Inovasi Produk Cheesy Tempeh Ball Berbasis Fermentasi Rhizopus spp. Sebagai Potensi Wirausaha Pangan Berkelanjutan

  • Eddowardho Otniel Legesang Universitas Pelita Harapan
  • Ester Ayu Sri Purwanti Universitas Pelita Harapan
  • Robeka Risky Malau Universitas Pelita Harapan
  • Shelomita Feby Yolanda Universitas Pelita Harapan
  • Wahyu Irawati Universitas Pelita Harapan
Keywords: Bola tempe keju, Resep inovatif, Rhizopus spp, Tempe, wirausaha

Abstract

Tempe merupakan makanan fermentasi yang memanfaatkan kapang Rhizopus sp. Tempe sebagai salah satu pangan lokal Indonesia kurang diminati karena pengolahannya yang kurang bervariasi. Inovasi produk pangan berbasis tempe menjadi salah satu strategi untuk meningkatkan nilai tambah bahan pangan lokal sekaligus membuka peluang wirausaha kreatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan produk olahan tempe kedelai dengan memanfaatkan mikroorganisme Rhizopus sp. sebagai agen fermentasi, kemudian diolah menjadi produk inovatif bernama Cheesy Tempeh Ball. Produk ini menggabungkan cita rasa tradisional tempe dengan sensasi keju modern, sehingga menghasilkan camilan sehat, bergizi, dan menarik bagi konsumen muda. Metode yang digunakan adalah studi literatur dan metode eksperimental. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses fermentasi tempe menggunakan kapang Rhizopus sp. menghasilkan tempe dengan struktur padat dengan aroma tempe yang khas. Aktivitas metabolik jamur selama fermentasi juga meningkatkan nilai gizi kedelai melalui peningkatan ketersediaan nutrisi, produksi enzim fitase yang meningkatkan penyerapan mineral, dan bahkan potensi pembentukan vitamin B12 serta senyawa antioksidan. Kombinasi tempe dan bahan lainnya menghasilkan produk Cheesy Tempeh Ball yang memiliki potensi tinggi sebagai alternatif makanan sehat yang inovatif dan menarik. Meskipun terdapat kerugian dalam produksi skala kecil namun dengan peningkatan volume produksi dan efisiensi biaya, usaha ini memiliki potensi keuntungan yang positif dengan berbagai strategi pemasaran.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Afriyanti, S. H., Handayani, C. B., Handayani, C. B., & Larasati, C. P. (2019). Chemical and Physical Characteristics of Cooking Oil After Tempeh Frying. International Journal of Advance Tropical Food, 1(1), 22–26. https://doi.org/10.26877/ijatf.v1i1.4932

Alvina, A., Hamdani, D. H., & Jumiono, A. (2019). Proses Pembuatan Tempe Tradisional. Jurnal Ilmiah Pangan Halal, 1(1), 9–12. https://doi.org/10.30997/jiph.v1i1.2004

Ambarwati, D., Wibowo, U. B., Arsyiadanti, H., & Susanti, S. (2022). Studi Literatur: Peran Inovasi Pendidikan pada Pembelajaran Berbasis Teknologi Digital. Jurnal Inovasi Teknologi Pendidikan, 8(2), 173–184

Arib, M. F., Rahayu, M. S., Sidorj, R. A., & Afgani, M. W. (2024). Experimental Research Dalam Penelitian Pendidikan. Innovative: Journal Of Social Science Research, 4(1), 5497–5511. https://j-innovative.org/index.php/Innovative/article/view/8468

Aryanta, I. W. R. (2023). Kandungan Gizi Dan Manfaat Tempe Bagi Kesehatan. Widya Kesehatan, 5(2), 25–32. https://doi.org/10.32795/widyakesehatan.v5i2.4828

Asbur, Y., & Khairunnisyah. (2021). Tempe Sebagai Sumber Antioksidan : Sebuah Telaah Pustaka Tempe as a Source Of Antioxidants : A Review. AGRILAND Jurnal Ilmu Pertanian, 9(3), 183–192.

Ayuningtyas, R. R., Ekowati, T., & Prastiwi, W. D. (2022). Added Value of Soybean Into Tempeh Chips in Kedungjenar Home Industry Centre, Blora Regency. Jurnal Manajemen Dan Agribisnis, 19(3), 481–491. https://doi.org/10.17358/jma.19.3.481

Ddwi, A. S., Wisaniyasa, W., Puspawati, N. N., & Indri H, dan N. M. (2019). Isolation and Identification of Rhizopus oligosporus Local Isolate Derived from Several Inoculum Sources. International Journal of Current Microbiology and Applied Sciences, 8(09), 1085–1098. https://doi.org/10.20546/ijcmas.2019.809.126

Dwinaningsih, E. A. (2020). Karakteristik Kimia Dan Sensori Tempe Dengan Variasi Bahan Baku Kedelai / Beras Dan Penambahan Angkak Serta Variasi Lama Fermentasi [Chemical and Sensory Characteristics of Tempe with Variations in Soybean/Rice Raw Materials and the Addition of Angkak and. Skripsi Fakultas Pertanian Universitas Sebelas Maret, 5(3), 27–78

