Analisis Kemampuan Komunikasi Visual Verbal Matematis dalam Pemecahan Masalah Matematika Siswa MAN 02 Kota Bima

  • Dewi Silviana STKIP Bima
  • Mikrayanti Mikrayanti STKIP Bima
Keywords: kemampuan komunikasi, visual-verbal matematis, masalah matematika

Abstract

Kurikulum 2013 merupakan kurikulum yang mengedepankan literasi dan numerasi. dalam hal ini penulis mengungkap tentang kemampuan komunikasi visual-verbal matematis, yang bertujuan untuk mengetahui kemampuan pengetahuan dan keterampilan numerasi peserta didik dalam menginterpretasikan simbol verbal dan simbol visual matematis. Pada kurikulum 2013 guru hanya sebagai fasilitator, sehingga siswa harus mampu memvisualisasikan komunikasi visual-verbal matematisnya dalam memecahkan masalah matematika. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui deskripsi kemampuan visual-verbal matematis siswa dalam menyelesaikan masalah matematika. Penelitian merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Analisis data yang terdiri dari beberapa tahap, yakni: reduksi data (data reduction), penyajian data (data display) dan penarikan kesimpulan (conclusion drawing). Hasil  penelitian menunjukkan, siswa dengan prestasi belajar tinggi cenderung memiliki kemampuan komunikasi verbal dan visual matematis yang lebih kompleks dibanding siswa dengan prestasi belajar sedang dalam memecahkan masalah matematika. Sedangkan siswa dengan prestasi belajar rendah cenderung memecahkan masalah dengan komunikasi simbol verbal matematis.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Ananda, R. (2018). Penerapan Pendekatan Realistics Mathematics Education (Rme) Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Matematika Siswa Sekolah Dasar. Jurnal Cendekia : Jurnal Pendidikan Matematika, 2(1), 125–133. https://doi.org/10.31004/cendekia.v2i1.39

Annur, M. F., & Hermansyah. (2020). Analisis Kesulitan Mahasiswa Pendidikan Matematika. Paedagoria : Jurnal Kajian, Penelitian Dan Pengembangan Kependidikan, 11(2), 195–201.

Emzir. (2019). Metodologi Penelitian Pendidikan : Kuantitatif dan Kualitatif. Rajawali Pers.

May Lwin, A. K., Kenneth, L., & Caroline, S. (2005). How To Multypy Your Child’s Intellgence (Indeks (ed.)).

Nugrahani, F., & Hum, M. (2014). Metode penelitian kualitatif. Cakra Books.

Österholm, M. (2006). Österholm, M. (2006). Metacognition and reading-criteria for comprehension In Conference of the International Group for the Psychology of Mathematics Educationof mathematics texts. In Conference of the International Group for the Psychology of Mathematics Education, 289–296.

Saraswati, P. M. S., & Agustika, G. N. S. (2020). Kemampuan Berpikir Tingkat Tinggi Dalam Menyelesaikan Soal HOTS Mata Pelajaran Matematika. Jurnal Ilmiah Sekolah Dasar, 4(2), 257–269. https://doi.org/10.23887/jisd.v4i2.25336

Satriawati, G. (2006). Pembelajaran Dengan Pendekatan Open Ended Untuk Meningkakan Pemahaman dan Kemampuan Komunikasi Matematika Siswa SMP Jakarta (Studi eksperimen di SMP Bakti Mulya 400 Jakarta Selatan). Universitas Pendidikan Indonesia.

Sugian. (2014). Profil Kemampuan Penalaran dan Komunikasi Dalam Pemecahan Masalah Matematika Ditinjau Dari Gaya Kognitif Siswa SMP Negeri 1 Watampone. Universitas Negeri Makassar.

Upu, H. (2010). Mensinergikan Pendidikan Matematika dengan Bidang lain (Pegangan Untuk Dosen, mahasiswa PPs dan Mahasiswa Program S1). Pustaka Ramadan.

Published
2023-01-16