Uji Stabilitas Zat Warna dalam Kulit Buah Kakao (Theobroma cacao, L)

  • Mei Indra Jayanti STKIP Bima
  • St. Rahmadani STKIP Pembangunan Indonesia
  • Nurfathurrahmah Nurfathurrahmah STKIP Bima
  • Muh. Nasir STKIP Bima
Keywords: limbah, kulit buah kakao, zat warna, absorban

Abstract

Limbah perkebunan merupakan salah satu masalah yang belum sepenuhnya terselesaikan dengan baik. Umumnya limbah perkebunan hanya dimanfaatkan sebagai kompos. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui stabilitas zat warna yang terkandung dalam limbah ekstrak kulit buah kakao (Theobroma cacao, L) yang terlihat dari nilai absorban sampel terhadap variasi lingkungan yakni suhu penyumpanan dan derajat keasaman (pH) sehingga limbah perkebunan dapat dijadikan alternatif sebagai bahan pewarna makanan alami. Uji spektofotometrik dilakukan untuk melihat nilai absorban zat warna pada ekstrak sampel. Sampel limbah kulit buah kakao (Theobroma cacao, L) diperoleh dari perkebuanan rakyat di Desa Persiapan Pansor Kecamatan. Hasil penelitian menunjukan bahwa ekstrak kulit buah kakao (Theobroma cacao, L) lebih stabil pada penyimpanan dalam suhu ruangan (24oC) dan pada pH 5. Sampel basah lebih stabil terhadap suhu ruangan dibandingkan dengan sampel kering, namun lebih rendah kandungan pigmen warnanya pada berbagai variasi derajat keasaman (pH)  dibandingkan dengan sampel kering.

 

Downloads

Download data is not yet available.

References

Badan Pusat Statistik. (2015). Online. Diakses dari https://ntb.bps.go.id/indicator/54/130/1/luas-tanaman-perkebunan.html

Elykurniati. (2011). Pemanfaatan Limbah Padat Cangkang Kelapa Sawit dalam Pembuatan Pupuk Cair Kalium Sulfat. Laporan Penelitian.Diakses dari http://eprints.upnjatim.ac.id/3922/1/pemanfaatan_limbah_padat

Fardiaz, 1987. Bahan Tambahan Makanan (Food Additive): Risalah Seminar. PAU Pangan Gizi, IPB, Bogor.

Oktora, A. R., Ma’ruf, W. F., & Agustini, T. W. (2016). Pengaruh Penggunaan Senyawa Fiksator Terhadap Stabilitas Ekstrak Kasar Pigmen β-KAROTEN Mikroalga Dunaliella Salina Pada Kondisi Suhu Berbeda. Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia, 19(3), 206-13.

Paryanto, P., Nur, A., & Nurcahyanti, D. (2018). PRODUKSI DAN APLIKASI ZAT WARNA ALAMI DARI KULIT KAYU MAHONI DAN KULIT KAYU TINGI UNTUK BATIK DI DESA KUWIRAN, KECAMATAN BANYUDONO, KABUPATEN BOYOLALI. MAJALAH ILMIAH MOMENTUM, 14(2).

Rusli, Ferry, Y, Towaha, J. (2014). Pemanfaatan Limbah Kulit Buah Kakao sebagai Bahan Baku Pembuatan Kompos. Diakses dari http://balittri.litbang.pertanian.go.id/index.php/publikasi/category/94-bung a-rampai-bioindustri-kakao?downloa d=356%3A10b.-pemanfaatanlimbah-kulit-buah-kakao-sebagai-bahan-baku -pembuatan-kompos-1-_editlila&start =10

Sampebarra, A. L. (2018). Karakteristik Zat Warna Antosianin Dari Biji Kakao Non-Fermantasi Sebagai Sediaan Zat Warna Alam. Jurnal Industri Hasil Perkebunan, 13(1), 63-70.

Wulan, S. N. (2001). Kemungkinan Pemanfaatan Limba Kulit Buah Kakao (Theobroma cacao L.) Sebagai Sumber Zat Pewarna (β-Karoten). Jurnal Teknologi Pertanian, 2(2), 22-29.

Published
2021-08-11