Pengaruh Layanan Karier dan Pemahaman Diri Terhadap Kematangan Karier Siswa
Abstract
Karier merupakan perkembangan dan kemajuan dalam kehidupan, pekerjaan, jabatan. Layanan karier di sekolah diharapkan dapat membantu siswa memahami diri. Pemahaman diri seorang siswa SMA diperlukan pengakuan terhadap potensi dirinya yang mencakup bidang minat, kemampuan, kepribadian, nilai-nilai, dan sikap yang menjadi pengenalan kepribadian siswa. Kemampuan mengarahkan diri berdasarkan bakat, minat, dan potensi dalam berpikir untuk berani mengambil keputusan karier yang paling tepat bagi dirinya dapat menjadi pendukung ke arah kematangan karier. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh layanan karier dan pemahaman diri terhadap kematangan karier siswa. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif. Sampel dalam penelitian ini seluruh siswa kelas X dan XI SMA Katolik St. Bonaventura Madiun yang berjumlah 74 siswa. Teknik sampling penelitian ini menggunakan teknik sampling jenuh. Metode pengumpulan data dilakukan dengan instrumen angket (skala layanan karier, pemahaman diri, dan kematangan karier) dengan menggunakan skala Likert. Teknik analisis data dengan analisis regresi. Uji hipotesis dalam penelitian ini menggunakan uji-t dengan membandingkan t-hitung dengan t-tabel. Hasil penelitian diperoleh nilai F hitung sebesar 26,613, pada taraf signifikansi 5% diperoleh nilai kritis dari F tabel = 3,13, karena F hitung > F tabel (26,613 > 3,13), maka hipotesis dinyatakan terdapat pengaruh layanan karier (X1) dan pemahaman diri (X2) terhadap kematangan karier (Y) di SMA Katolik St Bonaventura Madiun, diterima.
References
B. Walgito, Bimbingan + Konseling : Studi dan Karier, III. Yogyakarta: Andi Yogyakarta, 2013.
P. Nuaraini and S. Mulyana, “AnalisisInternal Locus of ControlTerhadap ProkrastinasiAkademik Siswa,” J. Konseling Indones., vol. 10, no. 1, pp. 1–8, 2024, doi: https://doi.org/10.21067/jki.v10i1.10511.
Hartono, Tujuan Pemahaman Diri; Ciri-ciri Siswa yang Memahami Dirinya. Jakarta: Kencana Prenada Media Group, 2010.
R. Saikia, “A Study On Self-Concept,” Int. Educ. Res. J., vol. 6, no. 6, pp. 1–2, 2020.
Munawir, A. M. Yusuf, Z. M. Efendy, and Afdal, “Internal locus of control and self-concept as factors affecting the career maturity of high school students,” Int. J. Res. Couns. Educ., vol. 2, no. 1, 2018, doi: https://doi.org/10.24036/0018za0002.
Winkel and S. Hastuti, Bimbingan dan Konseling di Institusi Pendidikan. Yogyakarta: Media Abadi, 2010.
I. Saripah, D. R. Priliani, and N. A. Nadhirah, “Problematika Kematangan Karir Peserta Didik Sekolah Menengah Kejuruan: Implementasi Pada Layanan Bimbingan dan Konseling Karir,” Indones. J. Guid. Couns. Theory Appl., vol. 12, no. 1, pp. 95–118, 2023.
B. Widodo and C. Y. Susilaningsih, “Penerapan Layanan Karier Untuk Meningkatkan Kematangan Karier Siswa SMK PGRI Wonoasri Kabupaten Madiun,” J. Ilm. Ilmu Pendidik. Yapis Dompu, vol. 4, no. 1, pp. 20–27, 2021.
Sugiyono, Metode Penelitian Pendidikan, 27th ed. Bandung: Alfabeta, 2017.
A. Mutiara and B. Astuti, “The Effectiveness of Donald Super Career Counseling in Increasing Student Self Efficacy Career Commitment,” PSIKOPEDAGOGIA J. Bimbing. DAN KONSELING, vol. 10, no. 2, pp. 58–63, 2021, doi: https://doi.org/10.12928/psikopedagogia.v10i2.20921.
M. Efendy and A. Haryanti, “Konsep Diri dan Kematangan Karier Pada mahasiswa Tingkat Akhir,” Sukma (Jurnal Penelit. Psikologi), vol. 1, no. 1, pp. 21–29, 2020.

