https://jurnal.stkipbima.ac.id/index.php/RE/issue/feed JURNAL REDOKS : JURNAL PENDIDIKAN KIMIA DAN ILMU KIMIA 2026-01-29T13:23:55+00:00 Agrippina Wiraningtyas agriwiraningtyas@gmail.com Open Journal Systems <p>Jurnal Redoks: Jurnal Pendidikan Kimia dan Ilmu Kimia merupakan jurnal&nbsp;<em>open-access</em>&nbsp;peer-review double-blind. Naskah yang masuk akan melalui proses seleksi editor dan team reviewer.&nbsp; Jurnal Redoks merupakan terbitan dari Program Studi Pendidikan Kimia STKIP Bima mulai menerbitkan artikel Online pada tahun 2018.&nbsp;Artikel diterbit 2 kali setahun pada bulan Januari dan Juli. Jurnal Redoks sebagai media publikasi hasil-hasil pemikiran dan penelitian berupa karya ilmiah dibidang pendidikan Kimia, Ilmu Kimia, Kimia Terapan, Inovasi Kimia dan umumnya IPA (sains)</p> https://jurnal.stkipbima.ac.id/index.php/RE/article/view/4067 Pengaruh Variasi Rasio Prekursor terhadap Kristalinitas Nanopartikel ZnO Hasil Sintesis Hijau Berbasis Ekstrak Parthenium hysterophorus L. 2026-01-21T02:24:30+00:00 Nahzim Rahmat nahzimrahmat@polmed.ac.id Prisca Caesa Moneteringtyas pisca123@gmail.com Pina Budiarti Pratiwi pina123@gmail.com Trisno Afandi trisno123@gmail.com <p><em>This study aims to synthesize ZnO nanoparticles via a green synthesis approach using Parthenium hysterophorus L. leaf extract with two variations of precursor ratios. The process was carried out at a temperature range of 65–85 °C followed by calcination at 600 °C for 2 hours. FTIR analysis showed a strong absorption band at 840 cm⁻¹ corresponding to Zn–O stretching vibrations, along with several organic functional groups (C–O, C=O, C=C) acting as natural stabilizing agents. XRD patterns confirmed the formation of the wurtzite ZnO phase without impurities, with crystallite sizes calculated by the Scherrer equation of 0.87 nm (Sample A) and 0.94 nm (Sample B). The sharper peaks observed in Sample B indicate higher crystallinity. These findings demonstrate the effectiveness of P. hysterophorus L. extract as a natural bioreductant in the eco-friendly synthesis of ZnO nanoparticles</em></p> 2026-01-21T01:45:17+00:00 ##submission.copyrightStatement## https://jurnal.stkipbima.ac.id/index.php/RE/article/view/4147 Integrasi STEM dalam Pemberdayaan Masyarakat: Inovasi POC dan Kompos Plus sebagai Simulasi Proses Redoks untuk Meningkatkan Ketahanan Pangan dan Ekonomi Hijau 2026-01-21T02:19:22+00:00 Agrippina Wiraningtyas agriwiraningtyas2@gmail.com Olahairullah Olahairullah olahairullah0@gmail.com Irma Rubianti irma123@gmail.com Muhammad Subhan msubhan123@gmail.com I Ketut Widnyana widnyana123@gmail.com Putu Eka Pasmidi Ariati eka123@gmail.com <p>Sektor pertanian di daerah tertinggal seperti Desa Mangge Na’e, Kabupaten Dompu, menghadapi masalah multidimensi yang saling berkaitan, meliputi&nbsp;ketergantungan tinggi pada input kimia yang mahal, minimnya akses irigasi yang andal, pemborosan limbah organik, serta kerentanan ketahanan pangan dan gizi&nbsp;yang tercermin dari angka stunting sebesar 13,56%. Program pemberdayaan ini bertujuan untuk menjawab tantangan tersebut melalui integrasi pendekatan&nbsp;STEM (Science, Technology, Engineering, Mathematics)&nbsp;dengan fokus pada inovasi teknologi tepat guna berbasis prinsip kimia redoks. Melalui metode&nbsp;<em>participatory action research</em>&nbsp;(PAR), masyarakat diajak terlibat langsung dalam simulasi dan produksi&nbsp;Pupuk Organik Cair (POC) Plus&nbsp;dan&nbsp;Kompos Plus&nbsp;dari limbah rumah tangga dan pertanian. Hasil implementasi