index.php/GW/article/view/4235
<p><em>Adolescents are the age group with the highest number of social media users, and their use can have both positive and negative impacts on individuals and society (Windari et al., 2021). Gadgets equipped with various applications, such as online games, often attract the attention of children and adolescents, leading them to spend a lot of time playing (Hidayah et al., 2019). The purpose of this study was to determine whether group guidance using discussion techniques could improve students' understanding of gadget use at SMP Negeri 1 Wagir in the 2025/2026 academic year. </em><em>This study used a quantitative approach with experimental methods. The design used in this study was a pre-experimental, one-group pretest-posttest group design. Based on the results of the scale measurement of understanding of gadget use, 10 students were randomly selected into low, medium, and high categories. The instrument used in this study was a scale instrument for understanding gadget use. The data analysis in this study used the Wilcoxon Signed Rank Test, with the Wilcoxon test statistic showing that Zₕᵢₜᵤₙg was -2.803b (2-tailed) at 0.005. Therefore, the Sig. value (2-tailed) of 0.005 <0.05 can be concluded that providing group guidance services using discussion techniques is effective in improving students' understanding of gadget use at SMP Negeri 1 Wagir. Students are expected to have a better understanding of gadget use and its impact if not improved furthermore, future researchers are expected to develop research using discussion techniques to increase the effectiveness of each step of the discussion technique in group guidance activities.</em></p>Adrianus Wopa SilEva Kartika Wulan SariLaily Tiarani Soejanto
##submission.copyrightStatement##
2026-05-022026-05-0291576510.33627/gw.v9i1.4235Pengaruh Gaya Kelekatan Terhadap Ketangguhan Akademik Remaja Akhir Siswa Kelas XI Dan XII SMA Negeri 4 Tasikmalaya
http://jurnal.stkipbima.ac.id/index.php/GW/article/view/4209
<p style="text-align: justify;"><em><span style="font-size: 11.0pt; font-family: 'Trebuchet MS',sans-serif;">Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh gaya kelekatan orang tua terhadap ketangguhan akademik siswa kelas XI dan XII di SMA Negeri 4 Tasikmalaya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Populasi penelitian terdiri dari 576 siswa, dengan jumlah sampel sebanyak 236 siswa yang ditentukan menggunakan rumus Slovin dengan tingkat kesalahan 5% melalui teknik random sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan dua instrumen, yaitu <span style="font-family: 'Trebuchet MS',sans-serif;">Inventory of Parent and Peer Attachment–Revised</span> (IPPA-R) yang dikembangkan oleh Armsden dan Greenberg (2009) untuk mengukur gaya kelekatan orang tua, serta skala ketangguhan akademik yang dikembangkan oleh Muhajirin (2022). Data dianalisis menggunakan analisis statistik deskriptif dan analisis inferensial berupa uji regresi linier sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gaya kelekatan orang tua siswa berada pada kategori sedang hingga tinggi, sedangkan ketangguhan akademik siswa berada pada kategori sedang. Hasil uji regresi menunjukkan bahwa gaya kelekatan orang tua berpengaruh positif dan signifikan terhadap ketangguhan akademik siswa, meskipun kontribusi pengaruhnya relatif kecil. Temuan ini mengindikasikan bahwa kualitas hubungan emosional antara orang tua dan anak tetap berperan dalam mendukung kemampuan siswa menghadapi tekanan akademik, namun ketangguhan akademik juga dipengaruhi oleh faktor internal dan lingkungan sekolah.</span></em></p>Agnia FauziahMuhammad MuhajirinRikha Surtika Dewi
##submission.copyrightStatement##
2026-05-022026-05-0291667110.33627/gw.v9i1.4209Bertahan atau Menyerah: Gambaran Mental Toughness Siswa SMA dalam Menghadapi Tekanan
http://jurnal.stkipbima.ac.id/index.php/GW/article/view/4385
<p><em>enelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tingkat Mental toughness siswa SMA dalam menghadapi tekanan akademik, sosial, dan perkembangan remaja, serta meninjaunya berdasarkan dimensi, tingkat kelas, dan jenis kelamin. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis deskriptif. Subjek penelitian berjumlah 242 siswa SMAN 3 Sidrap berusia 15–18 tahun yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner mental toughness yang diadopsi dari Mental Toughness Questionnaire (MTQ-18) milik Clough, yang mencakup empat dimensi, yaitu control, commitment, challenge, dan confidence. Hasil uji reliabilitas menunjukkan nilai Cronbach’s alpha sebesar 0,714, sehingga instrumen dinyatakan memiliki reliabilitas yang baik. Data dianalisis secara deskriptif dengan bantuan JASP. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mental toughness siswa secara umum berada pada kategori sedang (47,1%), diikuti kategori rendah (37,6%) dan tinggi (15,3%). Pada keempat dimensi, kategori sedang juga mendominasi, yang menunjukkan bahwa ketangguhan mental siswa telah berkembang, tetapi belum optimal. Berdasarkan tingkat kelas, siswa kelas XI dan XII menunjukkan kecenderungan mental toughness yang lebih baik dibandingkan kelas X. Berdasarkan jenis kelamin, siswa laki-laki cenderung memiliki mental toughness lebih tinggi dibandingkan siswa perempuan. Temuan ini menegaskan bahwa mental toughness siswa masih perlu mendapat perhatian serius di sekolah. Oleh karena itu, hasil penelitian ini dapat menjadi dasar bagi penyusunan layanan bimbingan dan konseling yang bersifat preventif dan developmental, khususnya melalui penguatan coping adaptif agar siswa lebih mampu menghadapi tekanan belajar dan sosial, membangun daya tahan psikologis, dan berkembang secara optimal dalam kehidupan sekolah. This study aims to describe the level of mental toughness of high school students in facing academic, social, and adolescent developmental pressures, and to review it based on dimensions, grade level, and gender. The study used a quantitative approach with a descriptive type. The study subjects were 242 students of SMAN 3 Sidrap aged 15–18 years who were selected using a purposive sampling technique. Data collection was carried out through a mental toughness questionnaire adopted from Clough's Mental Toughness Questionnaire (MTQ-18), which covers four dimensions: control, commitment, challenge, and confidence. The results of the reliability test showed a Cronbach's alpha value of 0.714, so the instrument was declared to have good reliability. Data were analyzed descriptively with the help of JASP. The results showed that students' mental toughness was generally in the medium category (47.1%), followed by the low category (37.6%) and high (15.3%). In all four dimensions, the medium category also dominated, which indicates that students' mental toughness has developed, but is not yet optimal. Based on grade level, students in grades XI and XII showed a tendency towards better mental toughness compared to those in grade X. Based on gender, male students tended to have higher Mental toughness than female students. This finding confirms that students' mental toughness still needs serious attention in schools. Therefore, the results of this study can be the basis for the preparation of preventive and developmental guidance and counseling services, especially through strengthening adaptive coping so that students are better able to face learning and social pressures, build psychological resilience, and develop optimally in school life.<br></em></p>Akbar Gibran YusriHenny IndreswariKhairul BariyyahArbin Janu SetyowatiDiniy Hidayatur Rahman
