Implementation of multicultural counseling as effort to prevent social conflict at SMAN 1 Tuntang
Abstract
Studi ini meneliti bagaimana konseling multikultural digunakan untuk mencegah konflik sosial di SMAN 1 Tuntang. Latar belakang penelitian ini adalah keanekaragaman budaya dan agama siswa serta guru, yang dapat memberikan peluang dan hambatan untuk penyediaan layanan konseling di sekolah. Studi ini menggunakan metodologi kualitatif deskriptif. Metode purposive sampling digunakan untuk mendapatkan sumber data dari tiga guru Bimbingan dan Konseling. Setelah melakukan wawancara mendalam, data dikumpulkan dan dianalisis secara deskriptif untuk menentukan bagaimana nilai multikultural diterapkan dalam layanan konseling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa layanan konseling multikultural belum sepenuhnya diterapkan di SMAN 1 Tuntang. Namun, penggunaan strategi yang menghargai keragaman, menumbuhkan empati, dan memahami perbedaan budaya sudah dilakukan selama proses konseling berlangsung. Keberagaman budaya siswa dapat membantu meningkatkan toleransi dan sikap saling menghormati. Namun, itu juga menjadi tantangan bagi konselor karena memerlukan penyesuaian pendekatan terhadap perbedaan latar belakang dan nilai siswa. Pengaplikasian konseling multikultural sangat penting untuk mencegah konflik sosial di lingkungan sekolah karena membangun nilai empati dan penghargaan terhadap perbedaan. Diharapkan bahwa penelitian ini akan berfungsi sebagai referensi untuk mengembangkan layanan konseling yang adil dan inklusif di sekolah yang memiliki berbagai jenis siswa.
References
P. H. ANggara dan I. R. Fadlia, “Urgensi Konseling lIntas Agama dan Budaya Sebagai Upaya Prenventif Perilaku Rasisme pada Remaja,” J. Tawadhu, vol. 7, hlm. 113–120, 2023, doi: https://doi.org/10.52802/twd.v7i2.569.
M. Muslim, “Konseling Lintas Budaya Sebagai Bentuk Toleransi dan Kerukunan Antar Umat Beragama di Bandar Pasir Mandoge,” UIN Raden Fatah Plb., vol. 7, hlm. 130–135, Sep 2023.
F. H. Arlita, E. Nadiyah, dan N. Mubin, “Analisis Konflik Agama di SMK N 1 Wonosobo Bagaimana Perbedaan Agama di Sekolah Menimbulkan Masalah dan Cara Mengatasinya,” J. Sains Stud. Res., vol. 2, hlm. 281–291, 2024, doi: https://doi.org/10.61722/jssr.v2i6.2968.
R. Rostini, S. S. A. Ruhyadi, M. Miftahurrazikin, dan W. N. A. Fauzi, “Konseling Lintas Budaya dan Agama dalam Penanggulangan Radikalisme di Lingkungan Sekolah,” J. Penelit. Keislam., vol. 17, hlm. 155–169, 2021, doi: https://doi.org/10.20414/jpk.v17i2.4577.
M. M. Huda, B. Maftuh, dan N. William, “Urgensi Pnedidikan Multikultural di Sekolah Dasar Sebagai Upaya Pencegahan Konflik Sosial Sejak Dini,” Jurnal Elementaria Edukasia, vol. 6, hlm. 1015–1022, Jun 2023, doi: 10.31949/jee.v6i2.5576.
Profil SMA Negeri 1 Tuntang,” Wikipedia. Diakses: 21 Oktober 2025. [Daring]. Tersedia pada: https://id.wikipedia.org/wiki/SMA_Negeri_1_Tuntang
R. L. K. R. Nugrohowardhani, “Populasi dan Sampel Kualitatif,” dalam Metodologi Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan Kombinasi, Bandung: CV. Media Sains Indonesia, 2022, hlm. 145–158.
T. T. Yuliana, A. R. Saraswati, dan B. A. Habsy, “Konsep Bimbingan dan Konseling Multikultural Pada Saat Ini,” J. Penelit. Komun. Dan Sos., hlm. 141–153, 2025, doi: https://doi.org/10.62383/dialogika.v1i2.291.

