Pengalaman Mahasiswa Baru Bersuku Minangkabau dalam Pengambilan Keputusan Pemilihan Jurusan
Abstract
Idealnya calon mahasiswa memiliki kemampuan dalam pengambilan keputusan agar mendapatkan hasil terbaik dan meminimalisir resiko seperti ketidaksesuaian jurusan hingga dikeluarkan dari perguruan tinggi akibat dari tidak mampu mengikuti dengan baik proses perkuliahan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan indigenous psychology dengan 201 responden. Penelitian ini menemukan bahwa motivasi mahasiswa baru bersuku Minangkabau untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi 1) motivasi eksternal, 2) motivasi internal. Kendala yang ditemui mahasiswa baru bersuku Minangkabau 1) Kemampuan diri, 2) Kebimbangan diri, 3) Mental, 4) Dukungan sosial. Usaha yang dilakukan mahasiswa baru bersuku Minangkabau untuk menghadapi kendala yang ditemui yaitu 1) Mencari informasi yang dibutuhkan, 2) Mencari alternatif pendanaan, 3) Regulasi emosi. Cara mahasiswa baru bersuku Minangkabau dalam menentukan jurusan di perguruan tinggi 1) Kemampuan diri, 2) Mencari informasi yang dibutuhkan, 3) Orientasi karir. Cara mahasiswa baru bersuku Minangkabau dalam menentukan perguruan tinggi 1) Citra perguruan tinggi, 2) Mencari informasi yang dibutuhkan, 3) Kemampuan diri. Hal yang dilakukan mahasiswa baru bersuku Minangkabau jika tidak lulus di jurusan yang di inginkan adalah 1) Mencoba alternatif lain, 2) Regulasi emosi. Pihak yang berperan dalam proses pemilihan jurusan pada mahasiswa baru 1) Pihak eksternal, 2) Pihak Internal. Bentuk peran yang mempengaruhi keputusan mahasiswa baru 1) Memberikan bantuan.
References
Addnin, I. J., & Effendi, Z. M. (2021). Pengaruh dukungan orang tua dan motivasi belajar terhadap minat siswa melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Journal Ecogen, 4(1), 35-41.
Alshahrani, A., Ross, I., & Wood, M. I. (2018). Using social cognitive career theory to understand why students choose to study computer science. In Procedings of the 2018 ACM Conferences on International Computing Education Research,205–214.
Ardila, P. D. (2019). Pengaruh kualitas dosen, fasilitas kampus dan akreditasi kampus terhadap serapan lulusan prodi akuntansi. Ju-Ke, 2 (1), 1-17.
Armansyah, A. (2021). Faktor-faktor yang menghambat dalam memilih sekolah lanjut. Jurnal Bimbingan Konseling dan Psikologi, 1(2), 87-98.
Awaliah, G & Murdaningsih, D. (2019, Februari 07). 87 persen mahasiswa mengaku salah pilih jurusan. Republika.
Creed, P. A., Wong, O. Y., & Hood, M. (2009). Career decision-making, career barriers and occupational aspiration in Chinese adolescents. International Journal for Educational and Vocational Guidance, 9, 189-203.
Kasih, A (2023, Sep, 09). 3 Jalur Masuk Perguruan Tinggi Negeri 2023: SNBP, SNBT, Jalur Mandiri.
Kurniawati, A., & Repi, A. A. (2022). Career decision making self-efficacy (cdmse) dengan career indecision pada mahasiswa tingkat akhir. Experientia: Jurnal Psikologi Indonesia, 10(1), 1–15.
Masriah, Z., Malay, M. N., & Fitriani, A. F. (2018). Persepsi mahasiswa terhadap jurusan perguruan tinggi dan konsep diri dengan kesesuaian minat memilih. Anfusina: Journal of Psychology, 1(1), 61–76.
Nelissa, Z., Astuti, S., & Martunis, M. (2018). Identifikasi faktor yang mempengaruhi siswa dalam proses pemilihan jurusan pendidikan lanjutan (studi pada siswa kelas xi sma negeri 5 banda aceh). JPPI (Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia), 4(1), 78–83.
Pang, R. (2023). How do you decide your major (s)?: a study of asian american female college students major choice (s). Asian American Research Journal, 3.
Pasolong, H. (2023). Teori Pengambilan Keputusan. Bandung: Alfabeta.
Rohmah, K., & Falah, N. (2016). layanan bimbingan karir untuk meningkatkan motivasi melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi pada siswa sma negeri 1 depok sleman di Yogyakarta. Hisbah: Jurnal Bimbingan Konseling Dan Dakwah Islam, 13(1), 41-58.
Sahrah, A. (2020). Studi indigenous dengan metode kualitatif. Yogyakarta: PT Gramasurya.
Zellatifanny, C. M., & Mudjiyanto, B. (2018). Tipe penelitian deskripsi dalam ilmu komunikasi. Diakom : Jurnal Media Dan Komunikasi, 1(2), 83–90.


.png)
.png)