##submission.copyrightStatement##
2026-05-022026-05-0291728410.33627/gw.v9i1.4385Bimbingan Kelompok Teknik Diskusi Untuk Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa SMP
http://jurnal.stkipbima.ac.id/index.php/GW/article/view/4246
<p><em>Motivasi belajar merupakan semua kekuatan pendorong yang terdapat dalam diri siswa yang memicu aktivitas belajar, sehingga keinginan yang diinginkan oleh individu yang belajar dapat terpenuhi. Motivasi belajar adalah kondisi pengajaran yang bisa menggali potensi siswa dan dapat memperkuat semangat belajar serta menghilangkan pandangan bahwa proses pembelajaran bersifat kaku dan membosankan, sehingga menjadi tujuan yang insidental dan sementara. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui apakah bimbingan kelompok dengan teknik diskusi dapat meningkatkan motivasi belajar siswa di SMP Negeri 1 Wagir tahun ajaran 2025/2026. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode eksperimen. Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah Pre-eksperimental, yaitu One-Group Pretest-Postest Group Design. Berdasarkan hasil dari pengukuran skala motivasi belajar, siswa diambil secara acak dengan kategori rendah, sedang dan tinggi yang berjumlah 10 siswa. Instrument yang digunakan dalam penelitian ini adalah skala instrument motivasi belajar. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test dengan hasil test statistik uji Wilcoxon bahwa Zₕᵢₜᵤₙ<sub>g</sub> adalah -2.803<sup>b</sup> (2tailed) sebesar 0,005. Sehingga, nilai Sig. (2-tailed) sebesar 0,005<0,05 maka dapat disimpulkan bahwa pemberian perlakuan layanan bimbingan kelompok teknik diskusi efektif untuk meningkatkan motivasi belajar siswa SMP Negeri 1 Wagir. Untuk peneliti selanjutnya Dapat mengujikan teknik diskusi untuk meningkatkan motivasi belajar pada jenjang SMP dan SMA secara lebih luas. Bagi siswa diharapkan lebih memahami pentingnya motivasi belajar dan dampaknya jika tidak ditingkatkan. Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh ada beberapa siswa yang mempunyai motivasi belajar yang rendah, oleh sebab itu siswa diharapkan untuk lebih memahami pentingnya motivasi belajar agar lebih bermanfaat. Bagi Konselor diharapkan agar dapat mengembangkan teknik diskusi dengan lebih baik lagi dan dapat dijadikan sebagai acuan bahan penelitian untuk masalah yang dihadapi oleh siswa atau subjek lain yang membutuhkan layanan bimbingan dan konseling, karena teknik diskusi terbukti dapat meningkatkan motivasi belajar pada siswa SMPN 1 Wagir.</em></p>Albertus Kimhoa MayabubunRomia Hari SusantiImam Ariffudin
##submission.copyrightStatement##
2026-05-022026-05-0291859310.33627/gw.v9i1.4246Profil Kecerdasan Emosi Siswa SMP PERSIS Gandok Ditinjau dari Jenis Kelamin
http://jurnal.stkipbima.ac.id/index.php/GW/article/view/4203
<p><em>Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan profil kecerdasan emosi siswa SMP PERSIS Gandok ditinjau dari jenis kelamin. Kecerdasan emosi merupakan kemampuan individu dalam mengenali, memahami, dan mengelola emosi diri serta orang lain secara adaptif. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif. Populasi penelitian terdiri atas 81 siswa kelas VII dan VIII SMP PERSIS Gandok, yang meliputi 38 siswa laki-laki dan 43 siswa perempuan. Instrumen penelitian menggunakan skala kecerdasan emosi berdasarkan lima aspek menurut Goleman (1996): kesadaran diri, pengendalian diri, motivasi, empati, dan keterampilan sosial. Data dikumpulkan menggunakan angket tertutup dengan skala Likert dan dianalisis secara deskriptif melalui perhitungan nilai rata-rata dan persentase tiap kelompok gender. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata skor total kecerdasan emosi siswa laki-laki dan perempuan berada pada angka yang sama, yaitu 120, yang tergolong dalam kategori sedang menuju tinggi. Temuan ini menunjukkan bahwa baik siswa laki-laki maupun perempuan memiliki kemampuan yang relatif seimbang dalam mengenali dan mengelola emosi, memahami perasaan orang lain, serta berinteraksi sosial di lingkungan sekolah. Kesetaraan ini mengindikasikan bahwa faktor jenis kelamin tidak menjadi pembeda utama dalam tingkat kecerdasan emosi siswa di SMP PERSIS Gandok.</em></p>Alya Dewi Lailatus SyabinaDewang SulistianaAgung Nugraha
##submission.copyrightStatement##
2026-05-022026-05-02919410010.33627/gw.v9i1.4203Reducing Career Decision-Making Difficulties Through Rational Emotive Behavior Therapy-Based Career Counseling: A Single-Case Research
http://jurnal.stkipbima.ac.id/index.php/GW/article/view/4370
<p><em>Career decision-making difficulty is a psychological barrier experienced by individuals, particularly adolescents, resulting from irrational beliefs and emotional distress that hinder the career exploration process. Research proves that these difficulties are often triggered by irrational thinking patterns and emotional pressures that impede career exploration. Individuals trapped in irrational mindsets tend to experience anxiety and procrastination in decision-making, which negatively impacts their readiness to enter the workforce or higher education.This study reports findings from research using a single-case A-B-A design to analyze the influence of Rational Emotive Behavior Therapy (REBT)-based career counseling in reducing career decision-making difficulties among adolescents. The participants consisted of two vocational high school (SMK) students (n=2) who exhibited high levels of career decision-making difficulty. The REBT-based counseling intervention was administered in six sessions, integrating cognitive restructuring techniques with the stages of career exploration. Self-report data were collected using the Career Decision-Making Difficulties Questionnaire (CDDQ) at pre-, during, and post-intervention time points.Visual analysis revealed that students participating in REBT-based career counseling experienced a significant decrease in career decision-making difficulties during the intervention and throughout the follow-up period. This evidence suggests the potential feasibility of using the REBT approach to help vocational students achieve independence and rationality in career planning.</em></p>Annisa Putri HidayatiAgung NugrahaDewang SulistianaMuhammad Muhajirin
##submission.copyrightStatement##
2026-05-022026-05-029110111110.33627/gw.v9i1.4370Strategi Coping Mahasiswa Program Studi Bimbingan Dan Konseling Angkatan Tahun 2022 Dalam Menyelesaikan Skripsi
http://jurnal.stkipbima.ac.id/index.php/GW/article/view/4322
