Pengaruh Teknik Roleplay dalam Layanan Bimbingan Kelompok terhadap Regulasi Emosi Negatif Remaja Perempuan
Abstract
Regulasi emosi merupakan proses individu dalam mengelola, merasakan, dan mengekspresikan emosi secara adaptif. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan profil regulasi emosi negatif peserta didik perempuan kelas X sebelum intervensi, serta menganalisis pengaruh teknik roleplay dengan media hand puppet terhadap kemampuan regulasi emosi negatif mereka di MAN 1 Kota Serang. Metode yang digunakan adalah kuasi eksperimen dengan desain nonequivalent control group. Subjek penelitian terdiri dari 20 peserta didik perempuan dengan skor pretest rendah, dibagi menjadi dua kelompok, yaitu eksperimen dan kontrol. Kelompok eksperimen mendapat intervensi roleplay dengan hand puppet, sedangkan kelompok kontrol mengikuti layanan bimbingan kelompok. Data dikumpulkan melalui angket regulasi emosi yang telah teruji validitas dan reliabilitasnya, dan dianalisis menggunakan uji Mann-Whitney. Hasil analisis menunjukkan perbedaan signifikan antara kedua kelompok, sehingga teknik roleplay dengan media hand puppet terbukti berpengaruh terhadap kemampuan regulasi emosi negatif remaja perempuan. Teknik ini diharapkan dapat dikembangkan lebih luas.
References
Aldao, A., Nolen-Hoeksema, S., & Schweizer, S. (2010). Emotion-regulation strategies across psychopathology: A meta-analytic review. Clinical Psychology Review, 30(2), 217–237.
Alwisol. (2019). Psikologi Kepribadian (Edisi Revisi). Universitas Muhammadiyah Malang.
Arohman, M., Palupi, P., & Zaeni, A. (2025). Enhancing Leadership Knowledge Through The Mini Mba For School Leaders Training Program. INQUISITIVE: International Journal of Economic, 5(2), 71–81.
Garnefski, N., Kraaij, V., & Spinhoven, P. (2001). Negative life events, cognitive emotion regulation and emotional problems. Personality and Individual Differences, 30(8), 1311–1327.
Gross & Thompson, R. (2007). Emotion regulation: Conceptual foundations. Handbook of emotion regulation. Emotion, July.
Gross, J. J. (1998). The emerging field of emotion regulation: An integrative review. Review of General Psychology, 2(3), 271–299. https://doi.org/10.1037/1089-2680.2.3.271
Gross, J. J. (2014). Handbook of Emotion Regulation (Second). The Guilford Press.
Gullone, E., & Taffe, J. (2012). The emotion regulation questionnaire for children and adolescents (ERQ–CA): a psychometric evaluation. Psychological Assessment, 24(2), 409.
Haslinda, A., Tetteng, B., & Nurdin, M. N. H. (2022). Kematangan Emosi Dan Perilaku Agresi Pada Remaja. PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial Dan Humaniora, 1(5), 547–553. https://doi.org/10.56799/peshum.v1i5.648
Hasmarlin, H., & Hirmaningsih, H. (2019). Self-Compassion dan Regulasi Emosi pada Remaja. Jurnal Psikologi, 15(2), 148. https://doi.org/10.24014/jp.v15i2.7740
Hayes, S. C., Villatte, M., Levin, M., & Hildebrandt, M. (2011). Open, aware, and active: Contextual approaches as an emerging trend in the behavioral and cognitive therapies. Annual Review of Clinical Psychology, 7(1), 141–168.
Jobson, M. C. (2020). Emotional Maturity among adolescents and its importance. Indian Journal of Mental Health, 7(1), 35. https://doi.org/10.30877/ijmh.7.1.2020.35-41
Karinda, F. B. (2020). Belas kasih diri (self compassion) pada mahasiswa. Cognicia, 8(2), 234–252. https://doi.org/10.22219/cognicia.v8i2.11288
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, D. J. G. dan T. K. (2016). Panduan Operasional Penyelenggaraan Bimbingan dan Konseling Sekolah Menengah Atas.
Khofifah, A. N., & Purwasetiawatik, T. F. (2023). Pengaruh Father Involvement terhadap Regulasi Emosi Remaja Akhir di Kota Makassar. Jurnal Psikologi Karakter, 3(1), 56–64. https://doi.org/10.56326/jpk.v3i1.2043
Kumara, A., Sulistyaningsari, A., Indati, A., Rustam, A., Susetyo, Y. F., Andayani, B., Rahmi, I., Ekawati, D., Sari, S. L., Zwagery, R. V., Karina, A., Lestari, A. D., Anggraeni, D. T., & Pratama, J. (2018). Mengenali dan Menangani Emosi pada Siswa (G. Sudibyo (ed.); 1st ed.). PT. Kanisius.
