Profil Literasi Sains dan Literasi Digital Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Palembang
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis profil literasi sains dan literasi digital mahasiswa Pendidikan Biologi Universitas Muhammadiyah Palembang. Metode yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Teknik sampling menggunakan puposive sampling yaitu mahasiswa pendidikan biologi semester 1 UM Palembang. Intrumen yang digunakan adalah soal uraian untuk memperoleh data literasi sains dan kuesioner untuk data literasi digital. Hasil penelitian menunjukkan rerata keterampilan literasi sains mahasiswa 38,67 dengan kategori sangat kurang dan keterampilan literasi digital dengan rerata 80,72 dengan kategori baik. Secara rinci keterampilan literasi sains mahasiswa dalam beberapa sub indikator meliputi 1) Mengidentifikasi argumen saintifik yang tepat 28,91 (sangat kurang), 2) Menggunakan pencarian literatur yang efektif 40,38 (sangat kurang), 3) Evaluasi dan menggunakan infomasi saintifik 78,85 (baik), 4) Memahami elemen desain penelitian dan bagaimana dampaknya terhadap penemuan saintifik 27,88 (sangat kurang), 5) Membuat grafik yang dapat merepresentasikan data 27,88 (angat kurang), 6) Membaca dan menginterpretasikan data 56,73 (kurang), 7) Pemecahan masalah dengan menggunakan kemampuan kuantitatif 32,69 (sangat kurang), 8) Memahami dan mampu menginterpretasikan statistik dasar 23,56 (angat kurang), 9) Menyuguhkan kesimpulan, prediksi brdasarkan data kuantitatif 30,29 (sangat kurang). Keterampilan literasi digital mahasiswa dapat dirinci dalam beberapa indikator berikut 1) Function skill and beyond 78,00 (baik), 2) Creativity 71,15 (baik), 3) Critical thinking and evaluation 78,65 (baik), 4) Cultural and social understanding 85,38 (sangat baik), 5) Collaboration 85,00 (sangat baik), 6) The ability to find and select information 80,46 (baik), 7) Effective communication 84,62 (baik), 8) E savety 82,50 (baik).
Downloads
References
Abidin, Y. (2014). Desain Sistem Pembelajaran Dalam Konteks Kurikulum 2013. Bandung: PT Refika Aditama.
Arends. (2008). Learning to Teach. Yogyakarta: Pustaka Belajar.
Toharudin, et.al. (2011). Membangun literasi sains peserta didik. Bandung: Humaniora.
BSNP. (2006). Lampiran 1 Peraturan Mendiknas No. 22 Tahun 2006. Jakarta: Depdiknas. Dirjen Mandikdasmen. Direktorat Pembinaan TK dan SD.
Hague, C., & Payton, S. (2011). Digital literacy across the curriculum. Curriculum Leadership, 9(10).
Morroco, et. al. (2008). Supported Literacy for Adolescements : Transforming Teaching and Content Learning for the 21 st Century. Education Development Center All Right Resrved: Published by Jossy-Bass
Harlen, W. (2004). The teaching of science. London: David Fulton Publisher.
OECD (2003) The PISA 2003 Assessment Framework. Paris: OECD.
OECD. (2015). PISA 2015 Results. OECD. (http://www.businessinsider.co.id/pisa-worldwide-ranking-of-math-science-reading-skills-2016-12/)
Rustaman, N. (2007). Assesmen dalam Pembelajaran Sains. Bandung: Program doktor pendidikan IPA sekolah pasca sarjana UPI.
Samatowa, U. (2010). Pembelajaran IPA di Sekolah Dasar. Jakarta: PT Indeks.
Suroso, (2012). Penerapan ModelPembelajaran Kontekstual dalam Meningkatkan Keterampilan Proses dan Hasil Belajar Sains Siswa Kelas V SD No 5 Bandung. Skripsi. Bandung : UPI.
Copyright (c) 2023 Rindi Novitri Antika, Rini Rita T. Marpaung

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.












