PENGOLAHAN LIMBAH ORGANIK MINA SAMBI MENJADI PUPUK KOMPOS DENGAN METODE FERMENTASI DI DESA NTORI KECAMATAN WAWO NTB
Abstract
Pengelolaan limbah organik merupakan tantangan besar di daerah pedesaan, termasuk Desa Ntori, Kecamatan Wawo, NTB. Mina Sambi, obat tradisional dari desa ini, menghasilkan limbah organik yang signifikan. Metode fermentasi dapat mengubah limbah ini menjadi pupuk kompos yang bermanfaat bagi pertanian. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji efektivitas metode fermentasi dalam mengolah limbah organik Mina Sambi menjadi pupuk kompos dan mengidentifikasi manfaat ekonomi dan lingkungan yang dihasilkan. Metode Penelitian ini dilakukan dengan mengumpulkan limbah organik, selanjutnya dihancurkan, dan disusun dalam lapisan dengan serbuk kayu, tanah, dan air. Campuran ini diaduk dan dipantau secara berkala hingga menjadi pupuk kompos yang matang. Data dianalisis secara deskriptif kualitatif untuk menilai kualitas pupuk kompos dan dampaknya terhadap lingkungan serta masyarakat. Hasil Pengolahan limbah organik melalui fermentasi ini, menghasilkan pupuk kompos berkualitas tinggi dengan tekstur halus, warna cokelat tua, dan aroma tanah segar. Pupuk kompos ini kaya akan nutrisi penting seperti nitrogen, fosfor, dan kalium. Penggunaan pupuk kompos meningkatkan kesuburan tanah dan produktivitas pertanian. Jumlah limbah organik yang mencemari lingkungan berkurang secara signifikan. Masyarakat Desa Ntori juga diberdayakan melalui penjualan pupuk kompos, dan kesadaran lingkungan meningkat. Pengolahan limbah ini juga mengurangi pencemaran lingkungan dan memberdayakan masyarakat secara ekonomi.
References
Fauzi, A., Salim, A., & Firmansyah, R. (2018). Manajemen Limbah Organik di Indonesia: Tantangan dan Peluang. Jurnal Pengelolaan Lingkungan, 22(1), 45-58.
Yulianto, E., & Sari, D. P. (2019). Pengelolaan Sampah Berbasis Komunitas di Daerah Pedesaan. Jurnal Ekologi dan Lingkungan, 14(2), 101-112.
Li, J., Zhang, B., & Zhao, Y. (2019). Effects of Compost Application on Soil Properties and Crop Yields: A Meta-Analysis. Agricultural Systems, 173, 154-163.
Wu, H., Fan, J., & Wei, Z. (2020). Environmental Benefits of Composting Organic Waste: A Review. Bioresource Technology, 294, 122163.
Crawford JH. Kompos dan Komposisi: Prinsip dan Praktek. New York: Springer; 2003.
Lingga P, Marsono A. Pupuk Organik dan Pupuk Hayati. Jakarta: Penebar Swadaya; 2003.
Nasution MZ. Metode Penelitian Kualitatif. Jakarta: Ghalia Indonesia; 2016.
Moleong LJ. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: PT Remaja Rosdakarya; 2017.
Gunawan B. Pengelolaan Limbah Organik di Desa. Jurnal Pengabdian Masyarakat. 2017;3(2):76-85.
Tiquia SM, Tam NFY, Hodgkiss IJ. Microbial activities during composting of spent pig-manure sawdust litter at different moisture contents. Bioresource Technology. 1996;55(3):201-206.
Bernal MP, Alburquerque JA, Moral R. Composting of animal manures and chemical criteria for compost maturity assessment: A review. Bioresource Technology. 2009;100(22):5444-5453.
Haug RT. The Practical Handbook of Compost Engineering. Boca Raton: CRC Press; 1993.
Epstein E. The Science of Composting. Boca Raton: CRC Press; 1997.
Boldrin A, Andersen JK, Møller J, Christensen TH, Favoino E. Composting and compost utilization: accounting of greenhouse gases and global warming contributions. Waste Management & Research. 2009;27(8):800-812.
Wong JWC, Mak KF, Chan FY, Lam A, Fang M, Zhou LX, et al. Co-composting of soybean residues and leaves in Hong Kong. Bioresource Technology. 2001;76(2):99-106.


.png)