Laili, A. N. (2024). Gambaran Manajemen Emosi Marah Siswa Kelas VII di SMPN 2 Semarang. Jurnal Fokus Konseling, 10(2), 80–85. https://doi.org/10.52657/jfk.v10i2.2390
Leveton, E. (2010). Healing collective trauma using sociodrama and drama therapy. Springer Publishing Company.
Mulyanto, I. W. (2019). Efektivitas Teknik Sosiodrama Dalam Bimbingan Kelompok Terhadap Peningkatan Percaya Diri Siswa. SOSIOEDUKASI: Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan Dan Sosial, 8(1), 11. https://ejournal.unibabwi.ac.id/index.php/sosioedukasi/index
Pamungkas, D. S., Sumardiko, D. N. Y., & Makassar, E. F. (2024). Dampak-Dampak yang terjadi Akibat Disregulasi Emosi pada Remaja Akhir: Kajian Sistematik. Jurnal Psikologi, 1(4), 15. https://doi.org/10.47134/pjp.v1i4.2598
Puspita, S. M. (2019). Kemampuan Mengelola Emosi Sebagai Dasar Kesehatan Mental Anak Usia Dini. SELING: Jurnal Program Studi PGRA, 5, 82–92.
Qian, M., Jin, R., Lu, C., & Zhao, M. (2024). Parental emotional support, self-efficacy, and mental health problems among adolescents in Hong Kong: a moderated mediation approach. Frontiers in Psychiatry, 15, 1458275.
Rahardjo, T. A., & Kusumiati, R. Y. E. (2023). Contribution of Emotional Maturity with Behavioral Tendencies of Self-Injury In Adolescents. Psikostudia : Jurnal Psikologi, 12(1), 99. https://doi.org/10.30872/psikostudia.v12i1.9311
Safarina, N. A., Amelia, I., Zahra, R., Mutia, F., Astria, R., Humayrah, I., Suzanna, E., & Musni, R. (2024). Psikoeduksi Meninjau Pengaruh Stres Terhadap Kesehatan Lambung Pada Remaja Paloh Igeuh Dewantara. Jurnal Pendidikan Dan Pengabdian Masyarakat, 7(2), 70–74.
Sarah, A. (2024). Hubungan Tekanan Teman Sebaya dengan Perilaku Agresif Siswa di SMKN 1 Kota Padang [Universitas Andalas]. http://scholar.unand.ac.id/475061/
Sugiyono. (2022). Metode Penelitian Kuantitatif (3rd ed.). Alfabeta.
Suleyiman, M. (2021). Emotional Maturity, Social Media Attachment and Identity Development among Adolescents in Secondary School, Oromia Region Ethiopia. The 13th Multidisciplinary Research Seminar, 203–234. http://hdl.handle.net/123456789/6815
Thompson, R. A. (1994). Emotion regulation: A theme in search of definition. Monographs of the Society for Research in Child Development, 25–52.
Watoutan, L. O. P., & Badriah, R. D. U. (2024). Implementasi Layanan Bimbingan Kelompok Dengan Teknik Sosiodrama Untuk Meningkatkan Kecerdasan Emosional Siswa Kelas X Mm Smk Wira Bhakti Denpasar Tahun Pelajaran 2023/2024. Jurnal Bimbingan Dan Konseling, 3(1).
Widyadari, R., & Fitriani, Y. (2023). Regulasi Emosi Ditinjau Berdasarkan Jenis Kelamin pada Siswa SMP. Journal on Education, 6(1), 7225–7233. https://doi.org/10.31004/joe.v6i1.2810
Wijayanti, R. R. (2019). Efektivitas Untuk Perilaku Asertif Pada Siswa Smp N 4 Ngaglik Meningkatkan the Effectiveness of Sociodrama Technique To Improve Assertive. Jurnal Riset Mahasiswa Bimbingan Dan Konseling, 5(5), 314–326.
Yani, S. (2020). Pengaruh Metode Bermain Peran Terhadap Peningkatan Keterampilan Berbicara Pada Anak Usia 5-6 Tahun Di Raudhatul Athfal Darul Ulum Baturaja Kecamatan Sungkai Utara Kabupaten Lampung Utara. UIN Raden Intan Lampung.
Zimmer‐Gembeck, M. J., & Skinner, E. A. (2016). The development of coping: Implications for psychopathology and resilience. Developmental Psychopathology, 1–61.