<p>Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran mengenai strategi <em>coping</em> yang digunakan oleh mahasiswa Program Studi Bimbingan dan Konseling angkatan tahun 2022 di Universitas Katolik Widya Mandira Kupang dalam menghadapi tekanan dan hambatan selama proses penyelesaian skripsi. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Subjek dalam penelitian ini adalah mahasiswa aktif Program Studi Bimbingan dan Konseling angkatan tahun 2022 yang sedang mengerjakan tugas akhir yang berjumlah 20 orang dan dipilih menggunakan teknik <em>purposive sampling</em>. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan wawancara. Wawancara yang digunakan adalah wawancara semiterstruktur. Analisis data meliputi pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Uji keabsahan data dilakukan dengan teknik triangulasi untuk memastikan kredibilitas hasil penelitian. Hasil penelitian yang dilakukan menunjukkan bahwa mahasiswa semester VII (Angkatan 2022) Program Studi Bimbingan dan Konseling memiliki strategi <em>coping </em>yang bervariasi dalam menyelesaikan skripsi. Secara umum mahasiswa menggunakan strategi <em>Problem-focused dan Emotion-focused</em>. Pada strategi <em>coping </em><em>Problem-focused </em>terbagi menjadi tiga bagian yaitu <em>Planful Problem Solving, Confrontative coping </em>dan <em>Seeking Social Support. </em>Sedangkan dalam strategi<em> coping Emotion-focused </em>terbagi menjadi lima bagian yakni <em>Positive Reappraisal, Accepting Responsibility<strong>, </strong>Self-Controlling, Distancing</em> dan <em>Escape avoidance.</em></p>Lansiana MunaGracianus Edwin Tue P. LejapDhiu Margaretha
##submission.copyrightStatement##
2026-05-022026-05-029111211910.33627/gw.v9i1.4322Quality of Life dan Orientasi Karier sebagai Prediktor Pemilihan Karier Mahasiswa
http://jurnal.stkipbima.ac.id/index.php/GW/article/view/4346
<p><em>Pemilihan karier merupakan salah satu tugas perkembangan penting bagi mahasiswa yang dipengaruhi oleh berbagai faktor psikologis, termasuk quality of life dan orientasi karier. Mahasiswa dengan kesejahteraan hidup yang baik dan orientasi karier yang jelas cenderung memiliki kemantapan yang lebih tinggi dalam menentukan pilihan karier. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh quality of life dan orientasi karier terhadap pemilihan karier mahasiswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional dan analisis regresi linier berganda. Subjek penelitian adalah mahasiswa yang dipilih menggunakan teknik total sampling pada populasi tersisa. Pengumpulan data dilakukan melalui skala quality of life, orientasi karier, dan pemilihan karier, kemudian dianalisis menggunakan uji regresi parsial dan simultan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa quality of life berpengaruh signifikan terhadap pemilihan karier dengan kontribusi sebesar 76,5%, sedangkan orientasi karier berpengaruh sebesar 59,6%. Secara simultan, quality of life dan orientasi karier memberikan kontribusi sebesar 79% terhadap pemilihan karier mahasiswa. Temuan ini menunjukkan bahwa kesejahteraan hidup dan kejelasan orientasi karier berperan penting dalam membentuk kemantapan mahasiswa dalam menentukan pilihan karier. Dengan demikian, penguatan quality of life dan orientasi karier melalui layanan bimbingan dan konseling karier diperlukan untuk membantu mahasiswa mencapai keputusan karier yang lebih mantap dan realistis.</em></p>Neng Susi SofiahKusnarto Kurniawan
##submission.copyrightStatement##
2026-05-022026-05-029112012910.33627/gw.v9i1.4346Pengujian Psikometrik Instrumen Self-Determination: Analisis Rasch Model
http://jurnal.stkipbima.ac.id/index.php/GW/article/view/4205
<p>Keterbatasan pendekatan teori tes klasik dalam pengujian instrumen, seperti ketergantungan karakteristik butir terhadap subjek yang diuji, estimasi kemampuan yang bergantung pada komposisi item, serta informasi respons yang terbatas pada skor benar–salah tanpa mempertimbangkan pola jawaban, mendorong penggunaan teori tes modern. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menguji validitas dan reliabilitas instrumen self-determination menggunakan Model Rasch. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional yang melibatkan 125 peserta didik. Analisis data dilakukan menggunakan Rasch Model dengan bantuan perangkat lunak Winsteps versi 3.73. Evaluasi kualitas instrumen meliputi pengujian unidimensionalitas, analisis karakteristik butir (tingkat kesukaran dan kesesuaian item), serta analisis reliabilitas instrumen. Hasil analisis menunjukkan bahwa instrumen self-determination memenuhi kriteria validitas dan reliabilitas berdasarkan Rasch Model, sehingga layak digunakan sebagai alat ukur untuk mengungkap kemampuan self-determination pada peserta didik usia remaja.</p>Astri Asih LabibahDelvira Nur AnbiyaZulfa Luthfiah FauziAhman Ahman
##submission.copyrightStatement##
2026-05-022026-05-029113014510.33627/gw.v9i1.4205Pengaruh Mindfulness Terhadap Penerimaan Diri Pada Remaja Yang Mengalami Fatherless
http://jurnal.stkipbima.ac.id/index.php/GW/article/view/4176
<p><em>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh mindfulness terhadap penerimaan diri pada remaja yang mengalami fatherless. Fenomena fatherless dapat berdampak pada kondisi psikologis remaja, salah satunya terkait penerimaan diri. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif dengan jenis penelitian eksplanatif. Populasi penelitian adalah siswa SMKN 1 Rancah, dengan sampel sebanyak 127 siswa yang teridentifikasi mengalami fatherless dan dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan instrumen adaptasi Child and Adolescent Mindfulness Measure (CAMM) dan skala Penerimaan Diri. Teknik analisis data menggunakan uji regresi linear sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang positif dan signifikan antara mindfulness terhadap penerimaan diri pada remaja fatherless, dengan nilai signifikansi 0,000 < 0,05. Kontribusi pengaruh (R Square) mindfulness terhadap penerimaan diri adalah sebesar 21,4%, sedangkan sisanya dipengaruhi faktor lain. Temuan ini mengindikasikan bahwa semakin tinggi tingkat mindfulness, maka semakin tinggi pula penerimaan diri remaja yang tumbuh tanpa kehadiran figur ayah.</em></p>Audhia Nazla Putri UtamiCucu ArumsariDewang Sulistiana
##submission.copyrightStatement##
2026-05-022026-05-029114615210.33627/gw.v9i1.4176Pengaruh Layanan Bimbingan Kelompok Terhadap Resiliensi Akademik Siswa
http://jurnal.stkipbima.ac.id/index.php/GW/article/view/4245
<p><em>Siswa Sekolah Menengah Pertama adalah remaja muda yang menghadapi banyak tantangan saat menuju kedewasaan. Dalam era yang semakin modern ini, banyak fenomena muncul dan terjadi perubahan yang sangat cepat. Perubahan tersebut tidak jarang memiliki resiliensi akademik yang cenderung rendah, seperti tekanan atau kesulitan dalam proses akademik serta kurangnya keyakinan dalam diri melewati dan menghadapi tantangan akademik. Di rumah, mereka menganggap kesulitan belajar sebagai akibat dari tekanan kehidupan sehari-hari, malas belajar, dan merasa lelah. Tujuan dari penelitian ini adalah layanan bimbingan kelompok ini dapat memberi siswa pemahaman yang kuat tentang kemampuan untuk bertahan dalam situasi sulit, terutama di bidang akademik. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Desain penelitian ini adalah one group pre-test post-test design. Dalam penelitian ini, ada dua pengukuran yang dilakukan. Pengukuran pertama dilakukan sebelum kegiatan layanan bimbingan kelompok dan pengukuran kedua dilakukan setelah layanan bimbingan kelompok diberikan.</em></p>Aura Wisda Amaliyadi PratamaArifin Nur BudionoFakhruddin Mutakin
