Hubungan Motivasi Perawat Dengan Tingkat Kepatuhan Perawat Dalam Melaksanakan Prosedur Tetap Pemasangan Infus Di IGD RSUD Bima

  • . Supriadin
  • Sri Yuliana Stikes Yahya Bima
Keywords: Motivasi Perawat, Kepatuhan Perawat

Abstract

Motivasi adalah suatu kebutuhan yang mendorong seseorang untuk melakukan serangkaian kegiatan yang mengarah ketercapaiannya tujuan tertentu. Hal ini menimbulkan motivasi suatu variabel yang ikut campur dalam faktor-faktor yang mengelola , membangkitkan, mempertahankan, dan menyalurkan tingkah laku menuju suatu sasaran. Kepatuhan merupakan sejauh mana perilaku seseorang atau pasien sesuai dengan ketentuan yang diberikan oleh professional kesehatan.

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hubungan motivasi perawat dengan tingkat kepatuhan perawat dalam melaksanakan prosedur tetap pemasangan infus di IGD RSUD Bima. Instrumen pengumpulan data Motivasi pada penelitian ini menggunakan kousioner, sedangkan pengumpulan data kepatuhan perawat menggunakan observasi langsung pemasangan infus, Populasi dalam penelitian ini semua perawat di IGD RSUD Bima yang berjumlah 25 orang. Tehnik pengambilan sampel total sampling dengan design cross sectional.

Hasil penelitian didapatkan perawat dengan motivasi baik sebanyak 14 orang dan cukup sebanyak 11 orang, tingkat kepatuhan sebanyak 13 orang dan tidak patuh sebanyak 12 orang. Sesuai dengan hasil perhitungan menggunakan SPSS 16 for windows untuk n = 25 didapatkan uji chi square tingkat penerimaan  p< 0,05 dengan didapat hasil α = 0,028. Artinya Ha diterima sehingga terdapat hubungan yang bermakna motivasi perawat dengan tingkat kepatuhan perawat dalam melaksanakan prosedur tetap pemasangan infus, sehingga dapat disimpulkan bahwa semakin baik motivasi perawat maka semakin patuh perawat dalam melaksanakan prosedur tetap pemasangan infus.

Peneliti menganjurkan kepada petugas kesehatan khususnya perawat, agar melakasanakan pemasangan infus sesuai dengan standar operasional prosedur yang ada di rumah sakit tempat mereka bekerja.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Arikunto, S. 2006. Prosedur Penelitian: Suatu Pendekatan Praktek. Edisi Revisi Cetakan 14. Jakarta: Rineka Cipta.
Aisyah. 2004. Pengaruh insertif Material terhadap Kinerja perawat. Pt Mlc life Indonesia. Jakarta.
Arma, MR. 2012. Pengaruh pelatihan kolaborasi pada perawat yang mengalami konflik peran terhadap kepatuhan dalam pelaksanaan standar operasional prosedur (pemasangan infus).
Atmoko, T. 2008. Standar operasional prosedur (SOP) dan akuntabilitas kinerjan instansi pemerintah.
Azwar A. 2009. Administrasi Kesehatan, Edisi ketiga. Binarupa Aksara. Jakarta.

