EFEKTIFITAS PERASAN DAUN SIRIH HIJAU ( PIPER BETLE L.) SEBAGAI INSEKTISIDA ALAMI TERHADAP MORTALITAS BELALANG HIJAU (OXYA SERVILLE)
Abstract
Tanaman sirih merupakan tanaman hijau yang merambat dengan daun yang berbentuk hati. Tanaman dari keluarga PiperaceaeIni berasal dari Asia Selatan (India, Nepal, Bangladesh, Sri Langka) serta tumbuh luas di kawasan malaysia dan Indonesia.Tanaman ini potensial untuk di budidayakan karena dapat di gunakan sebagai anti septik dan obat luka.Tanaman ini tidak dipercaya efektif untuk mengobati berbagai penyakit, Salah satu contoh yaitu karies gigi.Dalam studi farmakologi, daun sirih hijau dapat digunakan sebagai obat analgesik, anti bisul, anti alergi, anti bakteri, anti jentik nyamuk, anti oksidan, dan anti serangga serta anti diabetes.Dalam penelitian ini perasan daun sirih hijau ditumbuk halus denan dosis 35ml, 45ml, dan 55ml. Desain penelitian menggunakan rancangan acak lengkp (RAL) dengan 3 perlakuan dan 3 kali pengulangan.
Berdasarkan hasil uji dan dapat diketahui bahwa hasil Asymp.Sig adalah 0,258> 0,05 dapat diartikan bahwa secara stastistik Ho diterima dan Ha ditolak. Data tersebut diperoleh dari hasil uji anova terhadap tiga kali perlakuan dan tiga kali pengulangan selama 12 jam dengan dosis yaitu 35 ml, 45 ml, dan 55 ml. Setelah data diuji menggunakan anova hasilnya tidak signifikan dan tidak perlu menggunakan uji lanjut.
Downloads
References
Alam N. (2018), ”Uji efektifitas bubuk pepeya (Carica papaya L.) terhadap kematian semut api (Selenopsis). Kemetrian kesehatan repblik indonesia politeknik kesehatan kendari jurusan analisis kesehatan 2018.
Aulung A, dkk. (2010),“Daya larvisida ekstrak daun sirih (Piper Betle L) terhadap mortalitas larva Aedes Aegypti L. Departemen Parasitologi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Jakarta. Majalah Kedokteran FK UKI 2010 Vol XXVII No.1
Handayani. (2013), “Efektifitas ekstrak daun sirih sebafgai sebagai bioinsektisida terhadap kematian nyamuk aedes aegypti. di akses tanggal 19 oktober 2020.
Herawati, (2010), ”Ekstrak daun sirih hijau (piper betle L.) sebagai insektisida nabati untuk membasmi larva nyamuk aedes aegepti.
Hidayat.T. (2015), “ Pengaruh pemberian ekstrak daun sirih (piper betle L.) untuk mengendalikan damping-off pada tanaman cabai (Capsicum annum).
Iskandar.I. (2015), “Efektifitas bubuk biji pepaya (Carica papaya L.) sebagai larvasida alami terhadap kematian larva aedes egyty. Jurusan kaesehatan lingkungan poltekes tanjung pinang jurnal ekakta.
Lastri dalam Hanafiah k.A.(2014), “Pengaruh pemberian perasan daun sirih hijau (piper betle L) untuk pengedalian hama rayap tanah (coptotermes curvignathus H.) Diakses tanggal 18 oktober 2020
Muliyantaman, (2013) “Kajian Ekstrak Daun Sirih Hijau terhadap kumbang bubuk beras (sitophilus orizae L).
Pinatik.N.J.(2016), “Efektifitas daun sirih hijau (piper betle L.) Dalam menghambat pertumbuhan bakteri Escherichia coli. Diakses tanggal 24 oktober 2020.
Puspita D,(2019), ”Uji organoleptik tempe biji asam (tamanrindus indiae) berdasarkan lama fermentasi diakses pada tanggal 17 oktober 2020.
Rina dalam Nur,(2010) ”Uji efektifitas esktrak daun sirih hijau (Piper betle L) sebagai insektisida alami terhadap mortalitas walang sangit (Leptocorisa acuta)
Sugiyono. (2012), “Potensi ekstrak daun sirih hijau (piper betle L) sebagai alternatif terapi acne vulgaris” http://pastiguna.com/teknik-analisa-data/. Diakses tanggal 13 juni 2020.








