Peningkatan Pengobatan Mandiri di Indonesia: Analisis Faktor dan Tren dengan Metode Deret Geomertri
Abstract
Penelitian ini menganalisis peningkatan tren pengobatan mandiri di Indonesia selama periode 2020-2023 menggunakan metode kuantitatif dan analisis deret waktu dengan data dari Badan Pusat Statistik (BPS). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan tren pengobatan mandiri di Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tren persentase penduduk Indonesia yang melakukan pengobatan mandiri meningkat secara eksponensial selama periode penelitian, dengan rasio peningkatan sebesar 2% setiap tahun. Peningkatan ini didorong oleh beberapa faktor, seperti biaya pengobatan yang mahal, akses terbatas ke fasilitas kesehatan, waktu tunggu yang lama, dan preferensi terhadap pengobatan tradisional. Temuan ini memiliki implikasi penting bagi pembuat kebijakan, profesional kesehatan, dan masyarakat umum dalam memahami dan mengatasi tren pengobatan mandiri di Indonesia.
References
Amalia, R. N., & Wardhani, S. A. (2019). Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Perilaku Pengobatan Mandiri pada Pasien Asuransi Kesehatan Nasional di Puskesmas Kecamatan Mijen Kota Semarang. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 14(3), 230-235.
Ardian, D. F., & Dyah, S. (2017). Analisis Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Pengobatan Mandiri pada Pasien Rawat Jalan di RSUD Dr. Moewardi Surakarta. Jurnal Kesehatan Tradisional, 18(2), 123-128.
Gegen, G., & Santoso, A. P. A. (2021). Analisis Yuridis Kewenangan Perawat Dalam Pengobatan Bekam Pada Praktik Keperawatan Mandiri. JISIP (Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan), 5(3).
Hapsari, F. D., & Dyah, S. (2018). Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Penggunaan Pengobatan Mandiri pada Pasien Rawat Jalan di Rumah Sakit Umum Daerah Dr. Moewardi Surakarta. Jurnal Kesehatan Tradisional, 19(2), 117-122.
Kusuma, H. A., & Dyah, S. (2018). Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Perilaku Pengobatan Mandiri pada Pasien Rawat Jalan di Rumah Sakit Umum Daerah Dr. Moewardi Surakarta. Jurnal Kesehatan Tradisional, 19(2), 117-122.
Medisa, D., Suryanegara, F. D. A., Natalia, D. A., Handayani, P. F., Kusuma, D. P. I., & Nugraheni, D. A. (2020). Public knowledge of self-medication in Ngaglik subdistrict of Sleman regency. Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Indonesia, 11(3), 250-256.
Nugroho, T. D., & Setyowati, D. (2016). Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Penggunaan Pengobatan Mandiri pada Pasien Rawat Jalan di Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Yogyakarta. Jurnal Kesehatan Muhammadiyah, 15(1), 51-56.
Prasetyo, B. (2016). Pengaruh Asuransi Kesehatan terhadap Pengobatan Mandiri. Jurnal Asuransi Kesehatan Indonesia.
Rahayu, S. (2018). Peningkatan Akses Layanan Kesehatan dan Penurunan Praktik Pengobatan Mandiri. Jurnal Kesehatan Masyarakat Nasional.
Rini, Ira Puspito. 2019. Buku Pintar Pengobatan Mandiri di Rumah. Jawa Tengah : DESA PUSTAKA INDONESIA
Rismawati, R. (2018). Faktor-faktor yang berhubungan dengan kelaikan kantin sehat di sekolah dasar Kecamatan Medan Belawan. Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat, 7(3), 131-140.
Sari, M. (2020). Regulasi Distribusi Obat dan Dampaknya terhadap Pengobatan Mandiri. Jurnal Farmasi Klinik Indonesia.
Suryani, R., & Kurniawan, A. (2020). Pengaruh Penggunaan Media Sosial Terhadap Tingkat Pengetahuan Masyarakat Tentang Pengobatan Mandiri Di Era Pandemi Covid-19. Jurnal Kesehatan Tradisional, 21(2), 111-116.


.png)
.png)



