Perilaku Motoric Off-Task: Fenomena Izin Keluar-Masuk Kelas di SD Negeri 45 Mataram
Abstract
Penelitian kualitatif deskriptif ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik dan pola perilaku siswa yang tidak dikehendaki (off-task behavior) berupa pemanfaatan izin administratif keluar kelas, serta faktor situasional yang melatarbelakanginya. Pemilihan subjek menggunakan teknik purposive sampling yang melibatkan kelompok siswa kelas II, III, IV, dan V di SD Negeri 45 Mataram, dengan mengeksklusi kelas I dan VI berdasarkan pertimbangan kondisi riil lapangan. Data dihimpun selama tiga bulan pelaksanaan program Asistensi Mengajar melalui instrumen catatan anekdot dan wawancara informal. Hasil penelitian menunjukkan adanya pembagian karakteristik yang kontras antar-jenjang kelas. Pada kelas rendah (kelas II), perilaku sering izin keluar kelas dipicu oleh kegelisahan fisik alami anak yang membutuhkan pelepasan energi (motoric release). Sebaliknya, pada kelas tinggi (kelas III, IV, dan V), dalih administratif rutin seperti membuang sampah, pergi ke toilet, dan membeli air minum telah dimodifikasi secara taktis menjadi mekanisme pelarian (coping mechanism) untuk menetralisir kejenuhan belajar. Fenomena disrupsi pasif ini mengalami eskalasi pada jam pelajaran rawan siang hari, mata pelajaran dengan tingkat kognitif tinggi seperti Matematika dan IPAS, serta dipengaruhi oleh runtuhnya jarak psikologis karena siswa mempersepsikan mahasiswa Asistensi Mengajar lebih muda dan ramah layaknya teman sendiri. Implikasi penelitian ini menekankan pentingnya bagi guru pengganti untuk menerapkan strategi manajemen kelas pendekatan behavioristik yang adaptif melalui teknik penguatan positif, kontrak perilaku, dan ekonomi token guna memulihkan kondusivitas kelas.



.png)




