Uji Organoleptik Dodol Ubi jalar Ungu (Ipomean batatas var ayumurasaki)) Berdasarkan Lama penyimpanan
Abstract
Tujuan dari penelitian ini adalah menentukan formulasi dodol ubi jalar ungu berdasarkan lama penyimpanan,untuk mengetahui karakteristik mutu dari dari dodol ubi jalar ungu mengunakan varian yaitu tiga kali perlakuan dan satu kali pengulangan sifat sensorik meliputi warna, rasa, tekstur dan aroma.yang di ujikan dengan uji organeleptik. Penelitian ini berujuan untuk mengetahui ada pengaruh lama penyimpanan terhadap kualitas dodol ubi jalar ungu (Ipomean batatas var ayumurasaki) Dalam penelitian ini ubi jalar ungu di di rebus sampai matang. Desain penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 3 kali perlakuan dan 1 kali ulangan, analisi data menggunakan uji organoleptik dengan menggunakan skala hedonik, panelis dalam penelitian ini adalah ahli tataboga, dosen, mahasiswa dan masyarakat. warna paling tinggi yaitu lama penyimpanan 2 hari dengan kategori Sangat suka (4) dengan nilai 60%, untuk penilaian rasa paling tinggi yaitu pada lama penyimpanan 2 hari dengan kategori Suka (3) dengan nilai 42%, kemudian penilaian tekstur paling tinggi pada lama penyimpanan 2 hari dengan kategori Agak suka (2) dengan nilai 43% pada lama penyimpanan 2 hari dan lama penyimpanan 6 hari . Dan untuk penilaian aroma pada lama penyimpanan dengan kategori Suka (3) dengan nilai 36%.Tujuan dari penelitian ini adalah menentukan formulasi dodol ubi jalar ungu berdasarkan lama penyimpanan,untuk mengetahui karakteristik mutu dari dari dodol ubi jalar ungu mengunakan varian yaitu tiga kali perlakuan dan satu kali pengulangan sifat sensorik meliputi warna, rasa, tekstur dan aroma.yang di ujikan dengan uji organeleptik. Penelitian ini berujuan untuk mengetahui ada pengaruh lama penyimpanan terhadap kualitas dodol ubi jalar ungu (Ipomean batatas var ayumurasaki) Dalam penelitian ini ubi jalar ungu di di rebus sampai matang. Desain penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 3 kali perlakuan dan 1 kali ulangan, analisi data menggunakan uji organoleptik dengan menggunakan skala hedonik, panelis dalam penelitian ini adalah ahli tataboga, dosen, mahasiswa dan masyarakat. warna paling tinggi yaitu lama penyimpanan 2 hari dengan kategori Sangat suka (4) dengan nilai 60%, untuk penilaian rasa paling tinggi yaitu pada lama penyimpanan 2 hari dengan kategori Suka (3) dengan nilai 42%, kemudian penilaian tekstur paling tinggi pada lama penyimpanan 2 hari dengan kategori Agak suka (2) dengan nilai 43% pada lama penyimpanan 2 hari dan lama penyimpanan 6 hari . Dan untuk penilaian aroma pada lama penyimpanan dengan kategori Suka (3) dengan nilai 36%.
Downloads
References
Hernani. (2004). Studi variasi ubi jalar ungu (ipomea batatas L.) berdasarkan morfologi kandungan gula redaksi dan pola pitalosojim, tesis program. Pasca sarjana fakultas sains. Universitas Sebelas Maret Suakarta.
Itar Yudi, (2006). Pengaruh bahan pangan local kacang Kedelai Glyene max dan Ubi Jalar Ungu (Impomean batatas L.) terhadap sifat organeleptik dodol. Politeknik kesehatan kemenkes kupang, program studi gizi.
Jamriyanti. S, & Ririn. (2007). Pengaruh konsentrasi gula pasir dan tepung ketan terhadap sifat kimia, organoleptic serta daya simpan dodol ubi jalar ungu. https://repository.usu.ac.id.Diakses 3 Juni 2021.
Kumalaningsih. (2007). Antioksida Alami. Trubus Agrisarana: Surabaya.
Maria. (2018). Pengaruh substitusi ubi jalar ungu terhadap sifat kimia dan organeleptik selai sirsak. Univetsitas widya bharma klaten.
Marsigit, W. (2010). Pengembangan deversifikasi produk pangan olahan lokal Bengkulu untuk menunjang ketahanan pangan berkelanjutan. Agritech.30(4):256-246.Diakses 10 juli 2021.
Murtiningsih, & Suryanti. (2011). Membuat tepung umbi dan variasi olahannya. University Negeri Yogyakarta.
Nurita. ( 2009). Sifat organeleptik Tempe Kedelei yang di bungkus plastic, daun Pisang dan daun Jati. Karya tulis ilmiah: Universitas Muhamadiyah Suakarta.
Nasir. (2015). Uji Organoleptik The Kombucha dari Berbagai Jenis Teh dan waktu fermentasi yang berbeda. Oryza Jurnal Pendidikan Biologi. Vol 4(1):1-9 2015.
Sarwono, B. (2005). Ubi Jalar. Penerbit Saudaya: Jakarta.
Siswoputrato. (1989). Teknologi pasca panen Kentang. Liberty: Yogyakarta.
Soemartono. (2012). Karakteristik organoleptic dodol ubi jalar (Ipomoea batatas L) terhadap buah-buahan. Vol 10 (1): hal 56-60. Jurnal teknologi pangan. Diakses 19-8-2021.
Sumartono. (2012). Ubi jalar. Penerbit CV. Yasaguna: Jakarta.
Utomo. D., (2014). Diversifikasi produk olahan Apel Manalagi kualitas afkir menjadi selai Dodol. Diakses 5Juli 2021.
Wardiah. (2016). Teknologi pengolahan beras. Universitas Gajah Mada.
Winarno.(2004). Kimia pangan dan gizi. Penerbit CV. Gramedia Pustaka Utama
Copyright (c) 2021 Nur Hasanah, fahruddin fahruddin, Anita Rahmawati

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.












