TEFECE JOURNAL: Teacher Education For Early Childhood Education
http://jurnal.stkipbima.ac.id/index.php/pgpaudunswa
<p><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;">TEFECE JOURNAL : Teacher Education For Early Childhood Education ( Jurnal Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini) merupakan publikasi ilmiah berkala yang diperuntukkan bagi peneliti yang tentunya membahas ruang lingkup pada bidang pendidikan anak usia dini dan pola pengasuhan anak yang ingin menerbitkan hasil penelitiannya dalam bentuk studi literatur, penelitian, dan pengembangan anak usia dini. Jurnal ini terbit 2 kali dalam satu tahun yaitu pada bulan Januari dan Juli.</span></span></span></span></span></span></span></span></span></span></p>Program Studi Pendidikan Guru PAUD FKIP Universitas Nggusuwaruen-USTEFECE JOURNAL: Teacher Education For Early Childhood EducationTeori Belajar Behavior Ival Pavlov dalam Mendukung Pembelajaran Anak Usia
http://jurnal.stkipbima.ac.id/index.php/pgpaudunswa/article/view/2828
<p>Early age is a period experienced by every individual as the beginning of life in the world. During this period, children experience very rapid growth and development processes such as psychological, physiological, language, motoric and cognitive development. Development in this stage becomes an important basis for development in the next stage. Behaviorist learning theory argues that changes in behavior are the impact of a process of interaction between children and their parents or family, children and educators or children and their wider environment through the world of education using stimuli that are related to each other to produce a change. as is the aim of education. This research aims to determine the importance of behaviorist learning theory in early childhood in everyday life. This research uses a qualitative approach. The results of this research show that Ivan Pavlov's theory of behaviorism is in line with the concept of habituation activities in early childhood. One of the famous learning theories is Ivan Pavlov's behaviorism theory. Pavlov's behaviorism theory emphasizes the importance of external stimuli in shaping human behavior.</p>Laili KhairulI'in AnggryaniMira Permata Sari
##submission.copyrightStatement##
2024-12-302024-12-30111117Pengembangan Kurikulum PAUD Berdasarkan Permendikbud 58 Tahun 2009
http://jurnal.stkipbima.ac.id/index.php/pgpaudunswa/article/view/2827
<p>This research is motivated by the importance of conducting an analysis related to the implementation of the curriculum in PAUD, this is because the curriculum applied is not yet uniform along with changes in existing regulations. In addition, it is based on the importance of analyzing the relevance of the PIAUD Study Program curriculum with the curriculum in force in PAUD so that it can be improved in the future. The purpose of this study is to describe how the curriculum concept, analyze the implementation of the Curriculum describe the relevance of the Early Childhood Education curriculum to the Early Childhood Education Study Program Curriculum. This research is a field research that is descriptive qualitative. Data sources or informants are the Head and Teachers of Early Childhood Education. Data collection techniques used are interviews, observations and documentation. Data analysis begins with reducing the data that has been collected, then presented in the form of a description of the data and finally conclusions are drawn from the results and analysis that have been carried out. The results of this study indicate that: first, the content of the PAUD curriculum referring to Permen 58 of 2009 includes Language, Cognitive, Physical, Akhlakul Karimah, Independence, Social Emotional. Meanwhile, those referring to Permen 146 of 2014 are aspects of the development of Religious and Moral Values, Physical Motor, Cognitive, Social Emotional, Language and Arts. Second, the implementation of the PAUD curriculum in Rejang Lebong Regency in general has been in accordance with the applicable curriculum guidelines, only in teaching and learning activities there are still many who have not used the learning model that should be applied, then the approach has not been implicitly included in the daily work plan prepared by the teacher. Third, the relevance of the PAUD curriculum to the PAUD Study Program curriculum in general has been relevant, but the content and placement of the components of the courses offered and the level of breadth and depth need to be reviewed.</p>Mansyur MansyurRiqqo Tulqullub
##submission.copyrightStatement##
2024-12-302024-12-30111829Analisis Penggunaan Bahan Sisa pada Pembelajaran Kreativitas Seni Rupa Anak Usia Dini
http://jurnal.stkipbima.ac.id/index.php/pgpaudunswa/article/view/2927
<p>Pembelajaran Kreativitas Seni Rupa anak usia dini mengharuskan pendidik untuk dapat mendesain pembelajaran dengan memanfaatkan media/bahan sebagai sarana penyalur pembelajaran agar lebih menarik serta menyenangkan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penggunaan bahan sisa pada pembelajaran kreativitas seni rupa anak usia dini. Penelitian ini merupakan penelitian dengan metode penelitian deskriptif kualitatif dengan melakukan pengamatan aktivitas untuk memperoleh data fakta serta menganalisisnya dengan tepat. Pengumpulan data dilakukan dengan Observasi, Wawancara dan Dokumentasi. Teknik analisis data pada penelitian ini menggunakan langkah-langkah pengumpulan data, reduksi data, display data, verivikasi dan penegasan kesimpulan. Hasil dari penelitian menunjukan bahwa bahan sisa dapat menjadi media yang efektif serta ekonomis yang mampu menarik perhatian dalam pembelajaran kreativitas seni rupa pada anak usia dini. Dampak penggunaan bahan sisa menjadikan pembelajaran kreativitas seni rupa menjadi lebih menyenangkan, menciptakan lingkungan kelas yang tidak monoton, mendorong anak untuk aktif dalam pembelajaran serta anak dapat membuat sebuat karya seni rupa sesuai dengan ide dan imajinasi yang ada pada pikiran.</p>Muhaimin MuhaiminRoswati RoswatiYuhandi HartiniNur Syariful Amin
