Efektivitas Pupuk Organik Cair Bonggol Pisang terhadap Pertumbuhan Bawang Merah (Allium cepa var. aggregatum) Umur 0–14 HST

  • Ignatius Kevin Susanto Universitas Sanata Dharma
  • Dewi Tirta Sari Waruwu Universitas Sanata Dharma
  • Rusmawan Rusmawan Universitas Sanata Dharma
Keywords: Bawang merah, Bonggol pisang, Pertumbuhan tanaman, Pupuk organik cair

Abstract

Penelitian ini bertujuan menguji efektivitas pupuk organik cair (POC) hasil fermentasi bonggol pisang terhadap pertumbuhan vegetatif awal tanaman bawang merah (Allium cepa var. aggregatum) umur 0–14 hari setelah tanam (HST). Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan empat konsentrasi POC (0, 50, 100, dan 200 ml/L), masing-masing tiga ulangan. POC dibuat melalui fermentasi bonggol pisang selama 30 hari menggunakan EM4 dan molase sebagai aktivator. Parameter yang diamati meliputi tinggi tanaman, warna daun (skala 1–4), dan panjang akar. Data dianalisis menggunakan uji ANOVA satu arah dilanjutkan uji Duncan (DMRT). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian POC berpengaruh sangat nyata terhadap tinggi tanaman (p = 0,001) dan panjang akar (p = 0,000). Konsentrasi 200 ml/L memberikan efek terbaik dengan tinggi tanaman rata-rata 20,66 cm (kenaikan 244 %), panjang akar 8,7 cm (meningkat 43,6 % dibanding kontrol), serta warna daun hijau muda cerah (skor 4) yang mengindikasikan peningkatan aktivitas fotosintesis. Dengan demikian, POC bonggol pisang pada dosis 200 ml/L terbukti efektif sebagai pupuk tambahan fase vegetatif awal bawang merah serta layak direkomendasikan kepada petani.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Anwar, M. (2018). Dasar-dasar ilmu tanah dan unsur hara makro tanaman. Deepublish.

Hartanto, H. (2019). Pengaruh kalsium, hormon auksin, giberelin dan sitokinin terhadap pertumbuhan dan perkembangan tanaman jagung. Jurnal Kimia Sains dan Aplikasi, 12(3), 72–75. https://doi.org/10.14710/jksa.12.3.72-75

Hasibuan, R., Pakki, T., Nurmas, A., Yuswana, A., & Namriah, N. (2024). Bimbingan teknis perbaikan kesuburan tanah dan pembuatan pupuk organik cair bonggol pisang serta aplikasinya pada budidaya tanaman sawi organik di pekarangan. Jurnal Abditani, 7(1). https://doi.org/10.31970/abditani.v7i1.271

Isnaini, D., & Lestari, S. (2022). Pertumbuhan awal tanaman bawang merah terhadap variasi media tanam organik. Jurnal Hortikultura Indonesia, 13(2), 145–152.

Mawarni, P., & Juwita Sari, I. (2023). Pengaruh pupuk organik cair (POC) bonggol pisang terhadap pertumbuhan tanaman cabai hidroponik dengan sistem sumbu (wick system). Jurnal Bioshell, 12(1), 77–84. https://doi.org/10.56013/bio.v12i1.2080

Nuraini, T., Sari, N. P., & Rahayu, E. (2023). Analisis pertumbuhan dan hasil tanaman bawang merah pada berbagai jenis pupuk organik cair. Jurnal Agroekoteknologi Tropika, 12(1), 25–34. https://doi.org/10.36709/jat.v12i1.2568

Rahma, D., Rahmawati, N., & Sari, R. (2019). Peran auksin dalam pembentukan akar lateral pada tanaman melalui pupuk organik cair bonggol pisang. Jurnal Agronomi Tropika, 14(3), 120–130.

Rosmarkam, A., & Yuwono, N. W. (2002). Ilmu kesuburan tanah. Kanisius.

Sari, M., & Rahayu, D. (2022). Efektivitas pupuk organik cair dari bahan alami terhadap pertumbuhan tanaman hortikultura. Jurnal Tanah dan Agroklimatologi, 19(1), 23–30. https://doi.org/10.20961/jta.v19i1.5012

Sitepu, L. (2025). Peran fosfor dalam pertumbuhan tanaman melalui pupuk organik cair bonggol pisang. Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan, 12(1), 75–85.

Steel, R. G. D., & Torrie, J. H. (1980). Principles and procedures of statistics: A biometrical approach (2nd ed.). McGraw-Hill.

Sukarman, S., & Yuliani, N. (2021). Pertanian berkelanjutan: Prinsip dan implementasi di Indonesia. Jurnal Sumberdaya Lahan, 15(2), 81–90. https://doi.org/10.21082/jsdl.v15n2.2021.81-90

Widyawati, E., Putri, A. R., & Hartono, R. (2020). Peranan fosfor terhadap pembentukan akar lateral pada fase awal pertumbuhan tanaman. Jurnal Tanah dan Iklim, 44(2), 87–94. https://doi.org/10.21082/jti.v44n2.2020.87-94.

Published
2025-11-29