KELAYAKAN LEMBAR KEGIATAN PESERTA DIDIK UNTUK MELATIHKAN KETERAMPILAN ARGUMENTASI MELALUI MODEL ARGUMENT DRIVEN INQUIRY PADA LARUTAN PENYANGGA
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kelayakan lembar kegiatan peserta didik melalui model Argument Driven Inquiry untuk melatihkan keterampilan argumentasi peserta didik SMA pada materi larutan penyangga. Kelayakan lembar kegiatan peserta didik ditinjau dari tiga aspek yaitu validitas, kepraktisan, dan keefektifan. Aspek validitas ditinjau dari validitas isi dan konstruk. Aspek kepraktisan ditinjau dari angket respons peserta didik dan observasi aktivitas peserta didik. Aspek keefektifan ditinjau dari hasil tes keterampilan argumentasi peserta didik. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan dengan model ADDIE, yang dibatasi hingga tahap evaluasi formatif. Implementasi awal lembar kegiatan peserta didik ini dilakukan pada 16 peserta didik kelas XI IPA 2 SMA Trensains Tebuireng Jombang. Hasil penelitian menunjukkan, kelayakan dari aspek validitas diperoleh hasil pada kriteria isi dan konstruk telah memperoleh modus penilaian dari tiga validator minimal 4. Kelayakan dari aspek kepraktisan diperoleh hasil bahwa persentase respons dan aktivitas peserta didik sebesar dengan interpretasi sangat baik. Kelayakan dari aspek keefektifan diperoleh dari hasil tes keterampilan argumentasi peserta didik yang diuji dengan uji-t. Berdasarkan uji tersebut, diperoleh hasil bahwa H0 ditolak dan H1 diterima, yang berarti ada perbedaan hasil tes sebelum dan sesudah dilakukan pembelajaran dengan menggunakan kembar kegiatan peserta didik yang dikembangkan.
References
Suryati, dan Permatasary, Yuni. (2014). Pengembangan Pembelajaran Termokimia Berbasis Inkuiri Terbimbing untuk Meningkatkan Literasi Sains Peserta Didik. Jurnal Ilmiah Pendidikan Kimia "Hydrogen", 2(2), 200-215.
Permendikbud Republik Indonesia Nomor 69 (2013). Tentang Kerangka Dasar dan Struktur Kurikulum Sekolah Menengah Atas/Madrasah Aliyah.
Tawil, Muh dan Lilisari. (2014). Keterampilan-Keterampilan Sains dan Implementasinya dalam Pembelajaran IPA. Makasar: Badan Penerbit UNM.
Larson, J., Christensen, C., & Abbott, A. F. (2007). Arguing to Learn and Learning to Argue: Case Studies of How Students' Argumentation Relates to Their Scientific Knowledge. Journal of Research in Science Teaching.
Probosari, R. M., Ramli, M., Harlita, H., Indrowati, M., & Sajidan, S. (2016). Profil Keterampilan Argumentasi Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Biologi FKIP UNS pada Mata Kuliah Anatomi Tumbuhan. Bioedukasi: Jurnal Pendidikan Biologi, 9(1), 29-33.
Handayani, P., & Sardianto, M. S. (2015). Analisis Argumentasi Peserta Didik Kelas X SMA Muhammadiyah 1 Palembang dengan Menggunakan Model Argumentasi Toulmin. Jurnal Inovasi dan Pembelajaran Fisika, 2(1), 60–68.
Pitorini, D. E., Suciati, S., & Ariyanto, J. (2020). Kemampuan argumentasi siswa: Perbandingan model pembelajaran inkuiri terbimbing dan inkuiri terbimbing dipadu dialog Socrates. Jurnal Inovasi Pendidikan IPA, 6(1), 26-38.
Shoimin, Aris. (2014). 68 Model Pembelajaran Inovatif dalam Kurikulum 2013. Yogyakarta: Ar-Ruzz Media.
Mutia, Andini. (2015). Hubungan Konsep Diri, Motivasi Berprestasi dengan Hasil Belajar. Jurnal Education, 10(2).
Dewi, M. (2013). Penerapan Metode Discovery Learning untuk Meningkatkan Aktivitas dan Hasil Belajar Pokok Bahasan Pecahan Peserta didik. Jurnal FKIP Universitas Jember.
Prastowo, Andi. (2011). Metode Penelitian Kualitatif dalam Perspektif Rancangan Penelitian. Yogyakarta: Ar-Ruzz Media.





.png)