##submission.copyrightStatement##
2026-05-302026-05-30113038The Role Of The Three Centers Of Education In Controlling The Use Of Smartphone As a Learning Resource
http://jurnal.stkipbima.ac.id/index.php/pgpaudunswa/article/view/2826
<p><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;">Penelitian ini ingin menguraikan secara komprehensif dan rigid bagaimana koordinasi dan kerjasama antara ketiga pusat pendidikan (sekolah, orang tua, wali, dan masyarakat) terkait pemanfaatan smartphone sebagai sumber belajar di sekolah. Oleh karena penggunaan smartphone di kalangan siswa saat ini sudah tidak mengherankan lagi, maka kerjasama antar pemangku kepentingan sangat dibutuhkan untuk meminimalisir terjadinya penyalahgunaan smartphone di kalangan siswa. Hal ini menyangkut fungsi positif smartphone dalam proses pembelajaran yang dapat digunakan sebagai sumber belajar, pemecah masalah, dan pemberi motivasi belajar anak. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi dan menganalisis peran Tiga Pusat Pendidikan (Pendidikan di Lingkungan Sekolah, Lingkungan Keluarga, dan Lingkungan Masyarakat) dalam mengendalikan penggunaan smartphone sebagai sumber belajar anak. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain eksploratif. Teknik pengumpulan data yang digunakan meliputi wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah reduksi data, penyajian data, verifikasi data, dan simpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengendalian penggunaan smartphone di lingkungan sekolah PAUD Kapya Kabupaten Wonogiri dilakukan dengan membuat peraturan tertulis penggunaan smartphone, memberikan sanksi kepada siswa yang tidak menaati peraturan, dan pengawasan oleh petugas piket. Sedangkan pengendalian yang dilakukan oleh lingkungan keluarga yaitu dengan mengarahkan aplikasi yang wajib diawasi oleh anak seperti mengunduh aplikasi ruang guru, aplikasi menggambar, berhitung, dan bernyanyi yang berkaitan dengan konteks belajar anak di sekolah. Begitu pula dengan sistem pengendalian yang diterapkan oleh masyarakat yaitu dengan bekerja sama dengan pemerintah desa untuk mengeluarkan kebijakan terkait pembatasan penggunaan smartphone pada jam belajar anak.</span></span></p>ikhwan ikhwanCandra Kartikasari
##submission.copyrightStatement##
2024-12-302024-12-30113952Penanaman Nilai Kewirausahaan Pada Anak Usia 4-5 Tahun Melalui Kegiatan Market Day di TK IT Al-Hikmah Kota Bima
http://jurnal.stkipbima.ac.id/index.php/pgpaudunswa/article/view/2829
<p>Instilling entrepreneurial values in children is very important to note because we know that at an early age is the golden age of a good time to instill positive things. In this case, the researcher examines how to instill the value of entrepreneurship through market day activities in one of the kindergartens that have often implemented these activities. The study was conducted to determine the response of children in these activities and the involvement of children. The method used in this research is qualitative with data collection techniques of observation, interviews and documents.The results of this study the researchers concluded that through this activity children were given an understanding of how to become an entrepreneur. Children are allowed to explore by peddling the food they make. Creating closeness of children with parents where when children are enthusiastic communicate it to parents and parents invite children to take part in providing food that they want to sell at school.</p> <p> </p>I'in AnggryaniMahrati ImaniarTri Rukmana
##submission.copyrightStatement##
2025-01-172025-01-1711110Analisis Kesiapan Guru dalam Mengimplementasikan Pendidikan Inklusi di Lembaga Pendidikan Anak Usia Dini
http://jurnal.stkipbima.ac.id/index.php/pgpaudunswa/article/view/3516
<p>Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji tingkat kesiapan guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dalam mengajar di lingkungan sekolah inklusi. Pendidikan inklusi merupakan pendekatan yang mengakomodasi kebutuhan semua anak, termasuk anak berkebutuhan khusus (ABK), dalam satuan pendidikan yang sama. Keberhasilan implementasi pendidikan inklusi sangat bergantung pada kesiapan guru, baik dari aspek pengetahuan, sikap, maupun keterampilan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan angket kepada guru-guru PAUD di kota Ngawi, Jawa Timur.</p> <p> Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum guru PAUD belum siap mengajar di kelas inklusi. Pada aspek pengetahuan, sebagian besar guru belum memahami konsep pendidikan inklusi secara komprehensif dan belum mengenal strategi pembelajaran yang sesuai bagi ABK. Dari sisi sikap, meskipun terdapat keterbukaan untuk menerima keberagaman anak, masih muncul keraguan dan rasa tidak percaya diri dalam praktik pembelajaran. Sementara itu, keterampilan guru dalam merancang pembelajaran adaptif, melakukan asesmen khusus, dan menggunakan media yang mendukung kebutuhan anak berkebutuhan khusus masih sangat terbatas. Faktor-faktor penghambat kesiapan antara lain kurangnya pelatihan, keterbatasan fasilitas, serta minimnya dukungan kelembagaan.</p> <p> Penelitian ini merekomendasikan pentingnya penyelenggaraan pelatihan berkelanjutan, penguatan kebijakan pendidikan inklusi di tingkat PAUD, dan penyediaan sumber daya pendukung untuk meningkatkan kapasitas guru dalam menyelenggarakan pembelajaran inklusi yang efektif dan bermakna.</p>Eny Setiyowati
##submission.copyrightStatement##
2024-09-302024-09-30115363