EKONOMI PANCASILA DAN IMPLIKASINYA DALAM PEMBELAJARAN EKONOMI
Abstract
Pancasila dalam konteks ekonomi merupakan ideologi bagi pelaku ekonomi di Indonesia. Ajaranutama ekonomi Pancasila bahwadalam berekonomi semata-mata tidak hanya bermotif memaksimalkan keuntungan (profit) dan kepuasaan (utility) ekonomi; sekalipun rugi secara ekonomi tidak perlu dianggap gagal kalau pada waktu yang bersamaan mendapat kerabat baru (petuah Jawa). Pancasila yang dirumuskan menjadi tiga komponen sistem ekonomi, yaitu: (1) Sila pertama dan dua merupakan dasar atau input: Etika Ketuhanan dan Kemanusiaan; (2) Sila ketiga dan keempat merupakan metode atau proses: Kekeluargaan dan Nasionalisme; dan (3) Sila kelima adalah tujuan atau output: Keadilan Sosial Ekonomi. Upaya untuk mengokohkan paham ekonomi Pancasila salah satunya dengan mengintegrasikan nilai-nilai Pancasila pada setiap kompetensi dan materi pembelajaran ekonomi yang selama ini luput dari pembelajaran di sekolah dan PerguruanTinggi.

Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4.0 Internasional. Diterbitkan Oleh Program Studi Pendidikan Ekonomi STKIP Bima. Jln. Piere Tendean Kel. Mande Kota Bima. Kode POS 84119Tlpn. (0374) 43195/42801




