Tingkat Kebahagiaan Belajar Biologi Melalui Pembelajaran Berdeferensiasi Dengan Pendekatan Gaya Belajar

  • Wiji Astuti SMA Negeri 1 Tanjung Raya, Lampung
Keywords: Pembelajaran berdeferensiasi, Tingkat kebahagiaan, Gaya belajar, Kebahagiaan siswa dalam belajar

Abstract

Salah satu tujuan penerapan kurikulum merdeka adalah mengantarkan siswa menuju kebahagiaan, ini sesuai dengan filosofi Ki Hajar Dewantara “Pendidikan bertujuan untuk menuntun segala kodrat anak-anak, agar dapat mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang setinggi-tingginya”. Selama ini pembelajaran menekankan pada penguasaan konten bahkan banyak yang berpusat pada guru (teacher center), padahal pembelajaran yang baik berpusat pada siswa. Pembelajaran yang dilakukan dengan memperhatikan keunikan siswa diharapkan membawa suasana pembelajaran yang menyenangkan, sehingga tujuan menghantarkan siswa yang selamat dan bahagia tercapai. Strategi untuk mencapai tujuan tersebut salahsatunya dengan memahami kebutuhan belajar siswa, seperti gaya belajar. Secara umum, gaya belajar ada tiga tipe, Visual, Auditorial, Kinestetik dan sebagian orang memiliki kecenderungan kombinasi dari tipe tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gaya belajar siswa dan tingkat kebahagian siswa selama proses belajar yang telah disesuaikan dengan gaya belajar masing-masing siswa. Desain penelitian menggunakan pre-eksperimental dengan instrumen angket lolos uji validitas. Responden adalah siswa SMAN1 Tanjung Raya sebanyak 23 siswa ditentukan berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden 69,6% menjalani pembelajaran dengan bahagia, 26,1% dengan Tingkat cukup bahagia, dan hanya 4,3% yang merasa kurang bahagia. Berdasarkan hasil tersebut terbukti bahwa proses pembelajaran yang memperhatikan gaya belajar siswa dapat membuat siswa bahagia dalam belajar.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Affandi, L. H., Saputra, H. H., dan Husniati, H. (2020). Apakah Tingkat Kebahagiaan Bisa Menjelaskan Hasil Belajar Siswa Sekolah Dasar? Progres Pendidikan, 1(3), 168–176. https://doi.org/10.29303/prospek.v1i3.21.

Alhafiz, N. (2022). Analisis Profil Gaya Belajar Siswa untuk Pembelajaran Berdiferensiasi di SMP Negeri 23 Pekanbaru. J-Abdi: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 1(8), 1913-1922.

Anas, M., dan Umar, N. F. (2021). Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kebahagiaan Siswa. In Proceeding of National Seminar Universitas Negeri Makasar (Vol. 9, No. 0, pp. 168-176).

Azizi, M., Mohamadian, F., Ghajarieah, M., dan Direkvand-Moghadam, A. (2017). The effect of individual factors, socioeconomic and social participation on individual happiness: A cross-sectional study. Journal of Clinical and Diagnostic Research: JCDR, 11(6), VC01.

Chania, Y., Haviz, M., dan Sasmita, D. (2017). Hubungan Gaya Belajar Dengan Hasil Belajar Siswa Pada Pembelajaran Biologi Kelas X Sman 2 Sungai Tarab Kabupaten Tanah Datar. Sainstek: Jurnal Sains dan Teknologi, 8(1), 77-84.

Chen, S.-Y., dan Lu, L. (2009). Academic Correlates of Taiwanese Senior High School Students‟Happiness. Adolescence”, 44(176).

DePorter, Bobbi. 2008. Quantum Learning. Bandung: Penerbit Kaifa.

Herwina, W. (2021). Optimizing Student Needs and Learning Outcomes With. PERSPEKTIF Ilmu Pendidikan, 35(2).

Honey, P. dan Mumford, A. (2000). The learning styles helper’s guide. Maidenhead: Peter Honey Publications Ltd.

Kim, S., dan Lee, S. (2015). The influence of job-seeking stress, career decision-making self-efficacy, self-esteem and academic achievement on nursing students‟ happiness. Korean Journal of Adult Nursing, 27(1), 63–72.

Kolb D. A. (1999). The Kolb Learning Style Inventory, Version 3. Boston: Hay Group.

Kusuma, O. D., dan Luthfah, S. (2020). Pendidikan Guru Penggerak “Paket Modul 2 Praktik Pembelajaran yang Berpihak pada Murid“. Jakarta: Kemendikbud.

Marlina, (2019). Panduan Pelaksanaan Model Pembelajaran Berdiferensiasi di Sekolah Inklusif. Universitas Negeri Padang.

Marlina, M., Efrina, E., dan Kusumastuti, G. (2019). Differentiated Learning for Students with Special Needs in Inclusive Schools. 382(Icet), 678–681. https://doi.org/10.2991/icet-19.2019.164.

