Eksplorasi Tumbuhan Liar Berpotensi Obat di Kecamatan Masalle Enrekang

  • Novia Anugra Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Parepare
  • Fajriyani Fajriyani Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Parepare
  • Trimulfiana Trimulfiana Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Parepare
  • Muhammad Ansar Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Parepare
Keywords: Tumbuhan liar, Tumbuhan obat

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui keanekaragaman jenis tumbuhan liar berpotensi obat, nilai manfaat (UVis) dan status konservasi tumbuhan liar berpotensi sebagai obat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Keanekaragaman tumbuhan liar di kecamatan Masalle terdiri dari 12 Famili yang terbagi dalam 16 Spesies. Famili terbanyak terdapat pada kelompok Astraceae. Bagian tumbuhan yang banyak digunakan sebagai obat adalah bagian daunnya sebanyak 94%, cara penyiapannya 75% direbus kemudian diminum. Nilai uvis tertinggi terdapat pada spesies Andrographis paniculata (Burm.f.) Wall. ex Nees (sambiloto) dengan nilai Uvis 0,10. Sementara itu status konservasi tumbuhan liar berpotensi obat bervariasi NE (Not eval_uated), LC (Least Concern). NE (Not eval_uated) adalah kategori spesies yang belum di eval_uasi status kepunahannya dan dianggap masih banyak di belahan dunia sebanyak 44% misalnya pada tumbuhan Gynura procumbens (Lour.) Merr, Anredera cordifolia (Ten.) Steenis, Andrographis paniculata (Burm.f.) Wall. ex Nees, Chromolaena odorata (L.) R.M.King & H.Rob, Strobilanthes crispa (L.) Blume. Sementara itu, status konservasi  LC (Least Concern) adalah kategori spesies yang telah dieval_uasi dan masuk kategori kekhawatiran rendah sebanyak 56%  misalnya terdapat pada tumbuhan  Portulaca oleracea L, Eleusine indica (L.) Gaertn., Ageratum conyzoides L., Ficus septica Burm.f., Centella asiatica (L.) Urb.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Amal, S., Sri Gunarti, N., Prama Soebakti, K., Gusti Mahdalena, D., Nur Fadhillah, N., & Hidayah, H. (2021). Uji Aktivitas Antihiperurisemia Ekstrak Etanol beberapa Tumbuhan Famili Asteraceae. Majalah Farmasetika, 6(Suppl 1), 32. https://doi.org/10.24198/mfarmasetika.v6i0.36673

Anggraini, L., Wahyu Margi Sidoretno, & Liza Salsabila Rifwan Putri. (2022). Uji Efektivitas Antibakteri Ekstrak Metanol Daun Bandotan (Ageratum conyzoides L.) Terhadap Staphylococcus Aureus. SEHATMAS: Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat, 1(1), 01–08. https://doi.org/10.55123/sehatmas.v1i1.15

Aziz, M. A., Ullah, Z., Adnan, M., Sõukand, R., & Pieroni, A. (2021). The fading wild plant food–medicines in upper chitral, nw pakistan. Foods, 10(10). https://doi.org/10.3390/foods10102494

Carrió, E., & Vallès, J. (2012). Ethnobotany of medicinal plants used in Eastern Mallorca (Balearic Islands, Mediterranean Sea). Journal of Ethnopharmacology, 141(3), 1021–1040. https://doi.org/10.1016/j.jep.2012.03.049

Dasman, Y., Oramahi, & Sisillia, L. (2015). Tumbuhan Sumber Pangan Yang Dimanfaatkan Oleh Masyarakat Sekitar Hutan Tembawang Desa Nanga Kompi Kecamatan Nanga Sayan Kabupaten Melawi. Jurnal Hutan Lestari, 3(2), 332–336.

Dewantari, R., & Lintang, M. L. (2018). Jenis Tumbuhan yang Digunakan sebagai Obat Tradisional Di Daerah Eks-Karesidenan Surakarta. Bioedukasi, 11(2), 118–123. http://dx.doi.org/10.20961/bioedukasi-uns.v11i2.19672

Dikaumaya, N., & Wati, H. D. (2019). Etnoekonomi Tumbuhan Sebagai Bahan Pangan Oleh Petani. Seminar Nasional Optimalisasi Sumberdaya Lokal Di Era Revolusi Industri 4.0, 552–559.

Dinas Tata Ruang dan Lingkungan Hidup, E. (2007). Status Lingkungan Hidup Daerah Kabupaten Enrekang. 83, 1–76. http://perpustakaan.menlhk.go.id/pustaka/images/docs/Laporan_SLHD ENREKANG 2007.pdf

Evi, A., Elis, T., Asnady, S. M., & Ilham, L. A. (2018). Jenis Jenis Tumbuhan Berpotensi Obat Di Desa Bambapuang Kabupaten Enrekang. Jurnal Ilmu Alam Dan Lingkungan 9, 9(17), 1–7.