##submission.copyrightStatement##
2026-05-022026-05-029115316210.33627/gw.v9i1.4245Efektivitas Bimbingan Kelompok Dengan Teknik Diskusi Kelompok Untuk Mengembangkan Efikasi Diri Akademik Siswa SMP
http://jurnal.stkipbima.ac.id/index.php/GW/article/view/4280
<p><em>Kurangnya efikasi diri akademik masih menjadi permasalahan di kalangan siswa smp negeri 17 malang, yang ditandai dengan perasaan tidak mampu menyelesaikan tugas, kecenderungan menunda pekerjaan, mudah menyerah, kurang percaya diri menghadapi ujian, serta munculnya kecemasan belajar. Kondisi tersebut berdampak negatif terhadap proses dan hasil belajar siswa. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas layanan bimbingan kelompok dengan teknik diskusi kelompok dalam mengembangkan efikasi diri akademik siswa smp negeri 17 malang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain one-group pretest–posttest. Subjek penelitian berjumlah 11 siswa SMP Negeri 17 Malang yang dipilih secara acak berdasarkan hasil pengukuran skala efikasi diri akademik dengan kategori rendah, sedang, dan tinggi, serta bersedia mengikuti kegiatan bimbingan kelompok. Instrumen penelitian berupa skala efikasi diri akademik. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon. Hasil analisis menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,003 (p < 0,05), sehingga Ha diterima dan Ho ditolak. Temuan ini menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara nilai pretest dan posttest siswa sebelum dan sesudah diberikan perlakuan. Dengan demikian, layanan bimbingan kelompok efektif dalam meningkatkan efikasi diri akademik siswa.</em></p>Benidikto Renaldi Purna TutuLeny LatifahAjeng Intan Nur Rahmawati
##submission.copyrightStatement##
2026-05-022026-05-029116316810.33627/gw.v9i1.4280Pengaruh Kematangan Emosional Terhadap Pengambilan Keputusan Karier Siswa SMA
http://jurnal.stkipbima.ac.id/index.php/GW/article/view/4359
<p><em>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kematangan emosional terhadap pengambilan keputusan karier siswa kelas X SMA Santo Arnoldus Janssen Kupang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain deskriptif korelasional. Sampel penelitian berjumlah 36 siswa yang dipilih melalui teknik simple random sampling. Instrumen penelitian berupa angket kematangan emosional dan angket pengambilan keputusan karier yang telah memenuhi syarat validitas dan reliabilitas. Data dianalisis menggunakan regresi linear sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kematangan emosional berpengaruh signifikan terhadap pengambilan keputusan karier siswa (F = 21,824; p < 0,05) dengan kontribusi sebesar 39%. Temuan ini mengindikasikan bahwa semakin tinggi tingkat kematangan emosional siswa, semakin baik kemampuan mereka dalam mengambil keputusan karier. Hasil penelitian ini memberikan implikasi penting bagi layanan bimbingan dan konseling di sekolah, khususnya dalam pengembangan program bimbingan karier yang berorientasi pada penguatan aspek emosional siswa</em><em>.</em></p>Desire Maria Gracela KwaelagaDhiu MargarethaStefanus Lio
##submission.copyrightStatement##
2026-05-032026-05-039116917510.33627/gw.v9i1.4359DEVIYANI Hubungan Self Efficacy Dengan Perencanaan Karir Siswa Kelas VIII di MTs Zainul Hasan Balung
http://jurnal.stkipbima.ac.id/index.php/GW/article/view/4265
<table width="548"> <tbody> <tr> <td width="454"> <table width="437"> <tbody> <tr> <td width="437"> <p>Penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif dan jenis penelitiannya adalah korelasi. Berdasarkan perhitungan analisis data menggunakan rumus korelasi product momen person diatas menunjukkan angka r=0,057 dan p=0,001 pada sig.(2-tailed). Maka dari hasil tersebut angka 0,057 pada koefisiensi korelasi bernilai positif sehingga korelasi kedua variabel bersifat searah. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan yang signifikan antara Self Efficacy dengan perencanaan karier siswa MTs Zainul Hasan. Semakin tinggi <em>Self Efficacy </em>siswa maka tinggi pula perencanaan karier yang di miliki oleh siswa. Dan dengan begitu siswa yang memiliki <em>Self Efficacy </em>maka siswa tersebut akan lebih berhati-hati dalam bertindak dan melakukan sesuatu karena dirinya juga bisa dengan baik mengendalian dirinya.</p> </td> </tr> <tr> <td width="437"> <p><strong><em>Kata Kunci:</em></strong> <em>Perencanaan Karir; Self Efficacy; Studi Korelasi</em></p> </td> </tr> </tbody> </table> </td> </tr> <tr> <td width="454"> <table width="437"> <tbody> <tr> <td width="437"> <p><em>This study employed quantitative research and employed correlational research. Data analysis using the product-moment-person correlation formula above showed an r=0.057 and p=0.001 at sig. (2-tailed). Therefore, the correlation coefficient of 0.057 is positive, indicating a unidirectional correlation between the two variables. The results indicate a significant relationship between self-efficacy and career planning for students at MTs Zainul Hasan. The higher a student's self-efficacy, the higher their career planning. Therefore, students with high self-efficacy are more cautious in their actions and actions because they can better control themselves.</em></p> <p><strong><em>Keywords:</em></strong><em> Career Planning; Self-Efficacy; Correlation Study</em></p> </td> </tr> <tr> <td width="437"><em> </em> <p><em> </em></p> </td> </tr> </tbody> </table> </td> </tr> </tbody> </table>Deviyani DeviyaniArifin Nur BudionoWerdining Wulan
##submission.copyrightStatement##
2026-05-032026-05-039117618010.33627/gw.v9i1.4265Dialectical Behavior Counseling Protocol to Reduce Conduct Disorders in Adolescents
http://jurnal.stkipbima.ac.id/index.php/GW/article/view/4268
<p><em>Behavioral disorders in adolescents are psychosocial problems that have a significant impact on personal, social, and academic development. One counseling approach that has been proven effective in dealing with emotional regulation and maladaptive behavior problems is Dialectical Behavior Therapy (DBT). This study aims to develop a DBT counseling protocol based on the profile of conduct disorder levels in adolescents. The research method used a quantitative descriptive approach with 163 junior high school students as subjects. The instrument used was a 28-item conduct disorder questionnaire with a 1–4 Likert scale. Data analysis techniques used percentage analysis and categorization. The results showed that 24.54% of students were in the low category, 61.35% in the moderate category, and 14.11% in the high category. Based on these findings, a DBT counseling protocol was developed, which includes the stages of assessment, counseling contract, implementation of sessions based on core DBT skills, as well as evaluation and follow-up. This protocol is expected to serve as a practical guideline for school counselors in reducing adolescent behavioral disorders in a systematic and structured manner</em><em>. </em></p>Fidia Ade FikriAnandha Putri RahimsyahFeida Noorlaila Isti'adah