menunjukkan peningkatan signifikan pada tiga aspek: (1)&nbsp;aspek produksi&nbsp;dengan rerata produksi POC 50 liter/bulan, pengurangan ketergantungan pupuk kimia hingga 60%, dan penurunan penggunaan pestisida sintetis sebesar 50%; (2)&nbsp;aspek kapasitas masyarakat&nbsp;yang tercermin dari peningkatan pengetahuan kader posyandu sebesar 85%, serta penguasaan keterampilan teknologi dan matematika dalam mengelola usaha tani; dan (3)&nbsp;aspek ekonomi-lingkungan&nbsp;berupa penghematan biaya produksi, peningkatan akses pangan bergizi melalui 25 unit Taman Gizi keluarga, serta terbangunnya model&nbsp;ekonomi hijau berbasis sirkularitas lokal. Program ini membuktikan bahwa integrasi STEM tidak hanya menyelesaikan masalah teknis, tetapi juga membangun literasi sains dan kelembagaan masyarakat yang berkelanjutan. Model ini direkomendasikan untuk direplikasi di wilayah tertinggal lain guna mendorong ketahanan pangan, kemandirian energi, dan pertumbuhan ekonomi inklusif.</p> 2026-01-21T02:19:22+00:00 ##submission.copyrightStatement## https://jurnal.stkipbima.ac.id/index.php/RE/article/view/4155 EDUKASI STUNTING MELALUI PENDEKATAN KIMIA: PERAN REAKSI REDOKS DALAM PENGOLAHAN PANGAN BERGIZI DAN PUPUK ORGANIK CAIR 2026-01-21T02:39:14+00:00 Irma Rubianti irma123@gmail.com Muhammad Subhan msubhan123@gmail.com Olahairullah Olahairullah ola123@gmail.com Agrippina Wiraningtyas agriwiraningtyas2@gmail.com Ni Putu Cempaka Dharmadewi Atmaja cempaka123@gmail.com I Made Wahyu Wijaya wahyu123@gmail.com <p>Stunting sebagai masalah kesehatan kronis akibat kekurangan gizi masih menjadi tantangan serius di Indonesia, terutama di daerah tertinggal seperti Desa O’o, Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat, dengan prevalensi mencapai 20,60%. Penelitian ini mengusulkan pendekatan edukasi stunting yang inovatif melalui integrasi prinsip kimia, khususnya&nbsp;<strong>reaksi redoks</strong>, dalam pengolahan pangan bergizi dan pengelolaan limbah organik. Tujuan penelitian adalah mengembangkan model edukasi berbasis kimia terapan untuk meningkatkan kapasitas kader Posyandu dalam pencegahan stunting secara holistik. Metode partisipatif diterapkan dengan melibatkan 39 kader Posyandu Desa O’o dan UMKM lokal. Kegiatan meliputi pelatihan tentang peran reaksi redoks dalam mempertahankan dan meningkatkan ketersediaan hayati zat gizi mikro (besi, seng, kalsium), praktik pengolahan pangan lokal (nugget jamur, bakso jamur, jamur krispi) dengan kontrol oksidasi dan reduksi, serta pembuatan pupuk organik cair (POC) dari limbah rumah tangga melalui fermentasi anaerob. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan pengetahuan kader sebesar&nbsp;<strong>50%</strong>, terutama dalam pemahaman penerapan redoks untuk mengurangi senyawa antinutrisi dan mempertahankan kandungan gizi. Kader berhasil memproduksi olahan pangan dengan retensi gizi hingga&nbsp;<strong>80%</strong>&nbsp;serta mengurangi timbunan sampah organik rumah tangga sebesar&nbsp;<strong>60%</strong>&nbsp;melalui produksi POC. Pendekatan ini tidak hanya meningkatkan ketahanan pangan dan gizi, tetapi juga menciptakan siklus berkelanjutan antara kesehatan, lingkungan, dan pemberdayaan masyarakat. Sehingga, integrasi prinsip kimia khususnya reaksi redoks dalam edukasi stunting terbukti efektif sebagai solusi kontekstual, partisipatif, dan berbasis sains terapan. Model ini dapat diadopsi sebagai strategi inovatif untuk percepatan penurunan stunting di daerah lain dengan permasalahan serupa.