ISLAM INKLUSIF ALA PESANTREN: KONSTRUKSI PENDIDIKAN RELIGIUS DAN INTERNALISASI TOLERANSI PADA SANTRI PESANTREN ANWARUL HUDA, KOTA MALANG
Abstract
Artikel ini bertujuan untuk mengkaji konstruksi pendidikan religius dan internalisasi toleransi pada santri Pondok Pesantren Anwarul Huda. Pendidikan karakter dan intoleransi masih menjadi problem utama, yang mendesak untuk diselesaikan di Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode studi kepustakaan. Informasi didapatkan melalui penelaahan terhadap buku, jurnal, dan dokumen-dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pondok Pesantren Anwarul Huda sebagai agen dalam menanamkan karakter religius pada santri khususnya, dan masyarakat secara luas. Pesantren menanamkan karakter religius melalui aktivitas sehari-hari dan pengajian keagamaan. Karakter lainnya yang didorong adalah sikap disiplin, mandiri, bersih dan rapi, dan peduli lingkungan. Bentuk toleran dapat dilihat dari sikap perdamaian dan menghargai perbedaan yang dijalankan oleh para santri. Pandangan islam inklusif Pesantren Anwarul Huda juga tergambarkan dalam semangat toleran dalam ruang gerak muamalah duniawi/human relationship. Hal ini sejalan dengan ajaran Islam sebagai raḥmatan lil ’alamin bahwa islam yang diyakini dan diaktualkan adalah islam yang inklusif, ramah, tidak kaku, moderat, dan penuh kasih sayang terhadap sesama.
References
Adib, A. (2021). Metode Pembelajaran Kitab Kuning di Pondok Pesantren. Jurnal Mubtadiin, 7(01), 232–246.
Alwi, B. M. (2013). Pondok Pesantren: Ciri Khas, Perkembangan, dan Sistem Pendidikannya. Lentera Pendidikan, 16(2), 205–219.
Asifudin, A. J. (2017). Manajemen Pendidikan untuk Pondok Pesantren. MANAGERIA: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam, 1(2), 355–366.
Berger, P., & Luckmann, T. (2016). The social construction of reality. Social Theory Re-Wired: New Connections to Classical and Contemporary Perspectives: Second Edition, 110–122.
Bruinessen, M. van. (1995). Kitab Kuning Pesantren dan Tarekat. Bandung: Mizan.
Cahyadi, R. A. H. (2017). Pengembangan Pondok Pesantren. Halaqa: Islamic Education Journal, 1(1), 43–52.
Casanova, J. (1994). Public Religions in the Modern World. Chicago: The University of Chicago Press.
Darmaputera, E. (1992). Pancasila: Identitas dan Modernitas, Tinjauan Etis dan Budaya. Jakarta: Gunung Mulia.
Dhofier, Z. (2011). Tradisi Pesantren: Studi Pandangan Hidup Kyai dan Visinya Mengenai Masa Depan Indonesia. Jakarta.
Fatah, R. A., Taufik, M. T., & Bisri, A. M. (2005). Rekontruksi Pesantren Masa Depan. Jakarta: PT. Listafariska Putra.
Fitri, R., & Ondeng, S. (2022). Pesantren Di Indonesia: Lembaga Pembentukan Karakter. Jurnal Al-Urwatul Wutsqa, 2(1), 42–54. Retrieved from
Ghoni, A. (2018). Titik Temu Konsep Pancasila dan Civil Religion Perspektif Robert N Bellah. Inovatif, 4(1).
Haedari, A. (2007). Transformasi Pesantren. Jakarta: Media Nusantara.
Hasan, M. (2015). Inovasi Dan Modernisasi Pendidikan Pondok Pesantren. Karsa: Journal of Social and Islamic Culture, 23(2), 296-306.
Latif, Y. (2011). Negara Paripurna: Historisitas, Rasionalitas, dan Aktualitas Pancasila. Jakarta: Gramedia Utama.
Latif, Y. (2014). Mata Air Keteladanan: Pancasila dalam Perbuatan. Bandung: Mizan.
Latif, Y. (2015). Revolusi Pancasila. Bandung.
Madjid, Nurchalish. (1997). Bilik-Bilik Pesantren: Sebuah Potret Perjalanan. Jakarta: Paramadina.
Madjid, Nurcholish. (2008). Islam Kemodernan dan Keindonesiaan. Bandung: Mizan.
Mahmudi, M. I. A., & Anam, M. S. (2021). The Majority’s Shackles: Societal Conflict and Development in the Establishment of Worship Places in Indonesia. Penelitian, 18(1), 77–88.
Nizar, S. (2007). Sejarah Pendidikan Islam: Menelusuri Jejak Sejarah Pendidikan Era Rasulullah Sampai Indonesia. Jakarta: Prenada Media Group.
Paturohman, I. (2012). Peran Pendidikan Pondok Pesantren dalam Perbaikan Kondisi Keberagamaan di Lingkungannya. Tarbawi, 1(1), 65–74.
Riset Setara Institute: 24 Rumah Ibadah Alami Gangguan Sepanjang 2020 - Nasional Tempo.co. (n.d.). Retrieved August 13, 2022.
Rukiati, E. K., & Hikmawati, F. (2006). Sejarah Pendidikan Islam di Indonesia. Bandung: Penerbit Pustaka Setia.
Ruslan, I. (2011). Membangun Civil Religion Pada Masyarakat Yang Plural; Dilema Pancasila Di Era Reformasi. Al-Adyan, VI(2), 1–28.
Sagala, S. (2015). Manajemen Dan Kepemimpinan Pendidikan Pondok Pesantren. Jurnal Tarbiyah, 22(2).
Steenbrink, K. A. (1994). Pesantren, Sekolah dan Madrasah, Pendidikan Islam dalam Kurun Modern. Jakarta: LP3ES.
Sulaiman, R. (2016). Pendidikan Pondok Pesantren: Institusionalisasi Kelembagaan Pendidikan Pesantren. ’Anil Islam, 9(1), 153–174.
Sumardi, K. (2013). Potret Pendidikan Karakter Di Pondok Pesantren Salafiah. Jurnal Pendidikan Karakter, 3(3).
Syafe’i, I. (2017). PONDOK PESANTREN: Lembaga Pendidikan Pembentukan Karakter. Al-Tadzkiyyah: Jurnal Pendidikan Islam, 8(1), 61.
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional.
Wahyuddin, W. (2016). Kontribusi Pondok Pesantren terhadap NKRI. Kajian Keislaman, 3(1), 42. Retrieved from.
Yaqien, N. (2013). Pedoman Santri PP. Anwarul Huda Malang sebagai Acuan dalam Mengikuti Pendidikan di Pesantren. Malang: PPAH (Pondok Pesantren Anwarul Huda).
Zakaria, G. A. N. (2010). Pondok Pesantren : Changes and Its Future. Journal of Islamac and Arabic Education, 2(2), 45–52. Retrieved from.
Zuhriy, M. S. (2011). Budaya Pesantren dan Pendidikan Karakter pada Pondok Pesantren Salaf. Walisongo, 19(2), 287–310


.png)
.png)



