Pentingnya Bimbingan Konseling Karier dalam Membentuk Perencanaan Karier Mahasiswa

  • Yulianti Yulianti UNIVERSITAS JAMBI
  • Adhelia Syaharani Putri UNIVERSITAS JAMBI
  • Rasikha Aulia Putri UNIVERSITAS JAMBI
  • Anggie Resa Safitri UNIVERSITAS JAMBI
  • Zahara Litasya UNIVERSITAS JAMBI
  • Hernita Khairunnisya UNIVERSITAS JAMBI
Keywords: Higher Education Process, Career counseling, Formulate Realistic Career Goals

Abstract

Proses pendidikan tinggi tidak hanya sekedar memberikan pengetahuan akademis tetapi juga memberikan landasan yang kokoh untuk mengembangkan karir yang sukses. Bimbingan karir berperan penting dalam membantu siswa menemukan potensi dan minatnya serta menetapkan tujuan karir yang realistis. Dalam lanskap global yang terus berubah, pelajar menghadapi tantangan untuk memahami tren pasar kerja, peluang dan kebutuhan karir yang tersedia. persyaratan keterampilan. Konselor bimbingan membantu siswa belajar lebih banyak tentang diri mereka sendiri, mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan mereka, dan mengembangkan rencana yang selaras dengan visi dan aspirasi mereka. Selain itu, konsultasi karir juga berperan penting dalam memberikan informasi terkini mengenai tren industri, membimbing mahasiswa dalam menjalin koneksi dan mengasah keterampilan yang dibutuhkan di dunia kerja.

References

Corey, M. S., Corey, G., & Corey, C. (2006). Groups: Process and practice (Seventh Ed). Thompson Higher Education.

Dillard, J. M. (1987). Long life career planning. New York: Mc. Milan Publishing.

Harris, L., & Djamhuri, A. (2001). Fakultas Ekonomi Universitas Brawijaya. Analisis Tentang Faktor-Faktor Yang Melatarbelakangi Pemilihan Karir Bagi Mahasiswa Akuntansi: Antara Akuntansi Publik versus Non Akuntansi Publik, Vol. II, 116–135.

Iffah, H. M., & Pratiwi, T. I. (2013). Layanan Informasi Karier Melalui Media Permainan Monopoli Untuk Meningkatkan Kemantapan Pengambilan Keputusan Studi Lanjut Siswa Kelas XI IPA-2 Sman 1 Menganti. Jurnal BK UNESA.

Isaacson, L. E., & Brown, D. (1993). Career information, career counseling, and career development. In TA - TT - (5th ed). Allyn and Bacon Boston.

Magnusson, K. (1995). Five processes of career planning. counseling.

Mestika, Z. (2004). Metode Penelitian Kepustakaan. Yayasan Obor. Indonesia.

Rasmini, N. K. (2007). Faktor-faktor yang berpengaruh pada keputusan pemilihan profesi akuntan publik dan non akuntan publik pada mahasiswa akuntansi di Bali. Buletin Studi Ekonomi.

Suherman, U. (n.d.). Konseling karir sepanjang rentang kehidupan. Bandung: Sekolah Pascasarjana UPI Bandung.

Syamsu Yusuf L.N. (2014). Psikologi Perkembangan Anak Dan Remaja. Remaja Rosdakarya.

Winkel, W. S. (1997). Bimbingan dan konseling di institusi pendidikan. PT Grasindo.

Yusuf, A. M. (2002). Kiat Sukses Dalam Karir. In Jakarta: Ghalia Indonesia.

Yusuf, S., & Nurihsan, A. J. (2011). Landasan Bimbingan dan Konseling, Bandung. Rosdakarya.

Published
2024-05-08