Ketika Kekerasan Di Anggap Wajar: Fenomenologi Disonasi Kognitif Pada Mahasiswa Yang Menoleransi Kekerasan Dalam Pacaran
Abstract
Kekerasan dalam pacaran merupakan fenomena yang mengkhawatirkan di kalangan mahasiswa, sering kali dinormalisasi dan dipertahankan meski menimbulkan dampak buruk. Penelitian kualitatif fenomenologis ini bertujuan untuk mengeksplorasi pengalaman mahasiswi di Kota Padang yang bertahan dalam hubungan pacaran penuh kekerasan, dengan fokus pada peran disonansi kognitif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan tiga partisipan dan dianalisis menggunakan Interpretative Phenomenological Analysis (IPA). Temuan penelitian mengungkap bahwa partisipan mengalami berbagai bentuk kekerasan (verbal, fisik, psikologis, seksual) dan kontrol yang sistematis. Untuk meredakan ketegangan psikologis antara keyakinan akan hubungan yang dicintai dan realita disakiti, mereka melakukan mekanisme reduksi disonansi kognitif, seperti merasionalisasi kekerasan sebagai hal wajar, memaknai kontrol sebagai perhatian, dan membenarkan ketahanan hubungan berdasarkan investasi emosional atau finansial. Penelitian ini menyimpulkan bahwa normalisasi kekerasan merupakan strategi kognitif aktif untuk mempertahankan konsistensi psikis. Implikasinya, intervensi pencegahan perlu menjangkau aspek restrukturisasi kognitif di samping edukasi tentang relasi sehat.
References
Agustin, T. H. (2023). Kecemburuan dan perilaku dating violence pada mahasiswa. Jurnal Psikologi Pendidikan dan Konseling, 1(5), 397–405.
Alimi, R., & Nurwati, N. (2021). Faktor penyebab terjadinya kekerasan dalam rumah tangga terhadap perempuan. Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (JPPM), 2(2), 211–219.
Andhini, A. S. D., & Arifin, R. (2019). Analisis perlindungan hukum terhadap tindak kekerasan pada anak di Indonesia. Jurnal Ilmu Hukum, 3(1), 41–50.
Aviva, V. (2016). Latar belakang perilaku berpacaran pada siswa SMA Negeri 8 Semarang. Jurnal Bimbingan dan Konseling, 5(1), 12–20.
Badan Pusat Statistik (BPS). (2024, Desember 9). Jumlah kasus kekerasan pada anak dan perempuan menurut kabupaten/kota di Provinsi Sumatera Barat. https://sumbar.bps.go.id
Cavanaugh, J. C., & Kail, R. V. (2015). Human development: A life-span view. Cengage Learning.
Dewi Syukriah. (2020). Stockholm syndrome: Ketika seseorang bertahan dalam hubungan yang penuh dengan kekerasan. Jurnal Psikologi Sosial, 6(17), 45–55.
Erna Mesra, Salmah, & Fauziah. (2014). Kekerasan dalam pacaran pada remaja putri di Tangerang. Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan, 2(1), 1–8.
Fina Nasari, & Surya Darma, S. (2015). Penerapan K-Means clustering pada data penerimaan mahasiswa baru. Seminar Nasional Teknologi Informasi dan Multimedia, 73–78.
Jailani, M., & Nurasiah, N. (2021). Fenomena kekerasan dalam berpacaran. Journal of Gender and Social Inclusion in Muslim Societies, 1(1), 49–67. https://doi.org/10.30829/jgsims.v1i1.64
Kahija, Y. F. L. (2017). Penelitian fenomenologi: Jalan memahami pengalaman. Kanisius.
Khaninah, A. N., & Widjanarko, M. (2017). Perilaku agresif yang dialami korban kekerasan dalam pacaran. Jurnal Psikologi Undip, 15(2), 151–160. https://doi.org/10.14710/jpu.15.2.151-
Kisriyati. (2013). Makna hubungan seksual dalam pacaran bagi remaja di Kecamatan Baureno Kabupaten Bojonegoro. Paradigma: Jurnal Online, 1–8.