##submission.copyrightStatement##
2026-05-032026-05-039118118610.33627/gw.v9i1.4268Gambaran Umum Meaning in Life Terhadap Resiliensi Pada Mahasiswa
http://jurnal.stkipbima.ac.id/index.php/GW/article/view/4211
<p><em>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran umum meaning in life terhadap resiliensi pada mahasiswa Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Populasi penelitian sebanyak 321 mahasiswa, sedangkan pengambilan sampel ditentukan menggunakan simple random sampling dengan sampel penelitian sebanyak 178 mahasiswa. Instrumen penelitian yang digunakan adalah Meaning in Life Questionnaire (MLQ) dan Connor-Davidson Resilience Scale (CD-RISC) yang telah melalui uji validitas dan reliabilitas. Analisis data dilakukan dengan uji regresi sederhana untuk mengetahui hubungan antar variabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meaning in life mahasiswa berada pada kategori tinggi hingga sedang dan resiliensi mahasiswa berada di kategori tinggi. Uji korelasi Spearman rho menunjukkan adanya hubungan yang signifikan dan kuat antara meaning in life dan resiliensi (r=0,753). Hasil analisis regresi menunjukkan bahwa meaning in life memberikan kontribusi sebesar 65,7% terhadap resiliensi.</em></p>Gini NurwidiyantiAgung NugrahaNandhini Hudha Anggasari
##submission.copyrightStatement##
2026-05-032026-05-039118719710.33627/gw.v9i1.4211Bimbingan Kelompok Teknik Problem Solving Untuk Meningkatkan Kematangan Karir Siswa
http://jurnal.stkipbima.ac.id/index.php/GW/article/view/4279
<p><em>Kematangan karir adalah gambaran sikap dan kemampuan yang dimiliki oleh siswa dalam memilih jalur karir mereka. Proses pemilihan karir, peserta didik sering kali mengalami ketidakpastian, karena di tahap remaja, mereka umumnya kekurangan informasi dan perencanaan yang terarah, serta kurang mempertimbangkan pilihan yang diambil. tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui tingkat kematangan karir siswa SMKS PGRI 6 Malang sebelum penerapan bimbingan kelompok teknik problem solving. Mengetahui tingkat kematangan karir siswa SMKS PGRI 6 Malang setelah penerapan bimbingan kelompok teknik problem solving. Mengetahui efektifitas bimbingan kelompok dengan teknik problem solving untuk meningkatkan kematangan karir siswa SMKS PGRI 6 Malang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode eksperimen. Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah Pre-eksperimental, yaitu One-Group Pretest-Postest Group Design. Berdasarkan hasil dari pengukuran skala kematangan karir, siswa diambil secara acak dengan kategori rendah, sedang dan tinggi yang berjumlah 10 siswa. Instrument yang digunakan dalam penelitian ini adalah skala kematangan karir. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan uji Paired Sampel T Test. Berdasarkan hasil uji Paired Sampel T Test dengan nilai sig, sebesar 0,003. Sehingga, nilai Sig. (2-tailed) sebesar 0,003<0,05 maka dapat disimpulkan bahwa pemberian perlakuan layanan bimbingan kelompok teknik problem solving efektif untuk meningkatkan kematangan karir siswa SMKS PGRI 6 Malang. Peneliti selanjutnya Dapat mengujikan teknik problem solving untuk meningkatkan kematangan karir pada jenjang SMP dan SMA secara lebih luas.</em></p>Gregorius Leraboleng MakinDevi PermatasariLeny Latifah
##submission.copyrightStatement##
2026-05-032026-05-039119820710.33627/gw.v9i1.4279Pendekatan Cognitive Behavioral Therapy Untuk Mengatasi Ketergantungan Gadget Pada Remaja
http://jurnal.stkipbima.ac.id/index.php/GW/article/view/4151
<p><em>Pendekatan Cognitive Behavioral Therapy (CBT) menjadi salah satu metode yang efektif untuk mengatasi berbagai masalah psikologis, termasuk ketergantungan gadget pada remaja. Ketergantungan gadget dapat menyebabkan dampak negatif pada perkembangan sosial, emosional, dan akademik remaja, sehingga penting untuk menemukan pendekatan yang tepat dalam mengatasi masalah ini. CBT berfokus pada hubungan antara pikiran, perasaan, dan perilaku, serta bagaimana perubahan dalam pola pikir dapat mempengaruhi perilaku seseorang. Pada remaja yang mengalami ketergantungan gadget, CBT dapat membantu mereka menyadari pola pikir yang tidak sehat terkait penggunaan gadget, seperti kecemasan atau kebosanan yang mendorong penggunaan gadget berlebihan. Dalam proses terapi, remaja diajarkan untuk menggantikan pikiran negatif atau maladaptif dengan pola pikir yang lebih realistis dan positif. Selain itu, CBT juga melibatkan penguatan perilaku yang lebih sehat, seperti mengalokasikan waktu untuk aktivitas yang lebih produktif dan sosial. Pentingnya CBT dalam mengatasi ketergantungan gadget juga terletak pada kemampuannya untuk memberikan keterampilan koping yang lebih baik. Remaja diajarkan bagaimana mengelola stres, kecemasan, dan kebosanan tanpa bergantung pada gadget sebagai pelarian. Dengan demikian, CBT tidak hanya mengurangi penggunaan gadget yang berlebihan, tetapi juga membantu remaja membangun keterampilan hidup yang lebih sehat dan dapat diterapkan dalam berbagai aspek kehidupan mereka. Melalui pendekatan ini, remaja diharapkan dapat menemukan keseimbangan dalam penggunaan gadget, sehingga dapat mempertahankan kualitas hidup yang lebih baik dan hubungan sosial yang lebih sehat.</em></p>Meri LambaSepriana Dwywanti Suka
##submission.copyrightStatement##
2026-05-032026-05-039119820510.33627/gw.v9i1.4151The Landscape of Verbal Abuse of Adolescent Students in Indonesia: A Comparative Study Based on Gender and Region
http://jurnal.stkipbima.ac.id/index.php/GW/article/view/4378
<p><em>This study aims to analyze the landscape of verbal abuse among adolescents in Indonesia and examine its differences based on gender and region. This study used a quantitative approach with a comparative design. The study subjects were 308 junior high school (SMP/MTs) and senior high school (SMA/SMK) students aged 12–18 years from East Java (Malang Raya) and South Sulawesi (Makassar city, Bulukumba, Gowa, dan Palopo city) consisting of 154 male students and 154 female students. The sampling technique used was purposive sampling. Data collection was conducted using the Indonesian adaptation of the Indonesian Verbal Abuse Questionnaire (I-VAQ), which covers seven aspects: verbal aggression, blaming, insults/name-calling, threats, shaming, negative criticism, and self-deprecation. The instrument demonstrated good reliability with a Cronbach's alpha value of 0.897. Data analysis was conducted descriptively and inferentially using the Mann-Whitney U test. The results showed that verbal abuse among adolescents was generally in the moderate category. There was a significant difference based on gender (p = 0.042), with the mean score of males being higher than that of females. Furthermore, significant differences were found based on region (p < 0.001), with the average verbal abuse score for adolescents in East Java being higher than in South Sulawesi. This finding confirms that verbal abuse in adolescents needs to be understood contextually, taking into account gender and regional factors as a basis for developing more sensitive and targeted guidance and counseling interventions</em></p>Muh. Syawal HikmahIM HambaliAdi Atmoko
