Konseling Kelompok SFBC untuk Meningkatkan Subjective Well-Being pada Anak Berhadapan dengan Hukum
Abstract
Penelitian ini bertujuan menguji seberapa efektif layanan konseling kelompok SFBC dalam meningkatkan kualitas subjective well-being anak-anak yang berhadapan dengan hukum. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain quasi experiment tipe pretest–posttest control group design. Subjek penelitian berjumlah 14 anak berhadapan dengan hukum yang dibagi menjadi dua kelompok, yaitu kelompok eksperimen dan kelompok kontrol masing-masing sebanyak 7 orang. Instrumen penelitian menggunakan angket subjective well-beingyang mencakup aspek kepuasan hidup, afek positif, dan afek negatif. Teknik analisis data dilakukan menggunakan uji independent sample t-test setelah melalui uji prasyarat analisis berupa uji normalitas dan uji homogenitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi peningkatan skor rata-rata subjective well-being pada kelompok eksperimen dari 53,14 menjadi 72,29, sedangkan kelompok kontrol hanya mengalami peningkatan dari 52,71 menjadi 56,00. Hasil uji independent sample t-test menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,007 (< 0,05), yang berarti terdapat perbedaan yang signifikan antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol setelah pelaksanaan intervensi. Temuan ini menunjukkan bahwa layanan konseling kelompok SFBC efektif dalam meningkatkan subjective well-being pada anak berhadapan dengan hukum. Dengan demikian, konseling kelompok SFBC dapat digunakan sebagai salah satu alternatif intervensi layanan bimbingan dan konseling untuk mendukung peningkatan kesejahteraan psikologis anak berhadapan dengan hukum selama menjalani proses pembinaan.
References
Abrams, L., Mizel, M. L., & Barnert, E. S. (2021). Youth rehabilitation and psychosocial adjustment. Youth Justice, 21(2). https://doi.org/10.1177/1473225421992044
Amalia, G. (2023). Dukungan sosial dan kesejahteraan psikologis anak binaan. Jurnal Psikologi Pendidikan, 12(1).
Baglivio, M. T., & Wolff, K. T. (2021). Protective factors in juvenile justice rehabilitation. Youth Violence and Juvenile Justice, 19(3). https://doi.org/10.1177/1541204020927735
Bannink, F. (2021). Solution-focused brief therapy handbook. Routledge. https://doi.org/10.4324/9781003045694
Carr, A., & Renshaw, T. L. (2023). Strength-based interventions for adolescent well-being. School Mental Health, 15(1). https://doi.org/10.1007/s12310-02209523-8
Cahyani, A. P. R. (2024). Efektivitas konseling kelompok SFBC terhadap regulasi diri siswa. Jurnal Konseling Indonesia, 9(1).
Cepeda, L., & Davenport, D. (2021). Solution-focused counseling outcomes inadolescents. Journal of Counseling Practice, 12(2).
Corey, G. (2022). Theory and practice of group counseling (10th ed.). Cengage Learning.
Diener, E., & Oishi, S. (2021). Advances in subjective well-being research. Nature Human Behaviour, 5, 124–131. https://doi.org/10.1038/s41562-020-00941-6
Farhan. (2024). Konseling kelompok SFBC untuk menurunkan perilaku agresif siswa. Jurnal BK Nusantara, 6(2).
Franklin, C., Zhang, A., Froerer, A., & Johnson, S. (2022). Solution-focused brief therapy: A systematic review and meta-summary. Journal of Marital and Family Therapy, 48(3), 701–721. https://doi.org/10.1111/jmft.12545
Franklin, C., & Zhang, A. (2023). Longitudinal outcomes of solution-focused counseling. Journal of Counseling Research, 70(3).
Gingerich, W. J., & Peterson, L. T. (2021). Effectiveness of solution-focused brief therapy: A systematic review. Research on Social Work Practice, 31(5), 450 463. https://doi.org/10.1177/1049731521991127
Handayani, R., & Nurhayati, S. (2022). Penerimaan diri anak binaan di LPKA. Jurnal Bimbingan dan Konseling Indonesia, 7(2).
Kim, J. S., Kelly, M. S., & Franklin, C. (2021). Solution-focused brief therapy with youth populations. Children and Youth Services Review, 121,105859. https://doi.org/10.1016/j.childyouth.2020.105859
Kim, J. S., & Franklin, C. (2023). Effectiveness of solution-focused interventions. Journal of Counseling & Development, 101(1), 25 38. https://doi.org/10.1002/jcad.12433
Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia. (2023). Laporan pembinaan anak di LPKA. https://kemenkumham.go.id
Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak. (2022). Profil anak Indonesia. https://kemenpppa.go.id
Mulvey, E. P., Schubert, C. A., & Piquero, A. R. (2022). Juvenile justice rehabilitation outcomes. Journal of Research in Crime and Delinquency, 59(4). https://doi.org/10.1177/00224278211059552
Newsome, W. S., Waldo, M., & Gruszka, C. (2022). Group solution-focused counseling for youth at risk. Journal of Child and Adolescent Counseling, 8(1). https://doi.org/10.1080/23727810.2021.1876605
OECD. (2020). How’s life? 2020: Measuring well-being. OECD Publishing. https://doi.org/10.1787/9870c393-en
Park, N. (2022). Subjective well-being and resilience among adolescents. Journal of Adolescence, 94, 45–56. https://doi.org/10.1016/j.adolescence.2021.12.012
Proctor, C., Linley, P. A., & Maltby, J. (2021). Life satisfaction among adolescents. Journal of Happiness Studies, 22. https://doi.org/10.1007/s10902-020-00274-3
Rose, J., & Steen, S. (2021). Group counseling effectiveness with adolescents. Professional School Counseling, 25(1). https://doi.org/10.1177/2156759X20980602
Suldo, S. M., & Shaffer, E. J. (2021). Looking beyond psychopathology: The dual factor model of mental health in youth. School Psychology Review, 50(2). https://doi.org/10.1080/2372966X.2021.1878771
UNICEF. (2021). Children in conflict with the law: Global perspectives. https://www.unicef.org
United Nations Office on Drugs and Crime. (2021). Handbook on children in conflict with the law. https://www.unodc.org
United Nations Office on Drugs and Crime. (2022). Youth crime prevention report. https://www.unodc.org
Van Damme, L., Colins, O. F., & Vermeiren, R. (2022). Peer support and adolescent well-being. Youth & Society, 54(6). https://doi.org/10.1177/0044118X20985079
World Health Organization. (2022). Adolescent mental health. https://www.who.int
Zahro, A., et al. (2025). Effectiveness of solution-focused counseling on adolescent psychological well-being. Al-Musyrif Journal, 3(2).