Fransiska, Z., Arianto, W., & Anwar, G. (2022). Kajian Etnobotani Tumbuhan Obat Masyarakat Desa Tamiai KecamatanBatang Merangin Kabupaten Kerinci Provinsi Jambi. Journal of Global Forest and Environmental Science, 2(1), 39–50.

I’ismi, B., Hewawatiningsih, R., & Muflihati. (2018). Pemanfaatan tumbuhan obat oleh masyarakat di sekitar areal IUPHK-HTIPT Bhatara Alam Lestari di kabupaten Mempawah. Jurnal Hutan Lestari, 6(1), 16–24.

Ismawati, I., & Destryana, R. A. (2019). Inventarisasi Jenis Tumbuhan Liar Bahan Jamu Tradisional Masyarakat Sumenep Madura. Simbiosis, 7(2), 37. https://doi.org/10.24843/jsimbiosis.2019.v07.i02.p04

Istikomayanti, Y., Aldya, R. F., Djarawula, E., & Malo, A. R. (2023). Potensi Tenun Ikat Sebagai Sumber Belajar Berbasis Etnosains. Jurnal Ilmiah Biosaintropis (Bioscience-Tropic), 8(2), 104–114. https://doi.org/10.33474/e-jbst.v8i2.519

Lim, T. K. (2012). Edible medicinal and non-medicinal plants: Volume 4, Fruits. Edible Medicinal and Non-Medicinal Plants, 4, 1–1022. https://doi.org/10.1007/978-94-007-4053-2

M.S. Putri, D. (2019). Konservasi Tumbuhan Obat di Kebun Raya Bali. Buletin Udayana Mengabdi, 18(3), 139–146. https://doi.org/10.24843/bum.2019.v18.i03.p23

Maulidiah, M., Winandari, O. P., & Saputri, D. A. (2020). Pemanfaatan Organ Tumbuhan Sebagai Obat Yang Diolah Secara Tradisional Di Kecamatan Kebun Tebu Kabupaten Lampung Barat. Jurnal Ilmu Kedokteran Dan Kesehatan, 7(2), 443–447. https://doi.org/10.33024/jikk.v7i2.2720

Mechaala, S., Bouatrous, Y., & Adouane, S. (2022). Traditional knowledge and diversity of wild medicinal plants in El Kantara’s area (Algerian Sahara gate): An ethnobotany survey. Acta Ecologica Sinica, 42(1), 33–45. https://doi.org/10.1016/j.chnaes.2021.01.007

Minarno, E. B., Rubani, A., & Ridho, M. R. (2023). Ethnobotany of Medicinal Wild Plants in the Community of Kutorejo Subvillage, Buffer Area of Alas Purwo National Park Banyuwangi Regency. Atlantis Press International BV. https://doi.org/10.2991/978-94-6463-148-7_12

Mutmainnah, A., Tambaru, E., & Zainuddin, A. M. (2020). Keragaman Familia Tumbuhan Obat Masyarakat Kota Parepare Sulawesi Selatan. Bionature, 21(2), 5–11. https://doi.org/10.35580/bionature.v21i2.16315

Pei, S., Alan, H., & Wang, Y. (2020). Vital roles for ethnobotany in conservation and sustainable development. Plant Diversity, 42(6), 399–400. https://doi.org/10.1016/j.pld.2020.12.001

Riska Priyani. (2020). Review : manfaat tanaman sambiloto (. Jurnal Ilmu Kedokteran Dan Kesehatan, 7, 484–490.

Slamet, A., & Andarias, S. H. (2018). Studi Etnobotani dan Identifikasi Tumbuhan Berkhasiat Obat Masyarakat Sub Etnis Wolio Kota Baubau Sulawesi Tenggara. Proceeding Biology Education Conference, 15(1), 721–732.

Suhartanta, & Arifin, Z. (2008). Pemanfaatan Minyak Jarak Pagar sebagai Bahan Bakar Alternatif Mesin Diesel. Jurnal Penelitian Saintek, 13(1), 19–46. https://www.researchgate.net/publication/277789546_Pemanfaatan_Minyak_Jarak_Pagar_Sebagai_Bahan_Bakar_Alternatif_Mesin_Diesel

World Health Organization (WHO). (2013). WHO Traditional Medicine Strategy 2014-2023. World Health Organization (WHO), 1–76. https://doi.org/2013

Yudas, Diba, F., & Tavita, G. E. (2017). Pemanfaatan Tumbuhan Obat oleh Masyarakat di Desa Entogong Kecamatan Kayan Hulu Kabupaten Sintang. Jurnal Hutan Lestari, 5(2), 241–252.

Yusuf, M., Mahrudin, M., & Irianti, R. (2023). Kajian Keanekaragaman Jenis Pohon di Tepian Sungai Tanipah Sebagai Bahan Ajar Berbentuk E-Booklet Pada Konsep Keanekaragaman Hayati Di SMA. JUPEIS : Jurnal Pendidikan Dan Ilmu Sosial, 2(1), 92–104. https://doi.org/10.57218/jupeis.vol2.iss1.539.

Published
2024-11-06