##submission.copyrightStatement##
2026-05-032026-05-039120622210.33627/gw.v9i1.4378Dinamika Verbal Abuse Pada Siswa di Era BANI: Perspektif Gender dan Jenjang Pendidikan
http://jurnal.stkipbima.ac.id/index.php/GW/article/view/4373
<p><em>his study aims to analyze the dynamics of verbal abuse among students in the BANI (Brittle, Anxious, Nonlinear, Incomprehensible) era based on gender and educational level. The novelty of this study lies in the integration of BANI era concepts in the study of verbal abuse using descriptive quantitative methods. The results show that verbal abuse tends to be in the moderate category (85.84%), with the most dominant forms being verbal aggression (M=7.774), insults/name-calling (M=3.619), blaming (M=2.482), and self-deprecation (M=2.181), while forms involving threats (M=1.071), and negative criticism (M=1.084) appear relatively lower. Male students tend to show higher levels of verbal abuse than female students. Based on educational level, verbal abuse is more prominent in junior high school/Islamic junior high school students compared to senior high school students, indicating that early adolescence is a more vulnerable phase. Overall, verbal abuse appears in the form of normalized verbal interactions and has the potential to affect students' psychological well-being and social relationships.</em></p>Muh Syawal HikmahHenny IndreswariKhairul BariyyahIM HambaliAdi Atmoko
##submission.copyrightStatement##
2026-05-032026-05-039122324210.33627/gw.v9i1.437313 Wasiat Abah Guru Sekumpul: Implementasi Konseling Sufistik Dalam Ketahanan Keluarga di Kabupaten Banjar Kalimantan Selatan
http://jurnal.stkipbima.ac.id/index.php/GW/article/view/4377
<p><em>Tingginya angka perceraian di Kabupaten Banjar, yang sebagian besar dipicu oleh perselisihan dan komunikasi yang buruk, menuntut adanya pendekatan konseling yang lebih mendalam dan berbasis nilai spiritual. Penelitian kualitatif deskriptif ini bertujuan untuk mengeksplorasi implementasi konseling sufistik berbasis 13 Wasiat Abah Guru Sekumpul yang dilakukan oleh para ulama di Kabupaten Banjar melalui teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa para ulama mengintegrasikan trilogi keilmuan (Tauhid, Fiqih, dan Tasawuf) dengan nilai-nilai dalam 13 Wasiat tersebut, seperti berbaik sangka, manis muka, dan memaafkan, sebagai instrumen aktif untuk meredam konflik keluarga. Pendekatan yang digunakan meliputi internalisasi sifat "Tugul" (ketekunan) dan sabar, penggunaan komunikasi adaptif dua arah, serta restrukturisasi kognitif berbasis kemaslahatan keluarga dan proses takhalli (pembersihan diri). Sosok Abah Guru Sekumpul diposisikan sebagai model ideal yang menyelaraskan aspek lahiriah dan batiniah bagi para jemaah. Kesimpulannya, konseling sufistik ini efektif dalam meningkatkan ketahanan keluarga dengan menjadikan spiritualitas sebagai fondasi utama untuk mencapai</em></p>Muhammad Ilham RamadhanAhmad SarbiniDadang Ahmad Fajar
##submission.copyrightStatement##
2026-05-032026-05-039124325410.33627/gw.v9i1.4377Perbedaan Self Stigma Pencarian Bantuan Bimbingan dan Konseling Siswa Laki-Laki dan Perempuan Kelas VIII SMP Islamiyah Ciawi
http://jurnal.stkipbima.ac.id/index.php/GW/article/view/4210
<p><em>Self-stigma merupakan faktor internal yang dapat menghambat siswa dalam mencari bantuan bimbingan dan konseling di sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan tingkat self-stigma dalam pencarian bantuan bimbingan dan konseling antara siswa laki-laki dan perempuan kelas VIII SMP Islamiyah Ciawi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain komparatif. Subjek penelitian berjumlah 126 siswa yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Instrumen penelitian menggunakan SSOSH yang telah disesuaikan dengan kebutuhan penelitian. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan uji independent samples t-test, serta dilengkapi dengan perhitungan ukuran efek. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan tingkat self-stigma antara siswa laki-laki dan perempuan (p < 0,05), di mana siswa laki-laki memiliki tingkat self-stigma yang lebih tinggi. Nilai ukuran efek berada pada kategori sedang, yang menunjukkan bahwa perbedaan tersebut memiliki makna praktis. Temuan ini mengindikasikan bahwa jenis kelamin berperan dalam pencarian bantuan bimbingan dan konseling, sehingga layanan di sekolah perlu dirancang secara lebih responsif terhadap karakteristik siswa.</em></p>Neneng Mida InayahAgung NugrahaDewang Sulistiana
##submission.copyrightStatement##
2026-05-032026-05-039125526010.33627/gw.v9i1.4210Rancangan Program Cognitive Behavior Coaching Berbasis GROW Model Untuk Meningkatkan Keterampilan Coping Skill
http://jurnal.stkipbima.ac.id/index.php/GW/article/view/4244
<p><em>Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan coping skill karyawan serta menyusun program Cognitive Behavioral Coaching (CBC) berbasis GROW model dalam meningkatkan keterampilan pengelolaan stres di lingkungan kerja. Penelitian ini menggunakan desain penelitian deskriptif yang dipadukan dengan pengembangan program. Subjek penelitian adalah karyawan CV. Qeela Sport dengan pengumpulan data menggunakan Coping Strategy Indicator (CSI). Hasil penelitian menunjukkan bahwa coping skill karyawan berada pada kategori sedang, yang mengindikasikan perlunya intervensi psikologis yang terstruktur. Berdasarkan temuan tersebut, disusun program CBC berbasis GROW model yang menekankan pada penetapan tujuan, peningkatan kesadaran kognitif, eksplorasi alternatif pemecahan masalah, serta komitmen terhadap tindakan. Program ini diharapkan dapat berkontribusi dalam praktik bimbingan dan konseling di lingkungan organisasi sebagai intervensi preventif dalam pengelolaan stres kerja.</em></p>Nisa Laelatul FitriaDewan Sulistiana
##submission.copyrightStatement##
2026-05-032026-05-039126126410.33627/gw.v9i1.4244Upaya Meningkatkan Disiplin Belajar Melalui Layanan Konseling Kelompok Teknik Shaping Pada Siswa Di SMPN 3 Tanggul
http://jurnal.stkipbima.ac.id/index.php/GW/article/view/4226
<p><em>This study aims to determine the improvement of learning discipline through shaping techniques in students at SMPN 3 Tanggul. This study is a guidance and counseling action research. The subjects of the study were all class VIII at SMPN 3 Tanggul totaling 156 students, with 5 students selected by purposive sampling as samples. The data collection method was carried out using a questionnaire. The results showed that 75% had succeeded in achieving the success indicator of the sample experiencing an increase in learning discipline. This finding states that group counseling services using shaping techniques can effectively improve the learning discipline of students at SMPN 3 Tanggul. This study suggests that similar programs be implemented in other schools to improve student learning discipline and to support the optimization of learning in schools. Thus it can be concluded that group counseling using shaping techniques can improve student learning discipline. </em></p>Nurul QomariahFakhruddin MutakinArifin Nur Budiono
