Bimbingan Kelompok Teknik Problem Solving Untuk Meningkatkan Kematangan Karir Siswa
Abstract
Kematangan karir adalah gambaran sikap dan kemampuan yang dimiliki oleh siswa dalam memilih jalur karir mereka. Proses pemilihan karir, peserta didik sering kali mengalami ketidakpastian, karena di tahap remaja, mereka umumnya kekurangan informasi dan perencanaan yang terarah, serta kurang mempertimbangkan pilihan yang diambil. tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui tingkat kematangan karir siswa SMKS PGRI 6 Malang sebelum penerapan bimbingan kelompok teknik problem solving. Mengetahui tingkat kematangan karir siswa SMKS PGRI 6 Malang setelah penerapan bimbingan kelompok teknik problem solving. Mengetahui efektifitas bimbingan kelompok dengan teknik problem solving untuk meningkatkan kematangan karir siswa SMKS PGRI 6 Malang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode eksperimen. Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah Pre-eksperimental, yaitu One-Group Pretest-Postest Group Design. Berdasarkan hasil dari pengukuran skala kematangan karir, siswa diambil secara acak dengan kategori rendah, sedang dan tinggi yang berjumlah 10 siswa. Instrument yang digunakan dalam penelitian ini adalah skala kematangan karir. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan uji Paired Sampel T Test. Berdasarkan hasil uji Paired Sampel T Test dengan nilai sig, sebesar 0,003. Sehingga, nilai Sig. (2-tailed) sebesar 0,003<0,05 maka dapat disimpulkan bahwa pemberian perlakuan layanan bimbingan kelompok teknik problem solving efektif untuk meningkatkan kematangan karir siswa SMKS PGRI 6 Malang. Peneliti selanjutnya Dapat mengujikan teknik problem solving untuk meningkatkan kematangan karir pada jenjang SMP dan SMA secara lebih luas.
References
Arikunto, S. (2010). Prosedur penelitian suatu pendekatan praktek. (No Title).
Aryani, R. (2023). Hubungan Antara Konsep Diri dengan Kematangan Karir pada Siswa Sekolah Menengah Atas Negeri 5 Banda Aceh. Banda Aceh: Universitas Syiah Kuala.
Ayuningtyas, A., Supardi, S., & Hartini, T. (2024). Pengaruh Layanan Bimbingan Kelompok Dengan Teknik Diskusi Untuk Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa Kelas XI IPS SMA Negeri 3 Brebes. Suluh: Jurnal Bimbingan Dan Konseling, 5(2), 1–10. https://doi.org/10.33084/suluh.v5i1.1307
Bennet (dalam Romlah, T.). (2013). Teori dan Praktek Bimbingan Kelompok. Bandung: Alfabeta.
Cree, M., & Patton, W. (dalam Saifuddin, A.). (2015). Kematangan Karir dan Faktor-Faktor yang Mempengaruhinya. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Crites, J. O. (1973). Career Maturity Inventory. Monterey, CA: CTB/McGraw-Hill.
Djamarah, S. B., & Zain, A. (2010). Strategi Belajar Mengajar. Jakarta: Rineka Cipta.
Hermawan, I., & Pd, M. (2019). Metodologi penelitian pendidikan (kualitatif, kuantitatif dan mixed method). Hidayatul Quran.
Jabbar, A., Hidayat, M., & Nurhasanah, E. (2023). Hubungan Antara Dukungan Sosial dengan Kematangan Karir pada Siswa SMA Negeri di Kota Bandung. Jurnal Penelitian Psikologi, 6(2), 101–115.
Jabbar, M., dkk. (2024). Hubungan antara kematangan karir dengan pengambilan keputusan karir pada siswa SMA. Jurnal Bimbingan dan Konseling, 8(2), 45–53.
Jatmika, D., dkk. (2015). Kematangan karir siswa ditinjau dari konsep diri dan efikasi diri. Jurnal Psikopedagogia, 4(1), 32–39.
Jatmika, D., Yuwono, I., & Kurniawan, R. (2025). Kematangan Karir Siswa Sekolah Menengah Atas Ditinjau dari Efikasi Diri dan Dukungan Sosial Orang Tua. Jurnal Psikologi Pendidikan dan Perkembangan, 4(1), 12–21.
Kamil, I., & Daniati, N. (2016). Pengaruh Efikasi Diri dan Dukungan Sosial terhadap Kematangan Karir Siswa SMA Negeri di Kota Bandung. Jurnal Psikologi, 12(2), 45–56.
