HUBUNGAN PEER ATTACHMENT DENGAN PERILAKU BULLYING PADA SANTRI PONDOK PESANTREN
Abstract
Tujuan penelitian ini adalah untuk menyelami lebih dalam hubungan peer attachment dengan bullying pada santri di pondok pesantren. Sehingga peneliti menyusun riset dengan judul “Hubungan peer attachment dengan perilaku bullying pada santri di pondok pesantren”. Metode yang digunakan adalah korelasional dengan pendekatan kuantitatif. Dalam penelitian ini populasinya adalah Santri pondok pesantren yang berlokasi di Kota Padang Panjang Sumatera Barat, total santri yang ada di Kota Padang Panjang berjumlah 556 santri. Berdasarkan hasil analisis korelasi, maka didapatkan koefisien korelasi sebesar r = 0.110, p=0.090 (p>0.05) maka dapat disimpulkan bahwa H0 diterima dan Ha ditolak, dimana tidak terdapat hubungan peer attachment dengan perilaku bullying pada santri pondok pesantren. Kategorisassi data dari kedua variabel dalam penelitian ini menunjukkan secara umum bahwa perilaku bullying pada santri berada pada kategori sedang dengan persentase 50.20%. Kategorisasi variabel peer attachment berada pada kategori sedang dengan persentase 50.62% artinya santri pondok pesantren Padang Panjang cenderung memiliki kualitas kelekatan antara teman sebaya yang baik.
References
Arif, F., & Wahyuni, S. (2017). Hubungan kelekatan pada ibu, ayah, dan teman sebaya dengan kecenderungan anak menjadi pelaku dan korban bullying. Jurnal psikologi ulayat, 4(2), 122-140.
Armsden, G. C., & Greenberg, M. T. (1987). The inventory of parent and peer attachment: Individual differences and their relationship to psychological well-being in adolescence. Journal of youth and adolescence, 16(5), 427-454.
Arseneault, L., & Shakoor, S. (2009). Bullying victimization in youths and mental health problems : ’ Much ado about nothing ’? Psychological Medicine, 40(05), 717–729.
Azwar, S. (2012). Reliabilitas dan Validitas.Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Fitri, R., & Ondeng, S. (2022). Pesantren di indonesia: lembaga pembentukan karakter. Al Urwatul Wutsqa, 2(1), 186.
Gunawan, M., A., (2015). Statistik Penelitian Bidang pendidikan, Psikologi dan Sosial. Yogyakarta : Parama Publishing.
Heri. S., (2005). Kiat Mengatasi Penyimpangan Perilaku Anak 2. Jakarta: PT. Elex Media Komputindo.
Hidayat, D. A. J. (2009). Perbedaan penyesuaian diri santri di pondok pesantren tradisional dan modern (Doctoral dissertation, Univerversitas Muhammadiyah Surakarta).
Hurlock, E. B. (2003). Psikologi perkembangan. Jakarta: Erlangga.
Jufri, F., & Karneli, Y. (2021). Konstribusi self esteem terhadap perilaku bullying siswa. JRTI (Jurnal Riset Tindakan Indonesia), 6 (1), 62.
Laible, D. J., Carlo, G., Raffaelli, M., Laible, D. J., Carlo, G., & Raffaelli, M. (2000). The Differential Relations of Parent and Peer Attachment to Adolescent Adjustment. Journal of Youth and Adolescene, 3(103), 239–248.
Levianti. (2008). Konformitas dan Bullying Pada Siswa. Jurnal Psikologi. Vol 6. No.1. 2008. 4.
Matondang, F,S, P. Firman. & Ahmad, R. (2022). Bullying Menjadi Budaya Pendidikan dilingkungan Pesantren Keguruan: Jurnal Penelitian, Pemikiran dan Pengabdian. 10 (2), 37-41.
Mievela, H., Yulianto, A., & Djuwita, R. (2013). Hubungan antara Kualitas Attachment terhadap Orang Tua dan Peer dengan Keterlibatan dalam Bullying.
Nugroho, S., Handoyo, S., & Hendriani, W. (2020). Identifikasi Faktor Penyebab Perilaku Bullying Di Pesantren: Sebuah Studi Kasus. Al-Hikmah: Jurnal Agama Dan Ilmu Pengetahuan, 17(2), 1-14.
Nugrohoand, S., & Ainyfardhana, N. (2018). Bullying at Islamic Boarding School : A Pilot Study in Pekanbaru Bullying at Islamic Boarding School : A Pilot Study in Pekanbaru. International Journal of Pure and Applied Mathematics, 119(15), 2095–2100.
Rigby, K., D, P., Slee, P., & D, P. (2008). Interventions to reduce bullying. International Journal of Adolescent Medicine and Health, 20(2), 165–183.
Sandri, R. (2015). Perilaku bullying pada remaja panti asuhan ditinjau dari kelekatan dengan teman sebaya dan harga diri. Jurnal Psikologi Tabularasa, 10(1), 43–57.
Sugiyono. (2013). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Ttofi, M. M., & Farrington, D. P. (2011). Effectiveness of school-based programs to reduce bullying : a systematic and meta-analytic review. Journal of Experimental Criminology, 7, 27–56.
Tumon, M. B. A. (2014). Studi Deskriptif Perilaku. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Universitas Surabaya, 3(1), 1–17.
Usman, I. (2013). Kepribadian, komunikasi, kelompok teman sebaya, iklim sekolah dan perilaku. Humanitas, 10(1), 49–60.
Whited, K. S., & Dupper, D. R. (2005). Best practices for preventing or reducing bullying in schools. Children & Schools, 27(3), 167-175.
Yani, A. (2016). Eksplorasi Pengalaman Korban Bullying Pada Kesehatan Jiwa Remaja Di Pesantren (Doctoral dissertation, Universitas Brawijaya).
Yuhbaba, Z. Y. (2019). Eksplorasi Perilaku Bullying Di Pesantren. Jurnal Kesehatan Dr. Soebandi, 7(1), 63–71.
Yusuf, H., & Fahrudin, A. (2012). Perilaku bullying: asesmen multidimensi dan intervensi sosial. Jurnal Psikologi Undip, 11(2).


.png)
.png)