Chaplin, 2008. Kamus lengkap Psikologi (Kartini, Kartono, Trans) PT. RajaGrafindo. Jakarta.
Darmadi, (2008). Infeksi Nosokomial, Problematika dan Pengendaliannya, Jakarta : Salemba Medika.
Daugherty, l. 2010. Peripheral cannulation. Nursing standar
Depkes. RI. 2002. Pedoman Pelaksanaan Kewaspadaan Universal di Pelayanan Kesehatan. Direktoral Jendral pemberantasan Penyakit Menular dan Penyehatan Lingkungan, Jakarta.
DepKes RI, 2007. Sistem Kesehatan Nasional, DepKes, Jakarta.
Gibson, Ivancevich dan Donnelly, 1997. Organisasi: Perilaku, Struktur, Proses Jilid 1, Erlangga, Jakarta.
Hasibuan, Ahmad, Daud, 2007. Pengaruh Pengetahuan dan Sikap terhadap Kinerja Perawat dalam Rekam Medis di Ruang Rawat Inap RSUD Kota Sidempuan Tahun 2007, Skripsi, FKM USU, Medan.
Hidayat, A. (2008). Metode Penelitian dan Tehnik Analisis Data. Penerbit Salemba Medika. Edisi pertama . Jakarta.
Hinlay , G. 2006. Infection control in pheriperal canula. Nursing standar
Hariandja, 2002. Manajemen Sumber Daya Manusia. Jakarta: Grasindo. Hasibuan, Malayu S.P.
Ilyas, Yaslis. 2002. Kinerja, Teori, Penilaian dan Penelitian. FKM Universitas Indonesia. Depok.
Indriyo dan Sudita. 2007. Pengaruh motivasi terhadap Peningkatan kepuasan. Edisi Kelima. Yogyakarta. BPFE.
Kemenkes. 2011. Pedoman Penyelenggaraan Pelayanan di Rumah Sakit. Jakarta.
Mangkunegara. 2005. Evaliasi Kerja Sumber Daya Manusia.Bandung : PT Refika Aditama.
Hafizurrahman H, Trisnantoro L, dan bachtiar A. 2012. kebijakan keperwatan berbasis kinerja Di RSU tangerang. Jurnal Manajemen Pelayanan Kesehatan.
Munandar, 2001. “Budgeting, Perencanaan Kerja, Pengkoordinasian Kerja, Pengawasan Kerja”, Edisi Ketiga, BPFE, Yogyakarta.
Nurrizkha RH dan saputra. 2011. Pengukuran indeks kepuasan masyarakat terhadap pelayanan kesehatan.
Notoatmodjo. 2005. Metode Penelitian Kesehatan. Jakarta. Rineka Cipta.
Notoadmodjo, Prof. Dr. Soekidjo. 2003. Pendidikan dan Perilaku Kesehatan. Ed.
Notoadmodjo, Soekidjo, 2003. Pendidikan dan Perilaku Kesehatan, Rineka Cipta, Jakarta.
Nursalam & Siti Pariani. 2001. Pendekatan Praktis Metodologi Riset Keperawatan. CV Sagung Seto. Jakarta.
Nursalam. 2007. Manajemen Keperawatan. Jakarta: Salemba Medika
Pamuji T. Asrin dan Kamaluddin R. 2008. Hubungan Pengetahuan perawat tentang standar operasional prosedur dengan kepatuhan perawat. Jurnal Keperawatan Soedirman
Pandji Anoraga. 1998. Psikologi Kerja. PT Rineka Cipta. Jakarta.
Peter Salim & Yenny Salim. 2005. Kamus Bahasa Indonesia Kontemporer. Modern English Press. Jakarta.
Perry. AG. 2005. Buku Saku Ketrampilan dan Prosedur Dasar, edisi 5. EGC, Jakarta
Potter. Perry. 2005. Buku Saku Keterampilan dan Prosedur Dasar. Edisi 4. Jakarta EGC.
Potter. Perry. 2005. Buku Saku Keterampilan dan Prosedur Dasar. Edisi 5. Jakarta EGC.
Poerwodarmito, 2010. PENGESAHAN USULAN PRAKTIK KERJA. Usulan Praktik Kerja. Purwokerto
Robbins S.P. 2001. Perilaku Organisasi , Alih Bahasa Hadyana Pujaatmaka. Pren Hallindo. Jakarta.

Robbins. 2003. Prilaku Organisasi. Konsep Kontroversi Aplikasi. Jakarta: PT Prehallindo.
Rusmini. (2008). Motivasi dan kinerja perawat pelaksana di rumah sakit Bhayangkara Medan.
Rusna RP. 2009. Gambaran Rekrutmen dan Seleksi Karyawan di Rumah Sakit Karya Bekasi. Universitas Indonesia. Jakarta.
Scahffer, at all. 2000. Pencegahan Infeksi dan Praktik Yang Aman, Alih Bahasa Setiawan. Buku Kedokteran EGC. Jakarta.
Setiadi. 2007. Konsep dan Penulisan. Riset Keperawatan. Jakarta: Graha Ilmu.
Saryono. (2011). Metodologi penelitian kesehatan: penuntun praktis bagi pemula. Yogyakarta: Mitra Cendikia Press.
Suroso J. 2011. Penataan Sistem Jenjang Karir Berdasar Kompetensi Untuk Meningkatkan Kepuasan Kerja dan Kinerja Perawat di Rumah Sakit. Eksplanasi.
Sujak . 1990, Kepemimpinan Manajemen (Eksistensi dalam Perilaku organisasi) . Rajawali. Jakarta.
Supriyanto, 2005. Sistem, Ekosiana. Yogyakarta. Al-Bahra (2005:11), Sistem Informasi Manajemen. Graha ilmu.
Swanburg RC. 2000. Kepemimpinan dan Manajemen Keperawatan untuk Perawat Klinis. EGC. Jakarta.
Swanburg. 2006. Teori Motivasi. Jakarta : Bintang Pustaka
Tim Skripsi, 2014. Buku Panduan Penulisan Skripsi, Sekolah Tinggi Kesehatan (STIKES) Mataram.
Wahyuni Arti. 2004. Hubungan Antara Karakteristik Perawat Dengan Motivasi Perawat Dalam Menerapkan Komunikasi Terapeutik. Semarang.
Widyaningtyas A. (2007). Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kepatuhan Perawat Dalam Pendokumentasian Asuhan Keperawatan di Ruang Rawat Inap Rumah Sakit Mardi Rahayu Kudus. Diakses 16 Juli 2014.
Zaenal Arifin E. 2000. Dasar-Dasar Penulisan Karangan Ilmiah. PT Grasindo. Jakarta.
________________. 2002. Pencegahan Infeksi dan Praktik Yang Aman, Alih Bahasa Setiawan. Buku kedokteran EGC. Jakarta.
Published
2021-06-30