Penerapan Bimbingan Kelompok Teknik Homeroom untuk Meningkatkan regulasi Emosi Siswa Broken home

  • Intan Nur Fadhilla Universitas Negeri Surabaya
  • Denok Setiawati Universitas Negeri Surabaya
Keywords: Bimbingan Kelompok, Homeroom, Regulasi Emosi, Broken Home

Abstract

Regulasi emosi adalah keterampilan yang dibutuhkan remaja, tetapi siswa dari keluarga broken home cenderung kesulitan mengelola emosinya. Penulisan ini ingin mengetahui apakah bimbingan kelompok teknik homeroom dapat menaikkan regulasi emosi siswa kelas XI berlatar belakang keluarga broken home di SMK Negeri 1 Pogalan. Pendekatannya kuantitatif dengan desain pre-experimental one group pre-test-post-test. Berdasarkan hasil pre-test,  penulis menggunakan teknik purposive sampling  untuk memilih 6 anak dari populasi sebanyak 26 siswa, dengan kategori 2 siswa dengan skor rendah, 2 siswa dengan skor sedang, dan 2 siswa dengan skor tinggi. Layanan berlangsung dalam 5 sesi dengan empat tahap bimbingan kelompok. Penulis mengumpulkan data memakai angket regulasi emosi berisi 21 butir valid dengan Cronbach's Alpha 0,850, lalu menganalisisnya dengan paired sample t-test. Rata-rata skor regulasi emosi naik dari 57,5 pada pre-test menjadi 63,3 pada post-test, dengan nilai signifikansi 0,013 (p < 0,05). Setelah layanan, tidak ada lagi siswa yang masuk kategori rendah. Dengan begitu, bimbingan kelompok teknik homeroom terbukti menaikkan regulasi emosi siswa broken home dalam penulisan ini. Hasil ini perlu dibaca hati-hati karena subjeknya sedikit dan tidak ada kelompok kontrol. Penulis berikutnya disarankan memakai kelompok kontrol dan subjek yang lebih banyak.

References

Andrianie, S. (2022). Teknik homeroom sebagai upaya untuk meningkatkan keterbukaan diri siswa. Prosiding SEMDIKJAR (Seminar Nasional Pendidikan dan Pembelajaran), 5, 739-749. https://doi.org/10.29407/c3833f20

Badan Pusat Statistik. (2024). Data nikah dan cerai Indonesia 2023. https://www.bps.go.id Farih, Y. N., & Wulandari, P. Y. (2022). Pengaruh keberfungsian keluarga terhadap regulasi emosi pada remaja awal. Buletin Riset Psikologi dan Kesehatan Mental (BRPKM), 2(1),

-455. https://doi.org/10.20473/brpkm.v2i1.34367

Gina, F., & Fitriani, Y. (2023). Modul pelatihan regulasi emosi untuk remaja. Eureka Media Aksara.

Gross, J. J. (Ed.). (2014). Handbook of emotion regulation (2nd ed.). Guilford Press. Hartanti, J. (2022). Bimbingan kelompok. UD Duta Sablon.

Hidayati, B. A. (2024). Kemanjuran teknik homeroom dalam bingkai bimbingan kelompok untuk meningkatkan konsep diri siswa sekolah menengah kejuruan. Indonesian Journal of Guidance and Counseling Studies, 1(2), 94-100.https://doi.org/10.64420/ijgcs.v1i2.230

Jiddan, F. S., & Setiawati, D. (2025). Regulasi emosi peserta didik korban broken home di SMP Negeri 39 Surabaya. Jurnal BK UNESA, 15(1), 172-178.

Kumala, K. H., & Darmawanti, I. (2022). Strategi regulasi emosi pada mahasiswa dengan banyak peran. Character: Jurnal Penelitian Psikologi, 9(3), 19-29.https://doi.org/10.26740/cjpp.v9i3.46151

Masi, L. M. (2021). Analisis kondisi psikologis anak dari keluarga broken home pada siswa SMA PGRI Kupang. Jurnal Kependidikan: Jurnal Hasil Penelitian dan Kajian Kepustakaan di Bidang Pendidikan, Pengajaran, dan Pembelajaran, 7(1), 214-226. https://doi.org/10.33394/jk.v7i1.2968

Morris, A. S., Silk, J. S., Steinberg, L., Myers, S. S., & Robinson, L. R. (2007). The role of the family context in the development of emotion regulation. Social Development, 16(2), 361-388. https://doi.org/10.1111/j.1467-9507.2007.00389.x

Muchlis. (2024). Prinsip mempersulit perceraian: Upaya menjaga keutuhan keluarga. Direktorat Jenderal Badan Peradilan Agama Mahkamah Agung RI. https://badilag.mahkamahagung.go.id/pojok-dirjen/prinsip-mempersulit-perceraian-upaya-menjaga-keutuhan-keluarga

Nasution, H. S., & Abdillah. (2019). Bimbingan bimbingan "Konsep, teori, dan aplikasinya".

Lembaga Peduli Pengembangan Pendidikan Indonesia (LPPPI).

Nastiti, A. P., & Gumilang, G. S. (2023). Profil teknik homeroom sebagai strategi jitu dalam bimbingan kelompok. Prosiding SEMDIKJAR (Seminar Nasional Pendidikan dan Pembelajaran), 6, 852-856. https://doi.org/10.29407/2xmnbs15

Pengadilan Agama Trenggalek. (2025). Laporan pelaksanaan kegiatan. https://patrenggalek.go.id/kesekretariatan/laporan/laporan-tahunan

Putri, A. B., & Kurniasih, H. C. (2025). Indikator kesejahteraan rakyat Kabupaten Trenggalek

(Vol. 10). BPS Kabupaten Trenggalek.

Radde, H. A., Nurrahmah, N., Nurhikmah, N., & Saudi, A. N. A. (2021). Uji validitas konstrak dari emotion regulation questionnaire versi bahasa Indonesia dengan menggunakan confirmatory factor analysis. Jurnal Psikologi Karakter, 1(2), 152-160. https://doi.org/10.56326/jpk.v1i2.1284

Rahma, S. A., Ikhsan, A. P. P., & Yemima, D. (2024). Dampak pengabaian orang tua terhadap regulasi emosi anak. Jurnal Psikologi, 1(4). https://doi.org/10.47134/pjp.v1i4.2649

Salsabiella, D., & Lesmana, G. (2025). Penerapan Teknik Psikoedukatif dalam Layanan Bimbingan Kelompok Untuk Meningkatkan Keterampilan Regulasi Emosional Siswa SMA. Al Iman: Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatan, 9(1), 45-58.

Sugiyono. (2023). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Alfabeta.

Sujarweni, V. W., & Utami, L. R. (2026). The guide book of SPSS: Cara mudah dan cepat mengolah data penelitian dengan SPSS. Anak Hebat Indonesia.

Published
2026-11-02