Hubungan Konsep Diri Dengan Penerimaan Diri Siswa

  • Hani Nur Afifah Universitas Sultan Ageng Tirtayasa
  • Deasy Yunika Khairun Universitas Sultan Ageng Tirtayasa
  • Meilla Dwi Nurmala Universitas Sultan Ageng Tirtayasa
Keywords: Konsep Diri, Penerimaan Diri, Remaja Awal

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada hubungan antara variabel konsep diri dengan variabel penerimaan diri siswa kelas VII SMP Negeri 10 Kota Serang. Penelitian ini berdasarkan aspek konsep diri yang dikemukakan oleh William H. Fitts dan juga ciri penerimaan diri yang oleh Sheerer. Salah satu faktor yang dapat mempengaruhi penerimaan diri individu adalah adanya konsep diri individu. Penelitian ini didasarkan dari fenomena yang terjadi di sekolah, dimana terdapat siswa yang menunjukkan konsep diri yang kurang. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan jenis korelasi untuk mengetahui adakah hubungan antara konsep diri dengan penerimaan diri. Pelaksanaan penelitian ini dengan cara membagikan instrumen kuisioner berupa checklist dengan skala Likert  pada subjek. Subjek penelitian ini merupakan sisa kelas VII SMP Negeri 10 Kota Serang tahun ajaran 2024/2025 berjumlah 192 siswa. Hasil penelitian ini didapatkan terdapat 125 siswa atau 65% subjek yang memiliki konsep diri tinggi, 67 siswa atau 35% subjek yang memiliki konsep diri sedang, sedangkan tidak terdapat siswa yang memiliki konsep diri dengan kategori rendah. Dan terdapat 87% siswa atau 45% subjek yang memilikipenerimaan diri tinggi, 105 siswa atau 55% subjek yang memiliki penerimaan diri dengan kategori sedang, dan tidak terdapat siswa yang masuk kedalam kategori rendah. Kemudian dilakukan analisis correlation product moment pearson mendapat nilai pearson correlation 0,614 dan nilai signifikansi 0,000 < 0,05 yang artinya terdapat hubungan antara konsep diri dengan penerimaan diri pada siswa dengan arah hubungan yang positif, yang artinya jika konsep diri rendah maka penerimaan dirinya juga akan rendah. Begitupun sebaliknya, jika konsep dirinya tinggi maka akan tinggi pula penerimaan dirinya. Pada SMP Negeri 10 Kota Serang terdapat 131 siswa yang memiliki arah hubungan positif antara variabel konsep diri dengan variabel penerimaan diri atau sebesar 68%. Sedangkan 61 siswa lainnya atau 32% responden memiliki arah hubungan yang negatif antara variabel konsep diri dengan penerimaan diri.

References

Chaplin, 2011 Kamus Psikologi. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.

Hurlock, Elizabeth B. 1974. Personality Development. New Delhi : Hill Publishing Company

Hurlock, Elizabeth B. 1980. Psikologi Perkembangan: Suatu Pendekatan Sepanjang Rentang Kehidupan. Jakarta : Gramedia.

Hurlock, Elizabeth B. 1997, “Psikologi Perkembangan Suatu pendekatan rentang kehidupan”, Edisi kelima, Erlangga.

Hurlock, Elizabeth B. 2011. Psikologi Perkembangan : Suatu Pendekatan Sepanjang Rentang Kehidupan. Jakarta : Erlangga.

Machdan & Hartini. 2012. Hubungan antara Penerimaan DIri dengan Kecemasan Menghadapi Dunia Kerja pada Tunadaksa diUPT Rehabilitasi Sosial Cacat Tubuh Pasuruan. Jurnal Psikologi Klinis dan Kesehatan Mental Vol. 1 No. 02. Universitas Airlangga Surabaya.

Ryff, CD (1989). Kebahagiaan adalah segalanya, atau bukan? Eksplorasi tentang makna kesejahteraan psikologis. Jurnal Kepribadian dan Psikologi Sosial, 57(6), 1069–1081.

Sutadipura.(1984). Kompetensi Guru dan Kesehatan Mental. Bandung: Penerbit Angkasa

Yusuf, Syamsu. 2006. Psikologi Perkembangan Anak dan Remaja. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya..

Published
2024-12-17