Inovasi Non-Invasif: MRI-Guided Focused Ultrasound Untuk Pengobatan Mioma Uteri

  • Merry Adisty Ponagadi Universitas Pelita Harapan
  • Grace Niche Agnesa Silaban Universitas Pelita Harapan
  • Sisilya Siringo-ringo Universitas Pelita Harapan
  • Tanti Marsanda Simamora Universitas Pelita Harapan
  • Wahyu Irawati Universitas Pelita Harapan
Keywords: Mioma Uteri, MRgFUS, Organ reproduksi

Abstract

Mioma uteri atau fibroid rahim, merupakan tumor jinak yang tumbuh pada otot polos uterus dan dapat menyebabkan masalah kesehatan serius bagi perempuan usia reproduktif. Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas serta faktor-faktor yang memengaruhi keberhasilan MRI-Guided Focused Ultrasound (MRgFUS) dalam pengobatan mioma uteri, termasuk ukuran, lokasi, dan respon pasien terhadap prosedur. MRgFUS adalah metode inovatif yang terbukti efektif meredakan gejala seperti nyeri, perdarahan menstruasi berlebihan, dan gangguan reproduksi. Prosedur ini menggunakan pencitraan MRI untuk menargetkan area mioma dengan akurasi tinggi, memanfaatkan gelombang ultrasound yang terfokus untuk memanaskan dan menghancurkan jaringan mioma tanpa merusak jaringan sehat di sekitarnya. Penelitian dilakukan melalui studi literatur dengan mengkaji 10 artikel yang di telah dipublikasikan dalam 10 tahun terakhir guna mendapatkan pemahaman yang lebih mendalam tentang efektivitas teknologi ini. MRgFUS, yang berfokus pada perbaikan kualitas hidup, mencerminkan perhatian terhadap martabat manusia, khususnya wanita yang diciptakan dengan nilai dan tujuan yang mulia. Pendekatan ini memberikan harapan baru bagi pasien dengan risiko minimal dibandingkan metode invasif. Meski begitu, keterbatasan seperti biaya tinggi dan akses alat yang terbatas menjadi tantangan yang perlu diatasi agar manfaat teknologi ini dapat dirasakan lebih luas. Analisis dari berbagai literatur diharapkan memberikan wawasan komprehensif untuk mendukung pengembangan dan penerapan MRgFUS secara global.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Afriani, T., Jaswandi, J., & Defrinaldi, D. (2014). Pengaruh waktu pemberian gonadotropin releasing hormone (GnRH) terhadap jumlah korpus luteum dan kecepatan timbulnya berahi pada sapi pesisir. Jurnal Peternakan Indonesia, 193-197.

Ananda , V., Sumaryani, S., & Hernani, E. (2024). Efektivitas Terapi Foot Massage Dalam Mengurangi Nyeri Pada Pasien Post-Histerektomi Dengan Mioma Uteri. Jurnal Medika Nusantara, 75-84.

Anneveldt, K. J., Nijholt, I. M., Schutte, J. M., Dijkstra, J. R., Frederix, G. W. J., Ista, E., Verpalen, I. M., Veersema, S., Huirne, J. A. F., Hehenkamp, W. J. K., & Boomsma, M. F. (2021). Comparison of (cost-)effectiveness of magnetic resonance image-guided high-intensity-focused ultrasound with standard (minimally) invasive fibroid treatments: Protocol for a multicenter randomized controlled trial (MYCHOICE). JMIR Research Protocols, 10(11). https://doi.org/10.2196/29467.

Bulun, S. E., Yilmaz, B. D., Sison , C., Miyazaki, K., Bernardi, L., Liu, S., & Wei, J. (2019). Endometriosis. Endocrine reviews.

Djuwanto, T. (2014). Terapi GnRH Agonis Sebelum Histerektomi atau Miomektomi. Jakarta: Farmacia.

Donnez, J., & Dolmans, M. M. (2016). Uterine Fibroid Management: From The Present To The Future. Hum Reprod Update.

