Hubungan Antara Self Efficacy Dengan Resiliensi Pasca Kematian Orangtua Pada Siswa Kelas X MAN 2 Kota Semarang

  • Bunga Nurriska Fitri Universitas PGRI Semarang
  • Suhendri Suhendri Universitas PGRI Semarang
  • Chr. Argo Widiharto Universitas PGRI Semarang
Keywords: Self Efficacy, Resiliensi

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh keadaan siswa yang memiliki orangtua tunggal karena kematian. Dimana dalam perkembangan seorang remaja membutuhkan sosok orangtua yang melindungi dan mendampingi perkembangan anak. Hal ini menyebabkan  siswa kehilangan arah hidup serta kehilangan role model dalam kehidupan sehari hari. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui hubungan antara self efficacy dengan resiliensi pasca kematian orangtua. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif. Metode penelitian menggunakan expost-facto dengan jenis pendekatan korelasional. Populasi dalam penelitian ini adalah pesera didik kelas X MAN 2 Kota Semarang yang memiliki orangtua tunggal karena kematian dengan jumlah 25 siswa. Berdasarkan hasil penelitian dengan anlisis  uji korelasi product moment diperoleh nilai signifikansi (2-tailed) sebesar 0,000<0,05 yang berarti bahwa Ha diterima dan Ho ditolak dan menyatakan bahwa terdapat hubungan antara self efficacy dengan resiliensi. Koefisien korelasi diperoleh nilai 0,801 dengan taraf berarah positif. Artinya semakin tinggi tingkat self efficacy maka semakin tinggi pula resiliensi.

References

Anggraini, O. D., Wahyuni, E. N., & Soejanto, L. T. (2017). Hubungan Antara Efikasi Diri Dengan Resiliensi Menghadapi Ujian pada Siswa Kelas XII SMAN 1 Trawas. Jurnal Konseling Indonesia, 2(2), 50-56.

Aprilia, W. (2013). Resiliensi dan Dukungan Sosial Pada Orang Tua Tunggal (Studi Kasus Pada Ibu Tunggal di Samarinda). 1(3), 157–163.

Bandura, A. (1997). Self Efficacy: The exercise of control. In New York: WH. Freeman. DEVELOPING MOTIVATION (Vol. 3, Issue 1). W.H Freeman and Company.

Cahayatiningsih, D., Apriliyani, I., & Rahmawati, A. N. (2022). Depresi Remaja dengan Orang Tua Tunggal. Journal of Language and Health, 3(1), 23–28. https://doi.org/10.37287/jlh.v3i1.1185

Dewi, F. I. R., Idulfiastri, R. M., & Sari, M. P. (2020). Pemodelan Resiliensi Pada Kualitas Kehidupan Remaja di Indonesia. In Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Hendriani, W. (2018). Resiliensi Psikologi: Sebuah Pengantar. Prenada Media.

Nurhidayati, & Lisya Chairani. (2014). Makna Kematian Orangtua Bagi Remaja (Studi Fenomenologi Pada Remaja Pasca Kematian Orangtua). Jurnal Psikologi UIN Sultan Syarif Kasim Riau, 10(Juni), 33–40.

Prawitasari, T., & Antika, E. R. (2022). Pengaruh Self-Efficacy Terhadap Resiliensi Akademik Siswa. Jurnal Bimbingan Dan Konseling Indonesia, 7(2), 1–9. https://ejournal2.undiksha.ac.id/index.php/jurnal_bk

Sagone, E., & Caroli, M. E. De. (2013). Relationships between Resilience, Self-Efficacy, and Thinking Styles in Italian Middle Adolescents. Procedia - Social and Behavioral Sciences, 92(Lumen), 838–845. https://doi.org/10.1016/j.sbspro.2013.08.763

Sugiyono. (2020). Metodologi Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R & D. Bandung: Alfabeta.

Zahira, A. K. Z., & Savira, S. I. (2024). Gambaran Kedukaan pada Dewasa Awal atas Kematian Orang Tua Grief Overview In Early Adulthood Following The Death Of Parents. Character : Jurnal Penelitian Psikologi, 11(1), 51–67.

Published
2025-05-02