##submission.copyrightStatement##
2026-05-032026-05-039126527110.33627/gw.v9i1.4226Profil Efikasi Diri Pengambilan Keputusan Karir pada Mahasiswa Perguruan Tinggi
http://jurnal.stkipbima.ac.id/index.php/GW/article/view/4121
<p><em>This study aims to identify the profile of career decision-making self-efficacy among students at Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya based on categorization, specific aspects, and comparisons between male and female students. This research employs a quantitative descriptive method to reveal the general overview of CDMSE among university students. The population of this study consists of students from the 2022 cohort at Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya. The sample includes 260 students selected using simple random sampling. The results show that, in general, the CDMSE profile falls into the moderate category, with 60.77% (158 students). The highest aspect identified is self-appraisal. Based on gender, male students demonstrate slightly higher CDMSE levels compared to female students. However, the One-Way ANOVA analysis result of 0.414 > 0.05 indicates that there is no significant difference in CDMSE between male and female students.</em></p>Rega Arbyan PermanaCucu ArumsariDewang Sulistiana
##submission.copyrightStatement##
2026-05-032026-05-039127227910.33627/gw.v9i1.4121Layanan Konseling Kelompok Teknik Role Playing Terhadap Pemahaman Self Control Siswa Kelas VII SMPN 3 Tanggul Tahun Ajaran 2023/2024
http://jurnal.stkipbima.ac.id/index.php/GW/article/view/4257
<p><em>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan kontrol diri memalui teknik bermain peran pada siswa kelas VII di SMPN 3 Tanggul. Jenis penelitian ini adalah pre eksperimen dengan desain penelitian one grup pretest posttest, dengan responden yang diteliti sebanyak 7 siswa dari 32 siswa yang diambil secara purposive sampling. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh layanan konseling kelompok teknik role playing terhadap kontrol diri siswa. Self control atau pengendalian diri merupakan kemampuan untuk mengatur dan mengendalikan impuls, emosi, perilaku, dan dorongan dalam situasi yang berbeda, terutama saat dihadapkan pada godaan atau keinginan yang bisa mengganggu tujuan jangka panjang. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa layanan konseling kelompok teknik role playing dapat meningkatkan self control siswa.</em></p>Rofiqotus SolehaYurike Khinanthy KaramoySiti Ernawati
##submission.copyrightStatement##
2026-05-032026-05-039128028910.33627/gw.v9i1.4257Analisis Tingkat Kebahagiaan Pada Remaja Dengan Gejala Kedukaan
http://jurnal.stkipbima.ac.id/index.php/GW/article/view/4196
<p><em>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kebahagiaan remaja yang mengalami gejala kedukaan di Panti Asuhan Syubbanul Wathon berdasarkan model PERMA Profiler. Pendekatan penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan menggunakan PERMA Profiler untuk mengukur kebahagiaan dan Prolonged Grief Disorder-13 (PGD-13) untuk mengidentifikasi gejala kedukaan. Hasil analisis deskriptif menunjukkan bahwa tingkat kebahagiaan remaja berada pada kategori sedang dengan nilai rata-rata sebesar 137,1. Secara umum, dimensi Relationships dan Meaning merupakan aspek dominan yang berkontribusi terhadap kebahagiaan. Sementara itu, hasil pengukuran PGD menunjukkan sebagian besar responden berada pada kategori probable grief disorder. Temuan ini menegaskan pentingnya layanan bimbingan dan konseling berbasis psikologi positif dalam membantu remaja berduka mencapai kesejahteraan emosional yang lebih adaptif.</em></p>Sali Azi RahmawatiFeida Noorlaila Isti’adahGian Sugiana Sugara
##submission.copyrightStatement##
2026-05-032026-05-039129029910.33627/gw.v9i1.4196Efektivitas Konseling Kelompok menggunakan Teknik Modeling untuk Mereduksi Prokrastinasi Akademik Mahasiswa
http://jurnal.stkipbima.ac.id/index.php/GW/article/view/4254
<p><em>Tujuan penelitian untuk menjawab keefektifan konseling kelompok menggunakan teknik modeling untuk mengurangi prokrastinasi akademik. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperiment dengan design one-group pretest-posttest. Pengambilan sampel menggunakan jenis purposive sampling. Populasi dalam penelitian berjumlah 110 orang. Pengumpulan data menggunakan angket yang terdiri dari 27 item pernyataan. Sampel penelitian berjumlah 5 orang yang mengikuti sesi konseling kelompok selama 7 kali pertemuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konseling kelompok menggunakan teknik modeling efektif untuk mengurangi prokrastinasi akademik. Hal ini dibuktikan melalui perbandingan hasil pre test sebesar 106,6 dan post test 28,4. Pada hasil uji hipotesis diperoleh 0,041 kurang dari < 0,05, maka dapat disimpulkan bahwa “H0 ditolak”. Artinya terdapat perbedaan perilaku prokrastinasi akademik antara sebelum dan sesudah tes dengan penurunan perilaku prokrastinasi akademik sebesar 78%.</em></p>Maria Natalia LobanMaria N. LobanErly Oviane Malelak
##submission.copyrightStatement##
2026-05-032026-05-039130030810.33627/gw.v9i1.4254Gambaran Umum Growth Mindset dan Minfulness Terhadap Kesejahteraan Psikologi Siswa
http://jurnal.stkipbima.ac.id/index.php/GW/article/view/4201
<p><em>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh growth mindset dan mindfulness terhadap kesejahteraan psikologis siswa SMA. Kesejahteraan psikologis dipahami sebagai kondisi keberfungsian psikologis yang optimal, mencakup penerimaan diri, hubungan positif dengan orang lain, kemandirian, penguasaan lingkungan, tujuan hidup, dan pertumbuhan pribadi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain deskriptif korelasional. Subjek penelitian berjumlah 204 siswa kelas XI SMAN 1 Mangunjaya yang dipilih melalui teknik random sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan angket growth mindset, mindfulness, dan kesejahteraan psikologis berbasis skala Likert yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data dilakukan menggunakan analisis korelasi, regresi berganda, dan Structural Equation Modeling (SEM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesejahteraan psikologis siswa berada pada kategori tinggi. Growth mindset memiliki hubungan positif dan signifikan dengan kesejahteraan psikologis (r = 0,295; p < 0,001), demikian pula mindfulness menunjukkan hubungan positif dan signifikan (r = 0,321; p < 0,001). Secara simultan, growth mindset dan mindfulness berpengaruh signifikan terhadap kesejahteraan psikologis siswa dengan kontribusi sebesar 25,7%. Temuan ini menunjukkan bahwa integrasi pola pikir berkembang dan kesadaran penuh berperan penting dalam mendukung kesejahteraan psikologis siswa. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar pengembangan layanan bimbingan dan konseling di sekolah, khususnya melalui bimbingan klasikal yang berfokus pada penguatan growth mindset dan mindfulness.</em></p>Shania Putri KamilaFeida Noorlaila Isti’adahDewang Sulistiana
