Kontribusi Konformitas Terhadap Impulsive Buying Pada Mahasiswi Universitas Negeri Padang

  • Cici Yemisa Universitas Negeri Padang
  • Yuninda Tria Ningsih Universitas Negeri Padang
Keywords: Konformitas, Impulsive Buying, Mahasiswi

Abstract

Impulsive buying adalah bentuk pembelian yang dilakukan secara tidak rasional karena terjadi secara tiba-tiba dengan dorongan yang emosional, dalam waktu yang cepat, dan tanpa adanya rencana pembelian. Salah satu faktor yang menyebabkan impulsive buying adalah lingkungan sosial. Seseorang yang menjadikan kelompok sosial sebagai acuan dalam bertindak dan perilaku disebut dengan konformitas. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat kontribusi konformitas terhadap impulsive buying pada mahasiswi di Universitas Negeri Padang. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif. Populasi pada penelitian ini adalah mahasiswi yang pernah melakukan impulsive buying di Universitas Negeri Padang dan sampel sebanyak 104 orang yang dipilih dengan menggunakan teknik insidental sampling. Penelitian ini menggunakan skala Impulsive Buying Tendency yang berjumlah 20 item dengan nilai reliabilitas 0,847 dan skala Conformity yang berjumlah 11 item dengan nilai reliabilitas 0,703. Teknik analisis data dalam penelitian ini yaitu dengan menggunakan uji regresi linear sederhana. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat kontribusi yang signifikan antara konformitas dengan impulsive buying pada mahasiswi Universitas Negeri Padang dengan nilai R Square sebesar 0,125 yang menunjukkan bahwa sumbangan efektif yang diberikan konformitas  terhadap impulsive buying pada mahasiswi Universitas Negeri Padang sebesar 12,5%.

References

Arnett, J. J. (2020). Emerging adulthood: A theory of development from the late teens through the twenties. American Psychologist, 55(5), 469–480.

Bellenger, D., Robertson, & Hirschamn. (1978). Impulse buying varies by products. Journal of Advertising Research, 18(6), 15–18.

Baron, R. A., & Byrne, D. (2020). Psikologi Sosial (1st ed.). Erlangga.

Giraud, M. (2001). Les Acheteurs Impulsifs: Proposition d’une typologie. Proposition d’une Typologie. Décisions Marketing.

Info.populix.co. (2023). Indonesian Shopper Behavior on Promotion Week in the Face of Economic Uncertainty 2023.

Litbang.kemendagri.go.id. (2018). Riset Snapcart: 65 Persen Pelaku Belanja Online Adalah Perempuan.

Loudon, D., & Bitta, A. (1993). Consumer Behavior (Vol. 1).

Mulyono, F. (2022). Faktor Demografis Dalam Perilaku Pembelian Impulsif. 92–93.

Ojkinstitute.id. (2022). Penguatan Infrastruktur Digital Dukung E-Commerce Lebih Sustain.

Psimawa, J., & Sahidin, M. (2022). Pengaruh Konformitas terhadap Impulsive Buying pada Mahasiswa Baru 2021 di Asrama Universitas Teknologi Sumbawa 1. 5(2), 109–114.

Puspitayanti, F. D., Adu, A. A., & Anakaka, D. L. (2022). Impulsive Buying in Early Adulthood in Terms of Gender. Journal of Health and Behavioral Science, 4(4), 569–579.

Renaldy, M., Dewi, R. S., Hidayatullah, D. M. S., Ahmad, J. L., Km, Y., Kalimatan, B., & Kode, S. (2018). Hubungan Kontrol Diri Dengan Perilaku Konsumtif Konsumen Online Shop melalui Sosial Media pada Mahasiswa Psikologi Universitas Lambung Mangkurat. Jurnal Kognisia, 1(1).

Rook, Dennis. W. , & Gardner, Meryl. Paula. (1993). In The Mood Impulse Buyings Affective Antecedents (Vol. 6).

Sarwono, S. W. (2011). Psikologi Remaja Edisi Revisi. Rajawali Pers.

Suwinta. (2022). Perbedaan Impulse Buying Produk Fashion Muslimah pada Anggota Komunitas Hijabers di Kota Medan. Universitas Sumatera Utara.

Uly, Y., & Djumena, E. (2022). Nilai Transaksi E-Commerce Indonesia Capai Rp 108,54 Triliun di Kuartal I-2022 Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Nilai Transaksi E-Commerce Indonesia Capai Rp 108,54 Triliun di Kuartal I-2022.

Verplanken, B., & Herabadi, A. (2001). Individual differences in impulse buying tendency: Feeling and no thinking. European Journal of Personality.

Published
2023-12-31