Komnas Perempuan. (2024). Catatan tahunan Komnas Perempuan tahun 2023. https://komnasperempuan.go.id
Kurnia, H. (2024). Pengaruh keaktifan berorganisasi terhadap indeks prestasi kumulatif mahasiswa Universitas Cokroaminoto Yogyakarta. Jurnal Ilmu Pendidikan, 5(2), 91–103.
Moleong, L. J. (2013). Metode penelitian kualitatif. PT Remaja Rosdakarya.
Murdiyanto, E. (2020). Metode penelitian kualitatif (teori dan aplikasi disertai contoh proposal) (Edisi I). LPPM UPN.
Prameswari, F. H. K., & Nurchayati. (2021). Dinamika psikologis remaja perempuan korban kekerasan dalam pacaran yang memilih mempertahankan hubungan pacarannya. Jurnal Penelitian Psikologi, 8(7),204–217.
Pranoto, H., & Masruroh. (2021). Studi fenomenologis: Kekerasan dalam pacaran pada remaja di Kecamatan X Kabupaten Semarang. Jurnal Gizi dan Kesehatan, 13(2), 113–121. https://doi.org/10.35473/jgk.v13i2.219
Pratama, F. Y., & Diana, H. (2020). Studi perilaku dating violence pada mahasiswa di Kabupaten Pringsewu. Journal of Psychological Perspective, 2(1), 55–69. https://doi.org/10.47679/jopp.021.06200
Rusdayanti, I. G. A. D., Suranata, K., & Dharsana, I. K. (2023). Penerapan asas kesukarelaan dalam konseling kasus pacaran berisiko pada remaja. Jurnal Educatio: Jurnal Pendidikan Indonesia, 9(1),84–92.
Salsabila, Z. A., Santoso, H. P., & Hasfi, N. (2020). Pengalaman remaja perempuan menjalani kekerasan dalam pacaran. Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Diponegoro. https://fisip.undip.ac.id
Samsuarni, R. (2022). Perempuan dalam hubungan pacaran (studi Polresta Banda Aceh). Universitas Syiah Kuala.
Setiawan, N. H., Devi, S. S., Damayanti, L., Pramudya, F., & Antony, H. (2023). Pemahaman dan faktor-faktor penyebab kekerasan dalam rumah tangga: Tinjauan literatur. Jurnal Kajian Hukum dan Pendidikan Kewarganegaraan, 3(2), 1–6.
Sugiyono. (2013). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Alfabeta.
Suryanto, A. (2018). Perilaku menyimpang pacaran pemicu seks bebas di kalangan mahasiswa (studi Universitas X Pekanbaru Provinsi Riau). Tesis tidak diterbitkan. Universitas Islam Riau.
Tandrianti, I. A. Z., & Darminto, E. (2018). Perilaku pacaran pada peserta didik sekolah menengah pertama di Kabupaten Tulungagung. Jurnal Bimbingan dan Konseling, 5(2), 87–95.
Yusuf, M. (2014). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan penelitian gabungan (Edisi ke-3). PT Fajar Interpratama Mandiri.
Yuwono, E. S., Wibowo, D. H., Goszal, I. M. P., & Aryani, F. (2024). Memahami kompleksitas cinta: Dinamika relasi toxic pada perempuan Jawa. Psikodimensia, 23(1), 88–102. https://doi.org/10.24167/psidim.v23i1.11983
Zulkifli, I., Lestari, M. P., & Ahmad, S. (2022). Demi cinta relakah menderita: Fenomena kekerasan dalam pacaran pada remaja (Analisis kekerasan terhadap perempuan dalam perspektif hukum pidana dan psikososial). Madza Media.


.png)
.png)



