Ekstrak Zat Warna Dari Kulit Bawang Merah Dan Aplikasinya Sebagai Indikator Asam Basa

  • Kasnati K Mahasiswa Prodi Pendidikan Kimia
  • agrippina wiraningtyas Prodi Pendidikan Kimia STKIP Bima
  • Magfirah Perkasa Prodi Pendidikan Kimia STKIP Bima
  • Ruslan R Prodi Pendidikan Kimia STKIP Bima
Keywords: Kulit Bawang Merah,antosianin, maserasi, kertas indikator asam Basa

Abstract

Kulit  bawang  merah  (Allium  cepa)  merupakan  salah  satu  limbah  rumah tangga maupun limbah perindustrian yang jarang dimanfaatkan. kulit bawang merah memiliki pigmen warna merah yang berasal dari antosianin. Pigmen tersebut dapat mengalami perubahan warna pada perubahan keasamannya. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui  ekstrak kulit bawang merah dapat digunakan sebagai indikator asam basa. Ekstraksi kulit bawang merah dilakukan dengan metode maserasi. hasil penelitian ini menunjukan bahwa kulit bawang merah yang di ekstrak menggunakan pelarut etanol dengan kosentrasi  10% menghasilkan warna merah gelap, warna merah terang pada kosentrasi 30%, warna merah bata pada kosentrasi 50%, dan pada kosentrasi 70% menghasilkan warna merah maron yang lebih pekat, dan berwarna merah tua pada kosentrasi 90%. Kosentrasi optimum pelarut etanol yang didapat adalah kosentrasi 70% dengan nilai absorbansi 3.430 dan warna yang dihasilkan adalah warna merah maron yang lebih pekat.

Published
2021-01-01