Morgan, H. (2014). Maximizing student success with differentiated learning. The Clearing House: A Journal of Educational …. https://doi.org/10.1080/00098655.2013.832130.

O‟Rourke, J., dan Cooper, M. (2010). Lucky to be happy: A study of happiness in Australian primary students. Australian Journal of Educational dan Developmental Psychology, 10, 94–107.

Pane, A., dan Dasopang, M., D.(2017). Belajar dan Pembelajaran. Jurnal Kajian Ilmu - Ilmu Keislaman. Volume: 3, Nomor:2, Halaman: 339. http://jurnal.iainpadangsidimpuan.ac.id/index.ph p/f/article/view/945.

Quinn, P. D., dan Duckworth, A. L. (2007). Happiness and academic achievement: Evidence for reciprocal causality. The Annual Meeting of the American Psychological Society, 24(27.5), 2007.

Rahayu, D., dan Adriansyah, M. A. (2014). Hubungan antara kemandirian dan gaya belajar dengan strategi menyelesaikan masalah pada mahasiswa ditinjau dari jenis kelamin. Psikostudia: Jurnal Psikologi, 3(1), 1-11.

Rahmawati, I. T. (2013). Pengaruh Gaya Belajar Bahasa Terhadap Prestasi Belajar Bahasa Arab Kelas VII Semester II di MTsN Galur. Skripsi Sarjana Pendidikan Bahasa Arab Fakultas Tarbiyah dan Keguruan Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga.

Ramdani, A. M. 2014. Perbandingan Strategi Pembelajaran Teacher Centered Learning Dengan Student Centered Learning terhadap Hasil Belajar pada Mata Pelajaran Tarikh Siswa Kelas VIII SMP Muhammadiyah 4 Surakarta. Surakarta. http://eprints.ums.ac.id/30865.

Ramezani, S. G., dan Gholtash, A. (2015). The relationship between happiness, self-control and locus of control. International Journal of Educational and Psychological Researches, 1(2), 100.

Risma, R., Murti, W., dan Nur, R. A. (2022). Pengaruh Model Pembelajaran Word Square terhadap Hasil Belajar Biologi Siswa. Binomial, 5(2), 136-146.

Rosalina, L. (2021). Meningkatkan Kemampuan Analisis Peserta Didik pada Materi Sistem Saraf melalui Pembelajaran Blended Learning berbasis TPACK (Doctoral dissertation, FKIP UNPAS).

Ruiz‐Aranda, D., Extremera, N., dan Pineda‐Galan, C. (2014). Emotional intelligence, life satisfaction and subjective happiness in female student health professionals: the mediating effect of perceived stress. Journal of Psychiatric and Mental Health Nursing, 21(2), 106–113.

Setiyawan, M. G., Raharjo, R., dan Purnama, E. R. (2023). Pengembangan Perangkat Pembelajaran “Pintaryn” Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Kognitif Siswa Pada Konsep Sistem Pencernaan. Berkala Ilmiah Pendidikan Biologi (BioEdu), 12(1), 077-086.

Susilo, M. J. (2006). Gaya Belajar Menjadikan Makin Pintar. Penerbit Pinus: Yogyakarta.

Taiyeb, A. M., dan Mukhlisa, N. (2015). Hubungan gaya belajar dan motivasi belajar dengan hasil belajar biologi siswa kelas XI IPA SMA Negeri 1 Tanete Rilau. Jurnal Bionature, 16(1), 8-16.

Tarigan, M., Alvindi, A., Wiranda, A., Hamdany, S., dan Pardamean, P. (2022). Filsafat Pendidikan Ki Hajar Dewantara dan Perkembangan Pendidikan di Indonesia. Mahaguru: Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar, 3(1), 149-159.

Tresnawati, C., Aryanti, F., & Suhaerah, L. (2022). Flipped Learning Dalam Meningkatkan Berpikir Kritis Mahasiswa Pada Materi Fotosintesis Dimasa Pandemik Covid-19. Biosfer: Jurnal Biologi Dan Pendidikan Biologi, 7(1), 41-49.

Wahyuni, A. S. (2022). Literature Review: Pendekatan Berdiferensiasi Dalam Pembelajaran IPA. Jurnal Pendidikan MIPA, 12(2), 118-126.

Wani, M., dan Dar, A. A. (2017). Optimism, happiness, and self-esteem among university students. Indian Journal of Positive Psychology, 8(3), 275–279.

Zatnika, D. E., & Rochintaniawati, D. (2023). Analisis Penggunaan Media Pembelajaran Berbasis IT Di SMA BPPI Bale Endah Kabupaten Bandung Pada Materi Perubahan Lingkungan. Biosfer: Jurnal Biologi dan Pendidikan Biologi, 8(1), 43-50.

Zhang, J., dan Kemp, S. (2009). The relationships between student debt and motivation, happiness, and academic achievement. New Zealand Journal of Psychology, 38(2), 24–2

Published
2024-04-05