Fatahillah, F., & Hanriko, S. (2024). Literature Review: Tatalaksana Mioma Uteri. Medical Profession Journal of Lampung, 458-463.

Firma, N. E. (2020). Asuhan Keperawatan Pada Ny. E (28 Tahun) Menyusui dengan Masalah MIoma Uteri dan Penerapan Evidence Based Practice Nursing di Wilayah Kerja Puskesmas Lubuk Buaya Padang Tahun 2020. Doctoral dissertation, Universitas Andalas.

Habsy, B. A. (2017). Seni memehami penelitian kuliatatif dalam bimbingan dan konseling: studi literatur. Jurnal Konseling Andi Matappa.

Hartati, S. N., & Winarti, R. (2022). Asuhan Keperawatan Post Operasi Miomektomi Atas Indikasi Mioma Uteri Dengan Pendekatan Model Konsep Comfort Kolkaba Di Rumah Sakit. Nursing News: Jurnal Ilmiah Keperawatan, 133-143.

Hasnatang. (2018). Hubungan Pengetahuan dan Sikap Remaja dengan Penanganan Nyeri Haid (Dismenorea) di SMP PAB 2 Helvettia Medan Tahun 2018.

He, Y., Zeng, Q., Dong, S., Qin, L., Li, G., & Wang, P. (2013). Associations Between Uterine Fibroids and Lifestyles Including Diet, Activity and Stress. Asia Pac J Clin Nutr, 109-117. https://doi.org/10.6133/apjcn.2013.22.1.07.

Herdhana Suwartono, J. A. (2022). Endometriosis Subkutan: Laporan Kasus.

Indra, A. S., Primariawan, R. Y., Kurniawan, R. H. K., Susanto, C. M. S., Efriyanti, R. Y. E., & Joe, A. (2023). HIFU UNTUK ASEAN. Universitas Katolik Soegijiapranata. www.unika.ac.id.

Iskandar. (2021). Endometriosis. Averrous: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Malikussaleh Vol.7 No.2 November 2021.

Izza, A. Z., Falah, M., & Susilawati, S. (2020). Studi Literatur: Problematika Evaluasi Pembelajaran dalam Mencapai Tujuan Pendidikan di Era Merdeka Belajar. Prosiding Konferensi Ilmiah Pendidikan, 10-15.

Kartini, P. (2024). Ethno-Edugames: Implementasi Aplikasi Sangkuriang untuk Meningkatkan Hasil Belajar Peserta Didik pada Materi Sistem Reproduksi Kelas XI di SMA Pasundan 8 Bandung. Doctoral dissertation, FKIP UNPAS.

Kurniasari, T. (2010). Karakteristik Mioma Uteri Di Rsud Moewardi Surakarta Periode Januari 2009-Januari 2010.

Laning, I., Manurung, I., & Sir, A. (2019). Faktor Risiko yang Berhubungan dengan Kejadian Penyakit Mioma Uteri. Journal of Community Health, 96.

Lubis, P. N. (2020). Diagnosis dan Tatalaksana Mioma Uteri. Cermin Dunia Kedokteran, 196-200

Manuaba, I. G. (2019). Memahami Kesehatan Reproduksi Wanita (Edisi 2). Jakarta: EGC.

Mashar, S. A. (2021). Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kejadian Stunting pada Anak: Studi Literatur. Jurnal Serambi Engineering.

Mise, I., Anggara, A., & Harun, H. (2020). Sebuah laporan kasus: mioma uteri usia 40 tahun. urnal Medical Profession, 135-138.

Nadila, N., & Zulala, N. N. (2024). Faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian mioma uteri di RS PKU Muhammadiyah Gamping, Sleman Yogyakarta. Prosiding Seminar Nasional Penelitian Dan Pengabdian Kepada Masyarakat , 2, 1220–1228.

Octaviana, A., & Pranajaya, R. (2014). Usia dan Paritas dengan Kejadian Mioma Uteri. Jurnal Keperawatan.

Pavone, D., Clemenza, S., Sorbi, F., Fambrini , M., & Petraglia, F. (2018). Epidemiology and risk factors of uterine fibroids. Best Prac Res Clin Obsest Gynaecol, 3-11.

