Hubungan Sanitasi Lingkungan dengan Kejadian Diare pada Masyarakat Desa Rompo Wilayah Kerja Pukesmas Langgudu Kabupaten Bima Tahun 2019

  • . Junaidin
Keywords: Masyarakat, Sanitasi Lingkungan, Diare

Abstract

Diare merupakan penyakit berbasis lingkungan dan terjadi hampir diseluruh daerah geografis di dunia. Anak, dewasa, maupun lansia adalah salah satu kelompok umur yang berada dalam situasi sangat rentan dengan penyakit. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi hubungan sanitasi lingkungan dengan penyakit diare. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian survey analitik dengan metode Cross Sectional Study. Jumlah 36 sampel menggunakan uji Statistik yaitu Chi – square ( X² ). Hasil penelitian menunjukan ada hubungan antara sanitasi lingkungan dengan  terjadinya Diare dengan nilai ρ=0.004 ≤ ɑ=0.05. Diharapkan kepada masyarakat agar mampu menciptakan sanitasi lingkungan sehat serta dukungan pihak puskesmas/instansi terkait lebih aktif melakukan penyuluhan kepada masyarakat tentang sanitasi lingkungan penyebab diare khususnya mengenai PHBS,SPAL serta lebih aktif memonitoring prevalensi Diare diwilayah Desa Rompo wilayah kerja Puskesmas Langgudu.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Ngastiyah, Brunner & Suddart 2014. Pengantar kesehatan lingkungan dimensi dan Tinjauan Konseptual. Surabaya : Usaha Nasional
_______________,2014. Dunia kedokteran (online), (http://www.cermin.Dunia.kedokteran.html), Diakses sabtu, 19 juni 2019.
_______________,2008. (online) (http://www.dinkes.NTB.id/) Diakses sabtu 19 juni 2019).
_______________,2008. Departemen Kesehatan Republik Indonesia (online), (http://www.info@dinkesNTB) Diakses minggu, 20 juni 2019).
_______________,2014. Departemen Kesehatan Republik Indonesia (online), (http://www.info@dinkesNTB) Diakses minggu, 20 juni 2019).
_______________,2015. Departemen Kesehatan RI (online), (http://www.info@dinkesNTB). Diakses minggu,20 juni 2019 Dinas
_______________,2017. Profil Kesehatan Provinsi Nusa Tenggara Barat Tahun 2017.
_______________,2014. Departemen Kesehatan Republik Indonesia (online), (http://www.info@dinkesNTB) Diakses minggu, 20 juni 2019).
Published
2021-06-30