CARING ECONOMY DALAM PENDIDIKAN INFORMAL: STUDI KOMPARATIF INDONESIA, CHINA DAN JEPANG

  • Agussalim Agussalim Universitas Negeri Makassar
  • Rahmatullah Rahmatullah Universitas Negeri Makassar
  • Inanna Inanna Universitas Negeri Makassar
  • Andi Annisa Sulolipu Universitas Negeri Makassar
  • Abdurrahman Achmad Universitas Negeri Makassar
Keywords: Caring economy; Informal education; Comparative Literature Indonesia; China; Japan

Abstract

Caring economy semakin dipandang sebagai fondasi penting keberlanjutan sosial dan ekonomi, khususnya melalui peran pendidikan informal dalam internalisasi nilai kepedulian sosial dan lingkungan. Artikel ini bertujuan menganalisis literasi caring economy dalam pendidikan informal di Indonesia, China, dan Jepang melalui literature review komparatif. Penelitian menggunakan tinjauan sistematis terhadap publikasi terindeks Scopus periode 2020–2025 yang relevan dengan caring economy, pendidikan informal, dan kebijakan sosial. Hasil kajian menunjukkan bahwa Indonesia menunjukkan praktik komunitas berbasis modal sosial, China mengembangkan literasi caring economy melalui pendekatan kebijakan terpusat dan struktur komunitas, sementara Jepang mengintegrasikannya dalam kerangka pembelajaran sepanjang hayat. Temuan ini menegaskan bahwa literasi caring economy bersifat kontekstual dan dipengaruhi oleh budaya, kesejahteraan, serta sistem pendidikan informal. Studi ini berkontribusi pada penguatan kerangka teoretis dan implikasi kebijakan pendidikan berbasis kepedulian sosial dan lingkungan

Author Biographies

Agussalim Agussalim, Universitas Negeri Makassar

Fakultas Ekonomi dan Bisnis Program Studi Pendidikan Ekonomi

Inanna Inanna, Universitas Negeri Makassar

Pendidikan Ekonomi

Abdurrahman Achmad, Universitas Negeri Makassar

Pendidikan Ekonomi

Published
2026-01-31
How to Cite
Agussalim, A., Rahmatullah, R., Inanna, I., Sulolipu, A., & Achmad, A. (2026). CARING ECONOMY DALAM PENDIDIKAN INFORMAL: STUDI KOMPARATIF INDONESIA, CHINA DAN JEPANG. Jurnal PenKoMi : Kajian Pendidikan Dan Ekonomi, 9(1), 235-245. https://doi.org/10.33627/pk.v9i1.4273