Prasanti, A. (2018). Analisis Regresi Faktor Risiko Kejadian Mioma Uteri di RSUD dr. R. Goeteng Tarunadiptara Purbalingga.

Pratiwi, L. M., Nurhanifah, T. S., Maharani, K. S., & Wardiana, S. M. (2024). Mengenal Mioma Uteri dan Kista Ovarium (Sudut Pandang Teori & Penelitian). CV Jejak (Jejak Publisher).

Purnamasari, A. (2020). Sistem Reproduksi Biologi-Kelas XI.

Saifuddin, A. B., Rachimhadhi, T., & Wiknjosastro, G. H. (2016). Ilmu Kedibadan Sarwono Prawirohardjo. Jakarta: PT. Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo.

Selan, Y., Amalo, F. A., Maha, I. T., Widi, A. Y., Gaina, C. D., & Barut, B. (2019). Karakteristik Morfologi dan Distribusi Karbohidrat Netral pada Uterus Kelelawar Buah (Pteropus Vampyrus) Asal Pulau Timor. Jurnal Kajian Veteriner, 80-84.

Sparic, R., Mirkovic, L., Malvasi, A., & Tinelli , A. (2016). Epidemiology of Uterine Myomas. A review. Int J Fertil Steril, 24-35. https://doi.org/10.22074/ijfs.2015.45999.

Steven Arianto, A. R. (2024). Epignetik pada sindrom ovarium polikistik, gangguan proses folikulogenesis yang melibatkan gen reseptor androgen reseptor follicle stimulating hormone dan reseptor luteinizing hormone. Indonesian Journal of Health Science.

Stoppard, & Miriam. (2010). Panduan Kesehatan Keluarga. Jakarta: Erlangga.

Sumiati. (2016). Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Penyakit MIoma Uteri Kota Bengkulu. Jurnal Kesehatan Masyarakat.

Thalib, K. U., Susanti, & Nurlaeli. (2025). Tindakan Pembedahan Pengangkatan Kandungan, Rahim, Uterus (Histerektomi) Terhadap Hasil Perilaku Pasien. Journal Of Social Science Research, 5(2), 1449–1456. https://doi.org/10.31004/innovative.v5i2.18342

Tinelli, A., Vinciguerra, M., Malvasi, A., Andjić, M., Babović, I., & Sparić, R. (2021). Uterine fibroids and diet. In International Journal of Environmental Research and Public Health (Vol. 18, Issue 3, pp. 1–15). MDPI AG. https://doi.org/10.3390/ijerph18031066

Umar, M., Palinggi, M., Syahadat, D. S., & Aiman, U. (2023). Faktor Risiko Kejadian Mioma Uteri Pada Pasien Rawat Jalan di RSUD Undata Provinsi Sulawesi Tengah. Ghidza: Jurnal Gizi Dan Kesehatan, 7(2), 245–259. https://doi.org/10.22487/ghidza.v7i2.872

Wahyuni, S. (2019). Obstetri Fisiologi. Wineka Media.

Wise, L. A., Radin, R. G., Kumanyika, S. K., Ruiz-Navaez, E. A., Palmer, J. R., & Rosenberg, L. (2014). Prospective Study of DIetary Fat and Risk of Uterine Leiomyomata. Am J Clin Nutr, 1105.

Wulandari, A. D., Cahyawati, P. N., & Kurniawan, K. A. (2021). Hubungan Usia Dan Paritas Dengan Kejadian Mioma Uteri Di RSUD Wangaya Denpasar Tahun 2016-2017. Bali Health Journal, 5(2), 104–110. https://doi.org/10.34063/bhj.v5i2.209.

Yosi Fadillah, S. E. (2023). Analisis Bibliometrik: Pengobatan Herbal Bagi Penderita Polycystic Ovary Syndrome(PCOS) di Dunia Menggunakan Bibliometrix. Prosiding semnas Bio UIN Raden Fatah Palembang.

Published
2025-04-12