Kamil, B., & Daniati, D. (2023). Layanan informasi karir dalam meningkatkan kematangan karir pada peserta didik kelas X di sekolah madrasah aliyah qudsiyah kotabumi lampung utara tahun pelajaran 2016/2017. KONSELI: Jurnal Bimbingan Dan Konseling (E-Journal), 3(2), 185–196.
Levinson, E. M., Ohler, D. L., Caswell, S., & Kiewra, K. R. (dalam Singh, R.). (2025). Career Maturity and Career Decision-Making Self-Efficacy among High School Students. International Journal of Education and Vocational Guidance, 15(2), 125–140.
Levinson, E. M., Ohler, D. L., Caswell, S., & Kiewra, K. R. (dalam Singh, 2015). Career maturity: A review of four decades of research. Career Development Quarterly, 63(1), 2–15.
Lutiyem. (2016). Hubungan antara efikasi diri dan kematangan karir pada siswa SMA Negeri 1 Purworejo. Skripsi. Universitas Negeri Yogyakarta.
Lutiyem. (2016). Pengaruh Dukungan Sosial dan Efikasi Diri terhadap Kematangan Karir Siswa SMA Negeri 1 Magelang. Yogyakarta: Universitas Negeri Yogyakarta.
Nuryadi, N., Astuti, D., Utami, S., & M Budiantara, M. B. (2017). Dasar-dasar statistik penelitian. Gramasurya.
Priyatno, D. (2023). Olah data sendiri analisis regresi linier dengan SPSS dan analisis regresi data panel dengan Eviews. Penerbit Andi.
Putri, A. N., & Nursalim, M. (2024). Penerapan Layanan Bimbingan Kelompok Teknik Diskusi Kelompok Untuk Meningkatkan Motivasi Belajar Pada Siswa Kelas Viii Smp Negeri 2 Sidoarjo Aplication Technique Group Guidance an Counseling Technique Discussion Group the Motivation of Studying Class Viii. BK Unesa, 6, 10.
Romlah, T. (2013). Teori dan Praktek Bimbingan Kelompok. Bandung: Alfabeta.
Romlah. (2013). Teori dan praktik bimbingan kelompok. Malang: Universitas Negeri Malang Press.
Romlah, T. (2001). Bimbingan kelompok. Malang: UNM.
Rosidah, E. (2016). Penerapan bimbingan kelompok dengan teknik problem solving untuk meningkatkan kematangan karir siswa kelas XI SMA Negeri 1 Kediri. Skripsi. Universitas Negeri Malang.
Rustanto, A. (2016). Hubungan antara kematangan karir dengan pengambilan keputusan karir pada siswa kelas XII SMA Negeri di Yogyakarta. Skripsi. Universitas Negeri Yogyakarta.
Saifuddin, M. (2015). Kematangan karir dan faktor-faktor yang memengaruhinya. Jurnal Psikologi, 42(2), 179–192.
Santrock, J. W. (2007). Psikologi pendidikan (Edisi 2). Jakarta: Kencana.
Sappaile, B. I. (2023). Konsep instrumen penelitian pendidikan. Jurnal Pendidikan Dan Kebudayaan, 13(66), 379–391.
Savickas, M. L. (2022). Career Construction: A Developmental Theory of Vocational Behavior. In D. Brown & Associates (Eds.), Career Choice and Development (4th ed., pp. 149–205). San Francisco: Jossey-Bass.
Singh, K. (2015). Career maturity of adolescents in relation to self-concept and parental occupation. Indian Journal of Psychological Science, 6(2), 45–53.
Singh, R. (2015). Career Maturity among Adolescents: Influence of Academic Achievement and Parental Occupation. Indian Journal of Positive Psychology, 6(3), 243–247.
Siska, R. E. (2022). Penerapan Bimbingan Kelompok terhadap Sikap Jujur Anak Panti Asuhan Wira Lisna Mata Air Padang Selatan (Skripsi). Padang: Universitas Bung Hatta.
Sohimin, A. (2014). Model Pembelajaran Inovatif dalam Kurikulum 2013. Yogyakarta: Ar-Ruzz Media.
Sohimin, A. (2014). Model pembelajaran inovatif dalam kurikulum 2013. Yogyakarta: Yogyakarta Press.
Talib, J. A., Salleh, A., Amat, S., Ghavifekr, S., & Ariff, A. M. (2015). Effect of Career Education Module on Career Development of Community College Students. International Journal for Educational Studies, 8(1), 49–58.
Talib, J. A., Salleh, A., Amat, S., Ghavifekr, S., & Ariff, A. M. (2025). Effect of career education module on career development of community college students. International Journal for Educational and Vocational Guidance, 15, 37–55.
Winkel, W. S. (2006). Bimbingan dan Konseling di Institusi Pendidikan. Yogyakarta: Media Abadi.