##submission.copyrightStatement##
2026-05-042026-05-049130932010.33627/gw.v9i1.4201Kesiapan Karier Vokasi: Analisis Future Work Self Salience dan Perbedaan Gender
http://jurnal.stkipbima.ac.id/index.php/GW/article/view/4382
<p><em>Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan profil kesadaran diri terhadap pekerjaan masa depan di kalangan siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) serta menganalisis kebutuhan pengembangan layanan karier berdasarkan perbedaan gender. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif yang melibatkan 108 siswa SMK di Kota Makassar, yang dipilih melalui teknik sampling purposif. Instrumen penelitian terdiri dari kuesioner kesadaran diri terhadap pekerjaan masa depan yang telah lulus uji validitas dan reliabilitas (Cronbach’s Alpha = 0,860). Analisis data menggunakan statistik deskriptif, termasuk frekuensi, persentase, rata-rata, dan simpangan baku. Hasil menunjukkan bahwa secara keseluruhan, kesadaran diri terhadap pekerjaan masa depan siswa termasuk dalam kategori sedang (69,4%), dengan kecenderungan yang lebih tinggi pada aspek visualisasi dibandingkan dengan kejelasan mental dan jenis pekerjaan. Jika ditinjau berdasarkan jenis kelamin, siswa laki-laki cenderung memiliki tingkat kesadaran diri terhadap pekerjaan masa depan yang lebih tinggi daripada siswa perempuan. Temuan ini menunjukkan bahwa siswa masih memerlukan penguatan dalam perencanaan karier, khususnya terkait kejelasan identitas dan arah karier. Oleh karena itu, pengembangan layanan bimbingan dan konseling karier yang berbasis kebutuhan, sistematis, dan sensitif gender diperlukan untuk meningkatkan kesiapan karier siswa sekolah menengah kejuruan.</em></p>syahira alfikriahHenny IndreswariKhairul BariyyahMuslihati MuslihatiZamroni Zamroni
##submission.copyrightStatement##
2026-05-042026-05-049132133310.33627/gw.v9i1.4382Efektivitas Layanan Bimbingan Kelompok Menggunakan Media Short Movie Untuk Mereduksi Perilaku Bullying Di SMP N 7 Muaro Jambi
http://jurnal.stkipbima.ac.id/index.php/GW/article/view/4334
<p>Penelitian ini menggunakan penelitian eksperimen semi dengan melakukan perlakuan <em>one group pret-test</em> <em>and post-test design</em>. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas VIII E, G, H yang berjumlah 93 siswa, dan sampel penelitian ini berjumlah 9 siswa yang di ambil dengan teknik <em>purposive sampling</em>. Perilaku <em>bullying</em> sebelum diberikan perlakukan atau <em>pre-test</em> sebesar skor keseluruhan sebesar 609 dan rata-rata persentase perilaku <em>bullying </em>siswa mencapai 39% artinya memiliki tingkat tinggi atau dikatakan kualitas kurang baik, dan sesudah diberikan perlakukan atau <em>post-test</em> skor keseluruhan 1060 dan nilai persentase rata-rata yang diperoleh sebesar 67% berada pada tingkat rendah atau kualitas perilaku bullying siswa baik. Berdasarkan hasil perhitungan T-test yang diperoleh untuk T-hitung sebesar 23,030 dan T-tabel sebesar 1,833 artinya terdapat perbedaan sebelum dan sesudah diberikan tindakan. Kemudian diperoleh juga nilai sig 0,000<0,05, sehingga dapat disimpulkan bahwa layanan informasi menggunakan media <em>short movie </em>dapat digunakan untuk merediksi perilaku <em>bullying </em>siswa SMPN 7 Muaro Jambi.</p>Muhammad Alvian OktarezaYanto YantoRully Andi Yaksa
##submission.copyrightStatement##
2026-05-042026-05-049133434210.33627/gw.v9i1.4334Gambaran Umum Depresi Pada Mahasiswa Bimbingan Dan Konseling
http://jurnal.stkipbima.ac.id/index.php/GW/article/view/4278
<p><em>Depresi merupakan gangguan suasana hati yang serius dan menjadi masalah kesehatan mental penting di kalangan mahasiswa. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan prevalensi dan tingkat keparahan depresi pada mahasiswa Program Studi Bimbingan dan Konseling angkatan 2024 dan 2025. Penelitian menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan total sampling 171 mahasiswa sebagai responden. Data dikumpulkan melalui kuesioner Beck Depression Inventory-II (BDI-II) versi bahasa Indonesia dan dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar mahasiswa berada pada kategori depresi normal (47%), sedangkan proporsi mahasiswa dengan depresi ringan, sedang, dan parah masing-masing 23%, 19%, dan 11%. Distribusi tingkat depresi ini menunjukkan bahwa meskipun hampir setengah mahasiswa berada pada kategori normal, terdapat proporsi signifikan yang mengalami gejala depresi ringan hingga parah, yang berpotensi memengaruhi motivasi, suasana hati, dan performa akademik. Temuan ini menegaskan perlunya deteksi dini dan dukungan psikologis bagi mahasiswa, serta dapat menjadi dasar bagi strategi pencegahan, intervensi kesehatan mental, dan penelitian lanjutan mengenai faktor risiko depresi di lingkungan perguruan tinggi.</em></p>Sypa Jamiatul shaharaAgung NugrahaDewang Sulistiana
##submission.copyrightStatement##
2026-05-042026-05-049134334710.33627/gw.v9i1.4278Pengaruh Konseling Kelompok Dengan Teknik Self Management Terhadap Keyakinan Diri Siswa di SMPN 3 Banda Aceh
http://jurnal.stkipbima.ac.id/index.php/GW/article/view/4057
<p><em>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas layanan konseling kelompok dengan teknik self-management dalam meningkatkan keyakinan diri siswa SMPN 3 Banda Aceh. Penelitian kuantitatif ini menggunakan metode pre-experimental dengan one-group pretest-posttest design. Populasi penelitian adalah siswa kelas VIII-8, dan sample penelitian menggunakan Teknik purposive sampling yang berjumlah delapan siswa yang memiliki kriteria tingkat keyakinan diri rendah. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan skala keyakinan diri yang diadaptasi dari peneliti terdahulu yang sudah melalui proses uji validasi dan uji realibilitas. Teknik analisis data menggunakan uji Shapiro-Wilk untuk normalitas serta uji paired sample t-test untuk menguji perbedaan antara skor pretest dan posttest. Hasil uji Shapiro-Wilk menunjukkan bahwa data berdistribusi normal (Sig. > 0,05), sedangkan hasil t-test menunjukkan adanya perbedaan signifikan antara skor pretest dan posttest (Sig. 0,002 < 0,05). Dari Hasil penelitian ini membuktikan bahwa konseling kelompok dengan teknik self-management sangat berpengaruh dalam meningkatkan keyakinan diri siswa. Intervensi ini membantu siswa meningkatkan keterampilan pengaturan diri seperti penetapan tujuan, pengendalian emosi, dan evaluasi diri, yang secara langsung memperkuat keyakinan terhadap kemampuan pribadi. Temuan ini diharapkan dapat menjadi dasar bagi guru Bimbingan Konseling dalam meningkatkan program konseling berbasis self-management yang aplikatif di tingkat sekolah menengah pertama.</em></p>Tari Humaira JuannaWanty Khaira
##submission.copyrightStatement##
2026-05-042026-05-049134835510.33627/gw.v9i1.4057