Ellent, S. S. C., Dewi, L., & Tapilouw, M. C. (2022). Karakteristik Mutu Tempe Kedelai (Glycine max L.) yang Dikemas dengan Klobot. AGRITEKNO: Jurnal Teknologi Pertanian, 11(1), 32–40. https://doi.org/10.30598/jagritekno.2022.11.1.32

Evie, B., & Jacobus, Y. N. (2024). The role of social support and innovation for tempeh business sustainability in Tempeh village. Jurnal Manajemen Strategi Dan Aplikasi Bisnis, 8(1), 1–12. https://doi.org/10.36407/jmsab.v8i1.1344

Harahap, R. H., Lubis, Z., & Kaban, J. (2018). Komponen Flavor Volatil Tempe yang Dibungkus dengan Daun Pisang dan Plastik Volatile Flavor Compounds of Tempeh Wrapped With Banana Leaf and Plastic. Agritech, 38(2), 194–199. http://doi.org/10.22146/agritech

Kristiadi, O. H., & Lunggani, A. T. (2022). Tempe Kacang Kedelai Sebagai Pangan Fermentasi Unggulan Khas Indonesia: Literature Review Tempeh as Indonesian Special Fermented Food: Literature Review. Jurnal Andaliman-Jurnal Gizi Pangan, Klinik Dan Masyarakat, 2(2), 48–56. https://jurnal.unimed.ac.id/2012/index.php/jgpkm/article/view/40334/pdf

Nafisah, N., Anjani, G., & Afifah, D. N. (2024). a Review of Non-Soy Tempeh and Potential Benefits in Metabolic Syndrome. Jurnal Aisyah : Jurnal Ilmu Kesehatan, 9(2), 786–805. https://doi.org/10.30604/jika.v9i2.2772

PILENDIA, D. (2020). Pemanfaatan Adobe Flash Sebagai Dasar Pengembangan Bahan Ajar Fisika : Studi Literatur. Jurnal Tunas Pendidikan, 2(2), 1–10. https://doi.org/10.52060/pgsd.v2i2.255

Purwadaria, H. K., Fardiaz, D., Kardono, L. B. S., & McElhatton, A. (2016). Tempe from Traditional to Modern Practices BT - Modernization of Traditional Food Processes and Products (A. McElhatton & M. M. El Idrissi (eds.); pp. 145–160). Springer US. https://doi.org/10.1007/978-1-4899-7671-0_13

Putri, E. C., & Savitri, L. S. Y. (2023). Pelatihan Relaksasi untuk Menurunkan Kecemasan Remaja Laki-Laki Berusia 12 – 14 Tahun. Jurnal Psikologi Insight, 5(2), 148–162. https://doi.org/10.17509/insight.v5i2.62803

Redi Aryanta, I. wayan. (2020). Manfaat Tempe Untuk Kesehatan. Widya Kesehatan, 2(1), 44–50. https://doi.org/10.32795/widyakesehatan.v2i1.609

Retnaningtias, N., Taruna, I., Laboratorium Enjiniring Hasil Pertanian, S., Teknik Pertanian Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Jember Jl Kalimantan No, J., & Tegalboto, K. (2015). Perubahan Sifat Fisik Kedelai (Glycine max (L.) Merill) Varietas Baluran Selama Proses Perendaman. 1.

Romulo, A., & Surya, R. (2021). Tempe: A traditional fermented food of Indonesia and its health benefits. International Journal of Gastronomy and Food Science, 26, 100413. https://doi.org/https://doi.org/10.1016/j.ijgfs.2021.100413

Saunin, Q. A, & Janah, L. U. (2022). Isolasi Rhizopus Oligosporus Dan Rhizopus Stolonifer Pada Tiga Tempe Di Kelurahan Jatimakmur, Bekasi. Konservasi Hayati, 18(2), 44-50.

Setiawati, A., Yuliani, S. H., Gani, M. R., Veronica, E. F., Putri, D. C. A., Putra, R. E., Putra, D. C., Kurniawan, A. M., & Istyastono, E. P. (2014). Analisis Kuantitatif Isoflavon Tempe Secara Cepat Dan Sederhana Menggunakan Metode Kromatografi Lapis Tipis- Densitometri. Jurnal Farmasi Sains Dan Komunitas, 11(1), 13–17. https://e-journal.usd.ac.id/index.php/JFSK/article/view/80

Sjamsuridzal, W., Khasanah, M., Febriani, R., Vebliza, Y., Oetari, A., Santoso, I., & Gandjar, I. (2021). The effect of the use of commercial tempeh starter on the diversity of Rhizopus tempeh in Indonesia. Scientific Reports, 11(1), 1–10. https://doi.org/10.1038/s41598-021-03308-6

Winiati P. Rahayu, Pambayun, R., Santoso, U., Nuraida, L., & Ardiansyah. (2015). Tinjauan Ilmiah Teknologi Pengolahan Tempe Kedelai. Perhimpunan Ahli Teknologi Pangan Indonesia (PATPI).

Zahro, I. F., Atika, A. R., & Westhisi, S. M. (2019). Strategi Pembelajaran Literasi Sains Untuk Anak Usia Dini. Jurnal Ilmiah Potensia, 4(2), 121–130. https://doi.org/10.33369/jip.4.2.121-130.

Published
2025-11-30