Analisis Kesiapan Guru dalam Mengimplementasikan Pendidikan Inklusi di Lembaga Pendidikan Anak Usia Dini
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji tingkat kesiapan guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dalam mengajar di lingkungan sekolah inklusi. Pendidikan inklusi merupakan pendekatan yang mengakomodasi kebutuhan semua anak, termasuk anak berkebutuhan khusus (ABK), dalam satuan pendidikan yang sama. Keberhasilan implementasi pendidikan inklusi sangat bergantung pada kesiapan guru, baik dari aspek pengetahuan, sikap, maupun keterampilan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan angket kepada guru-guru PAUD di kota Ngawi, Jawa Timur.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum guru PAUD belum siap mengajar di kelas inklusi. Pada aspek pengetahuan, sebagian besar guru belum memahami konsep pendidikan inklusi secara komprehensif dan belum mengenal strategi pembelajaran yang sesuai bagi ABK. Dari sisi sikap, meskipun terdapat keterbukaan untuk menerima keberagaman anak, masih muncul keraguan dan rasa tidak percaya diri dalam praktik pembelajaran. Sementara itu, keterampilan guru dalam merancang pembelajaran adaptif, melakukan asesmen khusus, dan menggunakan media yang mendukung kebutuhan anak berkebutuhan khusus masih sangat terbatas. Faktor-faktor penghambat kesiapan antara lain kurangnya pelatihan, keterbatasan fasilitas, serta minimnya dukungan kelembagaan.
Penelitian ini merekomendasikan pentingnya penyelenggaraan pelatihan berkelanjutan, penguatan kebijakan pendidikan inklusi di tingkat PAUD, dan penyediaan sumber daya pendukung untuk meningkatkan kapasitas guru dalam menyelenggarakan pembelajaran inklusi yang efektif dan bermakna.
