PENGARUH PURIFIKASI PRODUCER GAS TERHADAP NILAI KALOR PRODUCER GAS
Abstract
Pengembangan energi ramah lingkungan di Indonesia diarahkan pada pemanfaatan biomassa, termasuk sekam padi yang potensinya belum dimanfaatkan secara optimal. Penelitian ini bertujuan mengubah limbah sekam padi menjadi Compressed Producer Gas (CPG) melalui proses gasifikasi dalam reaktor downdraft, gas hasil gasifikasi dibersihkan menggunakan wet scrubber untuk menghilangkan abu dan tar, lalu dikompresi agar dapat disimpan dan digunakan kembali. Variasi tekanan aliran air dalam scrubber adalah 0,8; 1,2; dan 1,6 bar. Evaluasi dilakukan terhadap komposisi gas (CO, H₂, CH₄, CO₂) serta nilai kalor (HHV) sebelum dan sesudah scrubber menggunakan Gas Chromatography. Pada tekanan 1,2 bar, hasil uji gas kromatografi menunjukkan bahwa kandungan gas mudah terbakar (CO, H2, CH4) dan HHV meningkat setelah proses scrubber. Namun, nilai HHV turun untuk gas sesudah scrubber pada tekanan air 1,6 bar karena kelembapan gas meningkat. Komposisi gas mudah dibakar yang terkandung pada producer gas pada saat proses sebelum scrubber tertinggi diperoleh pada proses menggunakan tekanan air scrubber sebesar 1,6 bar dengan hasil konsentrasi total sebesar 18,054% dari total gas yang dihasilkan dan konsentrasi gas sesudah scrubber sebesar 10,923% dari total gas yang dihasilkan. Studi ini menunjukkan bahwa sistem CPG dari sekam padi dapat digunakan sebagai alternatif energi bersih yang mendukung ekonomi hijau (green economy).
References
Erkiaga, A., Lopez, G., Amutio, M., Bilbao, J., Olazar, M. (2014). Influence of operating conditions on the steam gasification of biomass in a conical spouted bed reactor,” Chemical Engineering Journal, 237: 259–267.
Susastriawan, A.A.P., Saptoadi, H., Purnomo. (2017). Small-scale downdraft gasifiers for biomass gasification: A review. Renewable and Sustainable Energy Reviews, 76: 2017
Hernández, J.J., Aranda-Almansa, G., Bula, A. (2010). Gasification of Biomass Wastes in an Entrained Flow Gasifier: Effect of the Particle Size and the Residence Time. Fuel Processing Technology, 91: 681–92.
Phuphuakrat, T., Namioka, T., Yoshikawa, K. (2011). Absorptive Removal of Biomass Tar Using Water and Oily Materials. Bioresource Technology, 102: 543–549.
Ahmad, N.A., Zainal, Z.A. (2016). Performance and Chemical Composition of Waste Palm Cooking Oil as Scrubbing Medium for Tar Removal from Biomass Producer Gas. Journal of Natural Gas Science and Engineering, 32: 256–261.
Susastriawan, A.A.P., Purwanto, Y., Purnomo, Vindo, K., Hariyanto, A. (2021). An effect of spray configuration and adsorbent material on performance of the spray scrubber in the downdraft gasifier-engine system. Journal Teknologi (Sciences & Engineering), 83: 167–174.
Trisnayanti, Catur, A. (2017). Analisis Absorpsifitas Gas H2S Pada Filter Purifikasi Biogas dengan Mempergunakan Wet Scrubber. Surabaya: Institut Teknologi Sepuluh Nopember.
Unyaphan, S., Tarnpradab, T., Takahashi, F., Yoshikawa, K. (2017). An investigation of low cost and effective tar removal techniques by venturi scrubber producing syngas microbubbles and absorbent regeneration for biomass gasification. Energy Procedia, 105: 406-412.
Prayoga, E. (2018). Rancang Bangun Wet Scrubber Untuk Mengurangi Kadar Polutan Pada Ruang Forging Bengkel Jurusan Teknik Mesin Politeknik Negeri Sriwijaya (Analisis Hasil Pencucian Gas Menggunakan Filter Bertingkat). Palembang: Politeknik Negeri Sriwijaya.
Saptoadi, H., Susastriawan, A.A.P., Subbarao, P.M.V. (2024). Performance of Spray Scrubber for Tar Removal and Energy Density of CPG from Rice Husk Gasification. International Journal of Heat and Technology, 42: 1193-1199.





.png)



