Etnobotani Pemanfaatan Tumbuhan Obat Oleh Masyarakat Desa Sabah Balau Kecamatan Tanjung Bintang Kabupaten Lampung Selatan
Abstract
Tumbuhan obat adalah pemanfaatan keanekaragaman hayati yang ada di sekitar kita, baik tumbuhan yang dibudidayakan atapun tumbuhan liar. Informasi tanaman obat di Desa Sabah Balau, Kecamatan Tanjung Bintang, Kabupaten Lampung Selatan belum ditemukan serta tidak diketahui apakah masyarakat di Desa Sabah Balau masih menggunakan tumbuhan obat dalam menyembuhkan penyakit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tumbuhan obat apa saja dan bagian yang dimanfaatkan oleh masyarakat di Desa Sabah Balau serta bagaimana cara masyarakat Desa Sabah Balau mengolah tumbuhan obat. Penelitian ini menggunakan metode random sampling, dalam menentukan responden dengan menggunakan rumus slovin. Wawancara dilakukan terhadap 100 orang masyarakat di Desa Sabah Balau. Data diambil dengan tabel isian kuisioner meliputi: jenis tumbuhan yang digunakan, macam penggunaan, bagian yang digunakan, dan cara penggunaannya. Analisis data menggunakan teknik analisa deskriptif kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian diketahui 46 jenis tumbuhan yang dapat dijadikan obat dengan jenis tumbuhan yang paling dominan dimanfaatkan sebagai tumbuhan obat yaitu temulawak (Curcuma xanthorrhiza), alang-alang (Imperata cylindrica), alpukat (Persea americana), mengkudu (Morinda citrifolia) dan jambu biji (Psidium guajava). Bagian tumbuhan daun yang paling banyak digunakan sebanyak 45,6% dengan cara pengolahan paling banyak dengan direbus sebanyak 32 jenis tumbuhan serta cara perolehan tumbuhan obat yaitu dari tumbuhan liar sebanyak 37%.
Downloads
References
Ali, H. I. (2017). Peran Sampling dan Distribusi Data Dalam Penelitian Komunikasi Pendekatan Kulitatif. Jurnal Studi Komunikasi dan Media, Vol. 21 No. 1, h.111-126.
Apri, N., Chairul, S., & Bohari, Y. (2016). Potential of Ciplukan Plant as Natural Antioxidants. Jurnal Atomik, Vol. 1 No. 1, h.5-9.
Arikunto. (2010). Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: Rineka Cipta.
Benedikta, I., Herawatiningsih, I., & Muflihati. (2018). Pemanfaatan Tumbuhan Obat Oleh Masyarakat di Sekitar Areal IUPHHK-HTIPT.Bhatara Alam Lesatari di Kabupaten Mempawah. Jurnal Hutan Lestari, Vol. 6 No. 1, h.16-24.
Dharmono. (2007). Kajian Etnobotani Tumbuhan jalukap (Centella asisatica L.) Di Suku dayak bukit desa haratai 1 Loksado . Banjarmasin Kalimantan Selatan, Vol. 4, h.71-78.
Dwisatyadini, M. (2017). Pemanfaatan Tanaman Obat Untuk Pencegahan Dan Pengobatan Penyakit Degeneratif. Jurnal Manusia dan Lingkungan Hidup, Vol. 23 No. 2, h.206-215.
Harahap, N. A., Khairunnisa, & Tanuwijaya, J. (2017). Tingkat Pengetahuan Pasien dan Rasionalitas Swamedikasi di Tiga Apotek Kota Panyabungan. Jurnal Sains Farmasi dan klinis, Vol. 3 No. 2, h.186–192.
Haryanto, & Zuhud. (2004). Pelestarian Pemanfaatan Keanekaragaman Tumbuhan. Jurusan Konservasi Sumberdaya Hutan Fakultas Kehutanan IPB, Lembaga Alam Tropika Indonesia. Bogor.
Ismail. (2015). Faktor Yang Mempengaruhi Keputusan Masyarakat Memilih Obat Tradisional di Gampong Lam Ujong. Idea Nursing journal, Vol. 4 No. 1.
Mahendra, B. (2006). 13 Jenis Tanaman Obat Ampuh. Jakarta: Penebar Swadaya.
Ridhwan, M. (2012). Tingkat Keanekaragaman Hayati Dan Pemanfaatannya Di Indonesia. Biology Education, Vol. 1 No. 1, h.1-17.
Sada, & Rosye. (2010). Keragaman Tumbuhan Obat Tradisionak di Kampung Nasfori Distrik Supiori Utara, Kabupaten Supriori Papua. Jurnal Biologi Papus, 2(2).
Sophia, M. Y., Elis, T., & Muhtadin, A. S. (2017). Jenis-Jenis Tumbuhan Berkhasiat Obat Tradisional di Masyarakat Desa Yanim dan Braso Distrik Kementuk Gresi Kabupaten Jayapura. Bioma:Jurnal Biologi Maskassar, Vol. 2 No. 2, h.1-11.
Sunarmi. (2014). Melestarikan Keanekaragaman Hayati Melalui Pemblajaran di Luar Kelas dan Tugas Yang Menantang. Jurnal Pendidikan Biologi,Vol. 6 No. 1, h.38-49.
Supriyanti, & Lenny. (2014). Studi Etnobotani Jenis-jenis Tumbuhan Obat Oleh Masyarakat Kecamatan Bangkahulu Kota Bengkulu Sebagai Sumber Belajar Biologi SMP. Program Studi Pendidikan Biologi, Jurusan Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Bengkulu.
Copyright (c) 2023 Gres Maretta, Lilis Martines Manurung, Winati Nurhayu

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.












