Peran Labeling Dalam Membentuk Perilaku Remaja Akhir Fatherless

  • Risna Salwa Az-Zahra Universitas Sultan Ageng Tirtayasa
  • Haryono Haryono Universitas Sultan Ageng Tirtayasa
Keywords: Labeling, Perilaku Sosial, Remaja, Fatherless, Identitas Sosial

Abstract

Labeling sosial berperan dalam membentuk perilaku individu, terutama bagi remaja akhir yang tumbuh tanpa kehadiran ayah (fatherless). Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi bagaimana proses pelabelan dari lingkungan sosial memengaruhi perilaku remaja akhir fatherless menggunakan teori Labeling Howard S. Becker. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan melibatkan enam informan yang dipilih berdasarkan kriteria tertentu. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, serta dokumentasi. Analisis data dilakukan secara interpretatif guna memahami pola penerimaan maupun penolakan terhadap label sosial yang diberikan kepada remaja fatherless. Hasil penelitian menunjukkan bahwa labeling memberikan dampak yang beragam terhadap perilaku remaja akhir fatherless. Sebagian individu menginternalisasi label negatif, seperti “anak nakal” atau “kurang perhatian”, yang berujung pada rasa rendah diri serta kebergantungan, bahkan hingga menimbulkan perilaku menyimpang sebagai bentuk self-fulfilling prophecy. Namun, terdapat pula remaja yang menolak label negatif tersebut dan justru menggunakannya sebagai motivasi untuk membangun identitas yang lebih positif. Perbedaan respon tersebut disebabkan oleh dukungan sosial, tingkat kesadaran diri, serta strategi coping yang digunakan.

References

Ahmadi, D., & Nur’aini, A. (2005). Teori Penjulukan. MEDIATOR, 6, 298–299.

Alwan, M., & Widiansyah, S. (2024). Kontrol Sosial Orang Tua terhadap Perilaku Kenakalan Remaja (Studi Kasus Masyarakat Kampung Maja Kalideres). INNOVATIVE: Journal Of Social Science Research, 4, 3–5.

Aryani, E. I., & Lindawati, Y. I. (2022). Strategi Peran Ganda Janda Cerai Mati untuk Memenuhi Kebutuhan Pendidikan Anak. Jurnal Hawa: Studi Pengarus Utamaan Gender dan Anak, 4, 5.

Creswell, J. (2007). Second Edition Qualitative Inquiry & Research Design Choosing Among Five Approaches. Dalam L. C. Shaw, K. Greene, D. Santoyo, & J. Robinson (Ed.), Sage publication (2 ed.). Sage Publication.

Indriyani, R. A. D., & Lindawati, Y. I. (2024). Peran Orangtua dalam Kontrol Diri dari Seks Bebas Pada Remaja Di Desa Jayanegara Kecamatan Tempuran Kabupaten Karawang. INNOVATIVE: Journal Of Social Science Research, 4 nomor 2, 8.

Merton, R. K. (1948). The Self-Fulfilling Prophecy. Source: The Antioch Review, 8(2), 193–210.

Muflihah, Setiawan, R., & Lindawati, Y. I. (2024). Pola Interaksi Orang Tua Dan Anak Di Desa Sukadana Kabupaten Serang. Edusociata : Jurnal Pendidikan Sosiologi, 7, 777–778.

Shifa, F. R., & Suherman, A. (2024). Dampak Tidak Adanya Peran Ayah Terhadap Perkembangan Anak Di Indonesia. Jurnal Kajian Hukum dan Kebijakan Publik, 02 No. 1(2), 263–264.

Shyam Bachtiar, J., Kuntari, S., & Lindawati, Y. I. (2024). Pengaruh Tingkat Kesejahteraan Keluarga Terhadap Prestasi Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Sosiologi di SMAN 19 Kabupaten Tangerang. Padaringan : Jurnal Pendidikan Sosiologi Antropologi, 06(2), 111–129.

Zulkarnaini, F., & Nio, S. R. (2023). Hubungan Fatherless Terhadap Kenakalan Remaja Pada Siswa Sma X Bengkulu Utara. Causalita : Journal of Psychology, 1(2), 18–25

Published
2025-06-03