Peran Orang Tua Dalam Membentuk Kemandirian Anak Usia Dini Di Desa Kadugenep Kecamatan Petir Kabupaten Serang
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) pemahaman orang tua mengenai stimulasi anak usia dini. (2) menelaah dan mendeskripsikan apa saja stimulasi yang dilakukan oleh orang tua pada anak usia dini ketika di rumah. (3) hasil pembentukan kemandirian pada anak usia dini di Desa Kadugenep Kabupaten Serang. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan menggunakan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan ialah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Sumber data dalam penelitian ini terdiri dari 15 orang tua atau secara lebih spesifik yaitu seorang ibu dan 5 orang anak usia dini yang peneliti observasi. Adapun hasil penelitian menunjukan bahwa: (1) Pengetahuan orang tua atau secara lebih spesifik yaitu pengetahuan ibu, mengenai stimulasi anak usia dini di Desa Kadugenep Kecamatan Petir Kabupaten Serang, dapat disimpulkan sudah cukup baik karena mayoritas ibu mengetahui pentingnya stimulasi atau rangsangan untuk masa perkembangan dan pertumbuhan anak. Hal tersebut dibuktikan dengan orang tua yang dapat memenuhi dan memahami 3 kebutuhan stimulasi dasar yang dibutuhkan oleh anak usia dini, yaitu a) stimulasi mental (asah), b) stimulasi emosi atau kasih sayang (asih) dan c) stimulasi fisik biomedis (asuh). (2) Peran orang tua dalam membentuk kemandirian anak usia dini di Desa Kadugenep Kecamatan Petir Kabupaten Serang sudah sesuai dengan teori upaya dalam meningkatkan kemandirian anak usia dini, diantaranya yaitu: a) memberikan motivasi dan dorongan pada anak, b) melatih anak dalam menghadapi masalah dan bertanggung jawab dan c) orang tua memberi anak kebebasan mengambil keputusan. (3) Hasil pembentukan kemandirian anak yang ditunjukan melalui peran orang tua dalam membentuk kemandirian anak usia dini dengan upaya stimulasi yang dapat dilakukan orang tua ketika di rumah, di Desa Kadugenep Kecamatan Petir Kabupaten Serang berhasil membentuk kemandirian pada anak usia dini dengan rentang usia 3-6 tahun.
References
Aini, N. Q. (2023). Penerapan Penguatan Pendidikan Karakter Melalui Metode Pembiasaan Guna Pembentukan Kemandirian Anak Usia Dini di KB Azzahroh Serang. Universitas Sultan Ageng Tirtayasa.
Bahirah, A., Agustin, R. W., Setyowati, R., & Imaroh, T. S. (2019). Peran regulasi emosi dan perhatian orang tua pada social problem-solving remaja yang bersekolah asrama. Indonesian Journal of Educational Counseling, 3(2), 139–146.
Bening, T. P., & Ichsan, I. (2022). Analisis Penerapan Pengetahuan Orang Tua dalam Stimulasi Aspek Perkembangan Anak Usia Dini. Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial, Dan Budaya, 8(3), 853–862.
Fitriani, R., & Rohita, R. (2019). Penanaman Kemandirian Anak Melalui Pembelajaran Di Sentra Balok. Jurnal Al-Azhar Indonesia Seri Humaniora, 5(1), 290124.
Husaini, A., Lestari, S., & Purwanti, P. (2019). Studi kasus tentang siswa yang kesulitan bersosialisasi dengan teman sebaya. Jurnal Pendidikan Dan Pembelajaran Khatulistiwa (JPPK), 8(3).
Istiyati, S., Nuzuliana, R., & Shalihah, M. (2020). Gambaran peran ayah dalam pengasuhan. Profesi (Profesional Islam): Media Publikasi Penelitian, 17(2), 12–19.
Jamil, Z. A., & Kuswardani, M. E. (2020). Kelekatan Aanak Terhadap Orang Tua Dalam Pembentukan Kemandirian Di Taman Kanak-Kanak As-Salam Kota Jambi. Generasi Emas: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini, 3(2), 107–120.
Jatmikowati, T. E. (2018). Efektifitas Komunikasi Orang Tua terhadap Kepribadian Intrapersonal Anak. PEDAGOGI: Jurnal Anak Usia Dini Dan Pendidikan Anak Usia Dini, 4(2), 1–15.
Karisma, W. T., DH, D. P., & Karmila, M. (2020). Peran orangtua dalam menstimulasi pengelolaan emosi anak usia dini. PAUDIA: Jurnal Penelitian Dalam Bidang Pendidikan Anak Usia Dini, 9(1), 94–102.
Kusmiyati. (2013, juli 09). Tiga Kebutuhan Dasar Anak: Asuh, Asih, Asah. Liputan6. Retrieved from
Krobo, A. (2021). Kemandirian Anak Mengurus Diri Sendiri Dikembangkan Melalui Metode Pembiasaan. PERNIK, 4(2), 70–77.
Novita, A. (2018). Peran Orang Tua dalam Menstimulasi Perkembangan Kognitif Anak Usia Dini. Atfaluna: Journal of Islamic Early Childhood Education, 1(1), 11–18.
Parinduri, M. A., Haryati, E., & Nurcahyani, M. (2022). Model Pengasuhan Alternatif Pada Dual Career Family: Studi Pada Keluarga Suku Batak Toba. Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 6(5), 4431–4440.
Ramadhani, A. S., Azizah, W., Selpiyani, Y., & Khadijah, K. (2022). Bentuk-bentuk Stimulasi Pada Anak Dalam Perkembangan Motorik Anak Usia Dini di RA. Jurnal Pendidikan Dan Konseling (JPDK), 4(3), 2360–2370.
Rini, Y. S. (2014). Komunikasi Orangtua-Anak dalam Pengambilan Keputusan Pendidikan. Interaksi: Jurnal Ilmu Komunikasi, 3(2), 112–122.
Rokayah, Y., Pd, S., Fatimiyah, C., Pd, M., & Rizqimah, Z. (2022). Pola Mendidik Anak Metode 3A (Asah, Asih, Asuh). Dunia Akademisi Publisher.
Sa’Diyah, R. (2017). Pentingnya melatih kemandirian anak. Kordinat: Jurnal Komunikasi Antar Perguruan Tinggi Agama Islam, 16(1), 31–46.
Sa’ida, N. (2016). Kemandirian Anak Kelompok A Taman Kanak-Kanak Mandiri Desa Sumber Asri Kecamatan Nglegok Kabupaten Blitar. Jurnal Pedagogi, 2(3), 20160.
Sari, D. R., & Rasyidah, A. Z. (2019). Peran Orang Tua Pada Kemandirian Anak Usia Dini. Early Childhood: Jurnal Pendidikan, 3(1), 45–57.
Sularyo, T. S., & Kadim, M. (2016). Retardasi mental. Sari Pediatri, 2(3), 170–177.
Susanto, A. (2021). Pendidikan anak usia dini: Konsep dan teori. Bumi Aksara.


.png)
.png)



