Peningkatan Pengetahuan Kader Melalui Pendidikan Kesehatan Pencegahan Stunting

  • Raihana Norfitri STIKES Intan Martapura
  • Zubaidah Zubaidah STIKES Intan Martapura
  • Rusdiana Rusdiana STIKES Intan Martapura
Keywords: Pendidikan kesehatan, Ante Natal Care, Tablet Besi

Abstract

Stunting atau pendek didefinisikan sebagai kondisi gagal tumbuh pada bayi (0- 11 bulan) dan anak balita (12-59 bulan) akibat dari kekurangan gizi kronis terutama dalam 1.000 hari pertama kehidupan sehingga anak terlalu pendek untuk usianya.2 Stunting disebabkan oleh faktor yang sangat beragam, diantaranya dari kondisi ibu pada masa kehamilan. Faktor-faktor tersebut bersifat langsung dan tidak langsung. Penyebab langsung stunting adalah asupan makanan, tinggi badan orang tua,  dan riwayat penyakit infeksi sedangkan penyebab tidak langsungnya faktor pendidikan,riwayat ANC, Pemberian ASI eksklusif , status gizi ibu,konsumsi zat besi (fe) faktor pekerjaan, dan status ekonomi keluarga. Pantangan makan saat Ibu hamil berkaitan erat dengan kejadian stunting. Tujuan kegiatan meningkatkan pengetahuan kader tentang antenatal care, pemberian tablet besi dan gizi pada ibu hamil serta pantangan makan dalam pencegahan stunting. Metode yang digunakan adalah pra eksperimental dengan bentuk rancangan One Group Pretest-Postest berupa pemberian pendidikan kesehatan  tentang antenatal care, tablet besi dan nutrisi ibu hamil serta pantangan makan dalam pencegahan stunting. Sasaran kegiatan ini adalah kader sebanyak 32 orang . Hasil  yang diperoleh dari kegiatan ada perbedaan pengetahuan  tentang antenatal care, tablet besi dan gizi ibu hamil sebelum dan sesudah dilakukan intervensi pendidikan kesehatan.

References

Alifah AP. Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Tingkat Partisipasi Ibu Balita dalam Kegiatan Posyandu di Wilayah Kerja Puskesmas Cibeureum Kota Cimahi. Politek Kesehat Kemenkes Bandung Jur Gizi Progr Stud Diploma 3. 2018;

Apriluana, G. And Fikawati, S. (2018) ‘Analisis Faktor-Faktor Risiko Terhadap Kejadian Stunting Pada Balita (0-59) Di Negara Berkembang Dan Asia Tenggara’, Media Litbangkes, 28(4), Pp. 247–256.

Budhathoki SS, Bhandari A, Gurung R, Gurung A, Kc A. Stunting Among Under 5- Year-Olds in Nepal: Trends and Risk Factors. Matern Child Health J. 2020;24(s1):39–47. (1-faktor-determinan-balita-stunting-2019).

Chahyanto,bibi Ahmad. (2018). Aspek Gizi dan Makna Simbolis Tabu Makanan Ibu hamil di Indonesia. Jurnal Ekologi Kesehatan.

Djauhari T. (2017). Gizi dan HPK 1000. Saintika Madika.

Fikadu T, Assegid S, Dube L. Factors associated with stunting among children of age 24 to 59 months in Meskan district, Gurage Zone, South Ethiopia: A case control study. BMC Public Health. 2014;14(1):1–7.

KemenKes (2018). Buletin Stunting. Kementrian Kesehatan Republik Indonesia Media Center Provinsi Kalimantan Selatan.

Milenium Chalengge Account Indonesia/MCAI), 2016.Stunting dan Masa Depan Indonesia.

Mustika,M.,& Deapati, A.A (2019). Hubungan Kebiasaan mengkonsumsi teh (Camellia Senensis) dengan gejala anemia defisiensi besi pada ibu hamil dipuskesmas Malimongan Baru.UMI Medical Journal

Rizki K. Illahi, Dkk.,Gambaran Sosio Budaya Gizi Etnik Madura An Kejadian Stunting Balita Usia 24–59 Bulan di Bangkalan,Media Gizi Indonesia,Vol. 11, No. 2 Juli–Desember 2016: Hlm. 135–143.

Rahayu dkk (2015) Riwayat Berat Badan Lahir dengan Kejadian Stunting pada Anak Usia Bawah Dua Tahun, Jurnal Kesehatan Masyarakat Nasional Vol 10, No 2, Tahun 2015.

Wellina, Kartasurya, & Rahfiludin, 2016. Faktor risiko stunting pada anak umur 12-24 bulan. Jurnal Gizi Indonesia (ISSN : 1858-4942).

Published
2023-12-29