</p> 2026-01-21T02:39:14+00:00 ##submission.copyrightStatement## https://jurnal.stkipbima.ac.id/index.php/RE/article/view/4137 Pengembangan Bio-Hybrid HEPA Filter Berbasis Serat Alami dan Karbon Aktif untuk Pengendalian Polutan PM 0,25 dan CO di Lingkungan Industri Farmasi 2026-01-21T02:55:50+00:00 Hasna Latipah Sakinah hasnalatifah0509@gmail.com Fitria Milanda fitria1@gmail.com Restiani Alia Pratiwi restiani1@gmail.com <p><em>Polusi udara di lingkungan industri farmasi sering didominasi oleh partikulat halus (PM) dan gas berbahaya seperti karbon monoksida (CO) yang dapat mengganggu kesehatan pekerja dan kualitas produk. Penelitian ini bertujuan mengembangkan bio-hybrid HEPA filter berbasis kertas daur ulang, serabut kelapa, dan arang aktif sebagai alternatif filter ramah lingkungan, ekonomis, dan efektif untuk pengendalian PM hingga ukuran 0,25 µm dan gas CO. Prototipe filter disusun dalam tiga lapisan: penyaring mekanik (kertas daur ulang), penyaring berpori alami (serabut kelapa), dan lapisan adsorpsi (arang aktif). Uji performa dilakukan menggunakan particle counter dan pengujian gas sederhana. Hasil menunjukkan bahwa kombinasi ketiga material menghasilkan efisiensi filtrasi PM2.5 sebesar 90,21% dan penurunan konsentrasi CO sebesar 94,88%, lebih tinggi dibandingkan filter berbahan tunggal. Peningkatan ini terutama dipengaruhi oleh luas permukaan dan volume pori arang aktif yang mendukung mekanisme adsorpsi gas. Temuan ini menunjukkan bahwa bio-hybrid filter memiliki potensi sebagai media filtrasi alternatif yang efektif, berkelanjutan, dan dapat diterapkan pada fasilitas industri farmasi skala kecil hingga menengah. Produk ini juga berpeluang dikembangkan sebagai solusi penyaring udara berbasis biomassa lokal yang mudah diproduksi dan ramah lingkungan.</em></p> 2026-01-21T02:51:19+00:00 ##submission.copyrightStatement## https://jurnal.stkipbima.ac.id/index.php/RE/article/view/4243 OPTIMASI PROSES DEASETILASI KITIN BERBASIS MICROWAVE UNTUK PRODUKSI KITOSAN DENGAN DERAJAT DEASETILASI TINGGI 2026-01-24T02:17:21+00:00 Ani Purwanti ani4wanti@akprind.ac.id <p><em>Kitosan merupakan biopolimer hasil deasetilasi kitin yang banyak dimanfaatkan pada berbagai bidang karena bersifat biodegradable dan biokompatibel. Namun, proses deasetilasi konvensional cenderung memerlukan kondisi operasi yang ekstrim sehingga berpotensi menyebabkan degradasi rantai polimer dan penurunan yield kitosan. Penelitian ini bertujuan untuk mengoptimasi proses deasetilasi kitin berbasis microwave guna memperoleh kitosan dengan derajat deasetilasi (DD) ≥ 75% dan degradasi massa yang minimal. Optimasi dilakukan secara simultan terhadap beberapa parameter proses, meliputi konsentrasi NaOH (40–70% b/v), suhu reaksi (60–80 °C), daya microwave (300–600 W), dan rasio pelarut NaOH:kitin (1:10–1:20 b/v). Derajat deasetilasi ditentukan menggunakan analisis FTIR, sedangkan yield kitosan dihitung berdasarkan perbandingan massa kitosan kering terhadap massa awal kitin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan intensitas kondisi proses mampu meningkatkan derajat deasetilasi, namun secara bersamaan menurunkan yield kitosan akibat degradasi rantai polimer. Kondisi optimum diperoleh pada konsentrasi NaOH 60% (b/v), suhu 70 °C, daya microwave 450 W, dan rasio NaOH:kitin 1:15 (b/v), yang menghasilkan kitosan dengan derajat deasetilasi ≥ 75% dan yield sekitar 70%. Hasil ini menunjukkan bahwa optimasi simultan parameter proses efektif dalam menghasilkan kitosan bermutu tinggi dengan efisiensi proses yang baik.