Hubungan Antara Filsafat Dan Pendidikan
Abstract
Kajian ini menjelaskan bagaimana hubungan antara filsafat dengan pendidikan. Pendidikan berkepentingan untuk membangun filsafat hidup, untuk dijadikan pedoman dalam menjalani kehidupan sehari-hari agar selalu dalam keteraturan. Kemudian filsafat memberikan sumbangan berupa kesadaran menyeluruh asal-mula, eksistensi dan tujuan kehidupan. Filsafat merupakan wacana teoritis dalam mengkaji setiap permasalahan dengan tujuan mencari kebenaran rasional. Filsafat sebagai fondasi berbagai ilmu pengetahuan, akan membentuk nilai-nilai dasar setiap bangunan ilmu pengetahuan. Filsafat membentuk kerangka pikir yang orisinil dan terarah, mencari sumber secara radikal dan menelaah objek kajian secara universal dan komprehensif, sehingga tampak kebenaran sejati walaupun bersifat relatif. Jadi, pendidikan membutuhkan konsep yang jelas dan benar, dan tentunya dari filsafat, dan filsafat membutuhkan pengembangan pencarian kebenaran, yang tentunya bagian dari kerja pendidikan. Filsafat dan ilmu pengetahuan saling terkait satu sama lain, keduanya tumbuh dari sikap refleksi, ingin tahu, dan dilandasi kecintaan pada kebenaran. Ilmu pengetahuan memiliki banyak fungsi, tergantung bagaimana manusia menggunakannya. ilmu alam berfungsi sebagai dasar bagi pembentukan dan pengembangan teknologi, penjelasan atas segala hal yang terjadi, penerang atau nur bagi kehidupan manusia, pondasi yang akan menyangga benteng peradaban sekarang ini sekaligus merupakan alat untuk meningkatkan kualitas hidup manusia.
References
Anonim. Meninjau Kedudukan Filsafat Dalam Sistem Pendidikan Di Indonesia Https://Bktaruna.Uma.Ac.Id/Meninjau-Kedudukan-Filsafat-Dalam-Sistem-Pendidikan-Di-Indonesia/
Anonim. Hubungan Filsafat Dengan Pendidikan
Varpio, L., & Macleod, A. (2020). Philosophy Of Science Series: Harnessing The Multidisciplinary Edge Effect By Exploring Paradigms, Ontologies, Epistemologies, Axiologies, And Methodologies. Academic Medicine, 955(5), 686–689.
Zaprulkhan. (2016). Filsafat Umum Sebuah Pendekatan Tematik. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada
French, S., & Mckenzie, K. (2016). Rethinking Outside The Toolbox: Reflecting Again On The Relationship Between Philosophy Of Science And Metaphysics. Poznan Studies In The Philosophy Of The Sciences And The Humanities, 104(3), 25–54. Https://Doi.Org/10.1163/9789004310827_003
Juhaya. (2003). Aliran-Aliran Filsafat Dan Etika. Jakarta: Prenada Media Group.
Hidayatullah, S. (2006). Relasi Filsafat Dan Agama (Perspektif Islam). Jurnal Filsafat, 40(2), 128–148. Https://Doi.Org/10.22146/Jf.31271
Wahana, P. (2016). Filsafat Ilmu Pengetahunaan. Yogyakarta: Pustaka Diamond.
Makhmudah, S. (2018). Hakikat Ilmu Pengetahuan Dalam Perspektif Modern Dan Islam. Jurnal Al-Murabbi, 4(2), 202–217.
Kattsoff Louis, 2004. Pengantar Filsafat, Penerjemahan: Soejono Soemargono. Yogyakarta: Tiara Wacana Yogya
Mudhofir Ali. 2001. Pengenalan Filsafat Dalam Filsafat Ilmu Sebagai Dasar Pengembangan Ilmu Pengetahuan. Yogyakarta: Liberty
Suhartono Suparlan. 2011. Filsafat Ilmu Dan Perkembangannya Di Indonesia. Jakarta: Bumi Aksara
Adib Mohammad. 2010. Filsafat Ilmu Ontologi, Epistemologi, Aksiologi Dan Logika Ilmu Pengetahuan, Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Mouly George J. 1991. Perkembangan Ilmu, Ilmu Dalam Perspektif: Sebuah Kumpulan Karangan Tentang Hakekat Ilmu, Jujun S. Suriasumantri. Jakarata: Gramedia.
Mudhofir Ali. 2001. Pengenalan Filsafat Dalam Filsafat Ilmu Sebagai Dasar Pengembangan Ilmu Pengetahuan. Yogyakarta: Liberty.
Nata Abuddin. 2018. Islam Dan Ilmu Pengetahuan, Jakarta: Prenadamedia Group. Poerwadarminta W. J. S. 1991. Kamus Umum Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka.
Said Nurman. 2005. Wahyuddin Halim, Muhammad Sabri, Sinergi Agama Dan Sains. Makassar: Alauddin Press.
Schumpeter Joseph A.1954. A History Of Economic Anallysis. Newyork: Oxfoed University Press, 1954.
Shah A. B. 1986. Metodologi Ilmu Pengetahuan. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.
Rapar, J. H. (2001). Pengantar Filsafat. Yogyakarta: Kanisius.
Suaedi. (2016). Pengantar Filsafat Ilmu. Bandung: Alfabeta.

