Proses Adaptasi Culture Shock Pada Mahasiswa Rantau FKIP Untirta

  • Nanik Saputri Universitas Sultan Ageng Tirtayasa
  • Rizki Setiawan Universitas Sultan Ageng Tirtayasa
  • Nurul Hayat Universitas Sultan Ageng Tirtayasa
Keywords: Mahasiswa Rantau, Adaptasi, Culture Shock

Abstract

Mahasiswa diidentikan dengan mahasiswa perantau, tujuan merantau untuk sukses melalui kualitas pendidikan yang lebih baik. Oleh karena itu, mahasiswa rantau dituntut untuk bisa beradaptasi di lingkungan baru. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui culture shock yang dialami oleh mahasiswa rantau dan mengetahui bagaimana cara mereka beradaptasi di lingkungan baru. Teori yang digunakan peneliti adalah teori dari James Milton Bannett, yaitu teori developmental model of intercultural sensitivity dan teori dari Pierre Bourdieu, yaitu Habitus dan Modal. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, dengan teknik yang digunakan oleh peneliti berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa mahasiswa rantau FKIP Untirta melakukan proses adaptasi dengan enam tahapan, yaitu denial, defense, minimization, acepptance, adaptation dan integration. Culture shock yang dialami oleh mahasiswa rantau berupa bahasa, makanan, cuaca serta kemudahan akses pelayanan publik. Adaptasi yang dilakukan oleh mereka adalah mencari teman, mempelajari budaya baru, dan berinteraksi sosial. Habitus baru akhirnya terbentuk pada mahasiswa rantau FKIP Untirta di lingkungan baru.

References

Abdussamad, Z. (2021). Metode Penelitian Kualitatif. Makassar: CV Syakir Media Press

Bahtiar, Apriadi. (2017). Culture Shock Mahasiswa Perantau Luar Pulau Jawa Universitas Pendidikan Indonesia. Skripsi. Bandung: Universitas Pendidikan Indonesia.

Bennett, M. (2013). Basic Concepts of Intercultural Communication: paradigms, principles, and practices (Second Edition). London: Intercultural Press an imprint of Nicholas Brealey Publishing.

Bennett, M, J. (2004). Becoming Interculturally Competent. In: Wurzel, J.S., Ed., Toward Multiculturalism: A Reader in Multicultural Education, Intercultural Resource Corporation, Newton, Vol. 2, No. 1, hlm 62-77.

Bennett, M J. (2017). Development Model Of Intercultural Sensitivity. In Kim, Y. International Encyclopedia Of Intercultural Communication. Wiley

Devinta, Marshellena, dkk. (2016). Fenomena Culture Shock (Geger Budaya) Pada Mahasiswa Perantau Di Yogyakarta. Jurnal Pendidikan Sosiologi, Vol 5, No 3, hlm 1-15

Haryatmoko. (2022). Membongkar Rezim Kepastian: Pemikiran Kritis Post Strukturalis. Yogyakarta: PT Kanisius.

Kurnia, S. (2022). Proses Adaptasi Mahasiswa Rantau Terhadap Budaya Baru Dalam Lingkungan Sosial Kampus (Studi Kasus Mahasiswa Sosiologi FISIP UIN Syarif Hidayatullah Jakarta). Jakarta: UIN Syarif Hidayatullah.

Martono, Nanang. (2012). Kekerasan Simbolik Di Sekolah (Sebuah Ide Sosiologi Pendidikan) Piere Bourdieu. Depok: Rajawali Press

Prasetyoaji A, dkk. (2024). Pengaruh Penyesuaian Diri Terhadap Motivasi Belajar Pada Mahasiswa Rantau. G-Couns: Jurnal Bimbingan Konseling, Vol 8, No 3, hlm 1341-1348

Ritzer, G. (2012). Teori Sosiologi (Dari Sosiologi Klasik Sampai Perkembangan Terakhir Postmodern). Yogyakarta: Pustaka Pelajar

Published
2024-12-06