</em></p> 2026-01-24T02:17:21+00:00 ##submission.copyrightStatement## https://jurnal.stkipbima.ac.id/index.php/RE/article/view/4261 PENGARUH SUHU EKSTRAKSI DAN LAMA PENGGUMPALANTERHADAP KADAR DERAJAT ESTERIFIKASI (DE) EKSTRAK PEKTIN KULIT KAKAO (THEOBROMA CACAO L.) 2026-01-29T13:18:57+00:00 Qurrata Ayun qu_rrata@yahoo.co.id Ananda Nabila qu_rrata@yahoo.co.id Reny Eka Evi Susanti qu_rrata@yahoo.co.id <p><em>Kulit buah kakao (Theobroma cacao l.) merupakan limbah pertanian yang berpotensi dimanfaatkan sebagai sumber pektin. Pektin sendiri memiliki nilai ekonomi tinggi dan yang menjadi salah satu parameter mutu dari pektin adalah nilai dari derajat esterifikasinya (DE). DE sendiri dipengaruhi oleh berbagai macam kondisi ketika proses ekstraksi pektin berlangsung. Kulit buah kakao sendiri mempunyai kandungan pektin sebesar 16,27%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh suhu ekstraksi dan lama penggumpalan pektin terhadap kadar DE pada proses ekstraksi kulit buah kakao. Beberapa tahapan yang dilakukan antara lain adalah preparasi sampel, proses ekstraksi kulit kakao, optimasi suhu ekstraksi dan optimasi lama penggumpalan pektin. Dalam setiap optimasi dilakukan analisis berat ekivalen, kadar metoksil, kadar asam galakturonat dan yang terakhir penentuan derajat esterifikasi pektin kulit kakao tersebut. Berdasarkan hasil penelitian maka disimpulkan bahwa suhu untuk proses ekstraksi adalah 80°C dengan lama penggumpalan pektin 16 jam yang menghasilkan DE optimum sebesar 72%, kadar metoksil 12,01%, kadar asam galakturonat 94,60% serta berat ekivalennya 666,67%. Hasil yang diperoleh tersebut menunjukkan bahwa kulitas pektin yang diperoleh telah memenuhi kriteria standar mutu IPPA yaitu pektin kulit kakao termasuk pektin metoksil tinggi (HMP).</em></p> 2026-01-29T13:18:55+00:00 ##submission.copyrightStatement## https://jurnal.stkipbima.ac.id/index.php/RE/article/view/4259 TINJAUAN KIMIA FARMASI TERHADAP KARAKTERISTIK FARMASETIKA DAN EVALUASI DISOLUSI TABLET KOMBINASI AMLODIPIN BESILAT – LOSARTAN KALIUM 2026-01-29T13:23:55+00:00 Gilang Pratama Putra gilangpratamaputra819@gmail.com Ika Wahyuni ikawahyuni006@gmail.com <p><em>Penggunaan kombinasi obat amlodipin besilat dan losartan kalium pasien hipertensi bertujuan untuk menggantikan terapi tunggal yang kurang efektif. Sediaan kombinasi amlodipin besilat dan losartan kalium dikembangkan untuk memberikan efek sinergis dan meningkatkan kepatuhan pengobatan pasien hipertensi. Tujuan kajian artikel ini yaitu untuk mengetahui kombinasi tablet amlodipin besilat dan losartan kalium pada pasien hipertensi dari sisi farmakologi dan farmasetika. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pencarian artikel melalui database tunggal, yaitu Google Scholar. Kombinasi amlodipin besilat dan losartan kalium banyak digunakan pada pasien hipertensi stage II. Penggunaan amlodipin besilat dikombinasi dengan losartan dapat menurunkan tekanan darah secara signifikan dibandingkan penggunaan amlodipin secara monoterapi. Tablet lepas segera lapis ganda dipilih pada kombinasi kedua obat ini karena amlodipin besilat dan losartan kalium memiliki karakteristik yang berbeda, dimana formulasi amlodipin besilat tablet menggunakan kempa langsung dan losartan kalium menggunakan metode granulasi basah. Setelah pembuatan formulasi tablet kombinasi maka dilakukan evaluasi salah satunya uji disolusi. Uji disolusi dilakukan menggunakan alat disolusi USP Tipe II (tipe Paddle).</em></p> 2026-01-29T13:23:55+00:00 ##submission.copyrightStatement##